Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


31 October 2015

Kulon Progo Butuh Pohon Kelapa Pendek, Tunggu Inovasi IPB

TEMPO.CO,Kulon Progo- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon
Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan Institut Pertanian
Bogor bisa menciptakan inovasi tanaman kelapa umur pendek. Meski
berumur pendek, pohon kelapa itu bisa tumbuh tegak dan memiliki
kandungan nira tinggi.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo Bambang Tri Budi di
Kulon Progo, mengatakan tanaman kelapa di daerah ini sangat
dibutuhkan. Pasalnya, tanaman kelapa yang ada sekarang memiliki tinggi
20 sampai 30 meter, menjadi mata pencaharian 6.800 penduduk.

"Sampai saat ini bidang perkebunan komoditas unggulannya adalah
kelapa. Namun, setiap tahunnya jumlah penderes yang meninggal 24 orang
per tahun akibat jatuh dari pohon kelapa yang tinggi. Kami
mengharapkan IPB membuat inovasi tanaman kelapa," kata Bambang.

Sebelumnya, kata Bambang, permintaan yang sama juga disampaikan ke
LIPI, tapi belum ada hasilnya. "Kami berharap, ada inovasi tanaman
kepala supaya petani semakin sejahtera," katanya.

Bambang mengatakan petani gula kelapa Kulon Progo membuat gula semut
yang menjadi komoditas ekpor ke 10 negara tujuan. Luas tanaman kelapa
di Kulon Progo mencapai 16 haktere yang tersebar secara mereta di 12
kecamatan.

Menurut Bambang, tanaman kelapa memiliki sertifikat indikasi geografis
dari Kementerian Hukum dan HAM. Indikasi geografis menurut PP Nomor 51
Tahun 2007 adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu
barang.

"Faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau
kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan ciri dan kualitas
tertentu pada barang yang dihasilkan," kata Bambang.

Pengembangan gula kelapa melibatkan sebagian besar masyarakat Kulon
Progo, terutama di daerah Kecamatan Kokap, Girimulyo dan Sentolo
sebagai wilayah aktif dan sudah dapat menerapkan standar produksi
sesuai persaratan indikasi geografis. Kedepan, tanaman kelapa akan
dikembangkan di kecamatan lain yaitu Kecamatan Kalibawang, Nanggulan,
Pengasih, dan Lendah.

"Produksi gula kelapa Kulon Progo sudah mampu dipasarkan tidak saja
untuk pasar dalam negeri, tetapi sudah merambah pasar luar negeri
seperti Kanada, Amerika Serikat dan Eropa," katanya.

ANTARA

Lihat arsip:
http://kwkp.blogspot.com
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive