Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


05 December 2019

Tak Ada Lagi Kecamatan dan Desa di Kulon Progo 2020

 Pemkab Kulon Progo menjadi yang terdepan mengubah nomenklatur sesuai UU Keistimewaan di Yogyakarta. Tahun depan kecamatan dan desa sudah berganti.

Perubahan nomenklatur di DIY berdasarkan UU Keistimewaan Yogyakarta dan Perda Keistimewaan tentang Kelembagaan. (Foto: Humas Pemda DIY/Tagar/Ridwan Anshori)

Kulon Progo - Kulon Progo menjadi kabupaten yang terdepan menerapkan perubahan nomenklatur di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Targetnya akhir tahun ini nomenklatur kecamatan dan desa sudah berganti. Nama kecamatan berganti menjadi kepanewon, nama desa berubah menjadi kalurahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk-KB) Kabupaten Kulon Progo, Sudarmanto mengatakan, perubahan nomenlaktur kemungkinan besar bisa terlaksana pada akhir tahun ini.

Pemkab Kulon Progo telah membuat dan menetapkan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2019 tentang Penetapan Kalurahan dan Peraturan Bupati Nomor 68 tahun 2019 tentang Pedoman Umum dan Tata Kerja Kalurahan.

Menurut dia, sebanyak 87 kepala desa di Kulon Progo juga sudah diinstruksikan untuk menyusun Peraturan Desa (Perdes) tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Desa, menyesuaikan dengan perubahan nonmenlaktur. "Targetnya selesai pada minggu ini," ujar Sudarmanto di Kulon Progo, Selasa, 3 Desember 2019.

Sudarmanto menuturkan, untuk memastikan Perdes selesai pekan ini, koordinasi dengan kepala desa dan camat sudah dilakukan. Apabila Desa mengalami kesulitan dalam pembuatan, maka bantuan siap diberikan. "Kini sudah ada beberapa desa yang mengirim ke kami. Saat perdes selesai pekan ini, maka akhir tahun bisa menerapkannya," terangnya.

Dia mengatakan perubahan nomenlaktur desa menjadi kalurahan juga ikut mengubah nama jabatan di pemdes. Kepala desa berubah menjadi lurah, sekretaris desa menjadi carik, seksi kesejahteraan dan kemakmuran berganti jadi ulu-ulu dan lain sebagainya.


Targetnya selesai pada minggu ini.

Perubahan ini, juga akan menambah kewenangan lembaga. Jika sebelumnya hanya menerapkan UU No 6/ 2014 tentang Desa, nanti desa juga akan mendapat mandat berdasarkan UU No 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta. Dengan mandat ini, desa turut berperan terkait dengan kebudayaan, urusan tata ruang hingga pertanahan.


Pawai budaya untuk mengokohkan Yogyakarta sebagai daerah berstatus di Istimewa di di Kulon Progo belum lama ini. (Foto: Tagar/Harun Susanto).

"Ini hanya berlaku untuk desa ke kalurahan. Untuk kalurahan perangkatnya non ASN. Sedangkan untuk Kelurahan Wates tetap, secara kelembagaan masih menjadi bagian perangkat Kapanewon Wates sehingga pegawainya tetap dari aparatur sipil negara (ASN)," ujar Sudarmanto.

Kepala Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh Damar mengaku sudah menyusun perdes tersebut. Hasilnya sudah disampaikan kepada Kecamatan Samigaluh agar dievaluasi. Jika lancar, dalam waktu dekat Perdes itu segera dikirimkan ke DPMD Dalduk-KB.

Dia mengatakan dalam penyusunan Perdes bersama dengan BPD Gerbosari berjalan lancar. "Masyarakat desa kami juga mendukung perubahan nonmenlaktur tersebut," ungkap Damar. []


Sumber Berita :
Share:

Ini untuk memetakan kerawanan macet.



Kulon Progo - Sejumlah lokasi di Kabupaten Kulon Progo berpotensi menjadi titik macet pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Salah satu lokasi rawan macet, ada di kawasan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), di Kecamatan Temon.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kulon Progo Bhekti Nurada mengatakan beroperasionalnya bandara YIA sejak Mei yang lalu, berpotensi menjadi titik macet baru di saat libur Nataru. Bandara baru ini memiliki letak strategis, karena berada di pinggir jalan nasional dan berdekatan dengan pintu masuk Kulon Progo dari sisi barat.

"Potensi penumpukan kendaraan di jalan nasional yang berada di depan pintu masuk bandara sebenarnya bisa terkurangi dengan adanya underpass yang melintasi Bandara YIA. Namun belum diketahui pasti kapan underpass akan dibuka," ujar Bhekti Nurada di Kulon Progo, Selasa, 3 Desember 2019.

Berdasarkan informasi sementara pelaksana proyek undeerpass PT. Wijaya Karya (Wika) akan menyelesaikan pembangunan underpass pada tanggal 6 Desember. Tahap selanjutnya penyerahan kepada Pemda DIY. Namun operasional underpass ini belum tentu dilakukan pada tanggal penyerahan.

Atas dasar itu, Dinas Perhubungan Kulon Progo bersama pihak terkait mulai mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi. Bersama Satuan Lalu Lintas Polres (Satlantas) Polres Kulon Progo dan sejumlah pihak lainnya, meninjau sejumlah lokasi rawan macet, salah satunya di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA) pada Selasa, 3 Desember 2019.

Sejumlah titik ditinjau dalam kegiatan itu. Antara lain di pintu masuk bandara, area underpass, simpang tiga pangkalan, Temon dan kawasan Pasar Glaeng, Temon. "Ini untuk memetakan kerawanan macet," tuturnya.

Dia mengatakan setelah pemetaan langkah selanjutnya adalah mengantisipasi kemacetan. Antisipasi ini apakah akan dilakukan rekayasa lalu lintas atau ada cara lainnya. Pada pekan kedua Desember, rencananya akan diadakan rapat koordinasi seluruh unsur terkait, untuk antisipasi kemacetan dan potensi lain yang merugikan masyarakat di saat Nataru.

"Pengamanan lalu lintas pada Nataru ini, dilakukan di enam gereja dan sejumlah titik rawan macet, termasuk kawasan bandara. Personel Dinas Perhubungan yang diterjunkan, sejumlah 35 personel mulai tanggal 24-31 Desember," ungkapnya.

Kepala Satlantas Polres Kulonprogo, Ajun Komisaris Polisi Didik Purwanto mengatakan sejumlah pos jaga di sejumlah titik akan didirikan untuk memantau arus mudik dan balik saat Nataru. Pos tersebut terletak di sekitar Pasar Sentolo, Alun-alun Wates dan kawasan YIA.

"Polres Kulon Progo bersama dengan jajaran Polsek, secara mobile juga akan melakukan pengawasan di jalan-jalan wisata," ujar AKP Didik.

Dia menyatakan Polres Kulon Progo juga akan melakukan rekayasa lalu lintas pada saat malam Natal dan Tahun Baru. Area yang akan direkayasa, salah satunya di Alun-alun Wates, yang dimungkinkan jadi pusat keramaian. []

Sumber Berita :
Share:

27 October 2019

Captain Amerika Operasi Zebra di Kulon Progo - Tagar News


Kulon Progo - Kepolisian Resort Kulon Progo kini tengah menggelar Operasi Zebra Progo 2019, dengan sasaran sejumlah pelanggaran. Bahkan, dalam operasi yang diadakan mulai tanggal 23 Oktober hingga 5 November ini, turut hadir pula superhero, Captain America dan Superman. Tugas mereka, yaitu menolong masyarakat dengan cara memberikan hiburan dan edukasi tertib berlalu lintas.
Tokoh Superman diperankan oleh Bripka Eka Nugraha, sementara tokoh Captain America diperankan oleh Bripka Fibriadi Triatmaja. Selain dua superhero tersebut, ada juga sosok badut polisi yang diperankan Aipda Bambang Suryono.
Kehadiran mereka, ternyata cukup menyita perhatian para pengendara. Pengendara yang semula terlihat takut ataupun tegang, justru akhirnya bisa tersenyum.
Senang aja lihat superhero ini. Saya harap sih ke depannya juga ada lagi.
Salah satu pengendara yang menyambut baik adanya superhero ini, adalah Yuli Irawati umur 28 tahun. Menurutnya, kehadiran dua superhero tersebut merupakan hal kreatif dari kepolisian. Polisi bisa jadi lebih membimbing dan mendukung masyarakat lebih tertib berlalu lintas.
"Saya tidak mempersoalkan harus diberhentikan sementara waktu di Operasi Zebra Progo karena ini sudah kewajiban," ucapnya usai diperiksa kelengkapan berkendara, di depan Balai desa Kedungsari Pengasih Kulon Progo, Sabtu 26 Oktober 2019.
Sambutan yang baik juga diberikan oleh Muji Erlina, warga Kebumen yang tengah melakukan perjalanan tamasya menuju Yogyakarta. Dia menuturkan, baru pertama kali melihat superhero hadir dalam sebuah operasi lalu lintas dari kepolisian.
"Senang aja lihat superhero ini. Saya harap sih ke depannya juga ada lagi, sehingga masyarakat akan semakin mengapresiasi dan juga tambah tertib," ujar Muji Erlina.
Dia menambahkan, masyarakat sebenarnya tidak perlu takut dengan operasi lalu lintas kepolisian. Apabila surat-surat kendaraan lengkap, dan kendaraan sesuai dengan standar, dipastikan akan aman dalam berkendara.
"Nah bagi yang belum lengkap, sebaiknya lengkapi saja. Toh ini juga demi kepentingan diri sendiri," ujar Muji yang seluruh kelengkapan berkendaranya lengkap.
Adanya superhero dalam Operasi Zebra Progo ini, memang merupakan yang pertama dilakukan Polres Kulon Progo. Kasat lantas Polres Kulon Progo, AKP Maryanto mengatakan, Superman dan Captain America dihadirkan bertujuan untuk menghibur sekaligus mengedukasi para pengendara motor agar tertib berlalu lintas.
Superhero dipilih menjadi maskot, karena mereka merupakan sosok penolong masyarakat dan peduli keselamatan.
"Edukasi yang merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian. Harapannya pengendara sepeda motor bisa lebih tertib berlalu lintas," ujar AKP Maryanto.
Dia menjelaskan, dalam Operasi Zebra Progo tahun 2019 ini pengendara motor yang tercatat melakukan pelanggaran mencapai 975 orang, hingga hari Jumat 25 Oktober 2019. []

Sumber Berita :
Share:

15 October 2019

Pesta Pedagang Pasar Wates Bareng Konsumen Meriahkan HUT Kulon Progo - Tribun Jogja


TRIBUNJOGJA.COM - Dalam rangka memperingat HUT ke-68 Kabupaten Kulon Progo, Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Wates, Kulon Progo pada hari Selasa, 15 Oktober 2019 mengadakan serangkaian kegiatan di area parkir depan pasar Wates.
Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh pedagang pasar dengan mengenakan busana adat.
Selain itu aba-aba atau instruksi dan sambutan inspektur upacara wajib menggunakan bahasa Jawa.
Usai upacara bendera, para pedagang pasar yang diperkirakan berjumlah 600 orang dengan mengenakan kebaya akan mengikuti senam massal dengan lagu Kulon Progo Hip Hop, Kancili dan On My Why.
Menurut Yohanes Bambang Sunarko, selaku Ketua APPSI Wates, Kulon Progo dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com, Senin (14/10/2019) kegiatan ini juga dimeriahkan organ tunggal yang akan mengiringi penyanyi lokal.
Sambil mendengar kan musik, para pedagang menyiapkan aneka menu untuk dinikmati bersama dengan para konsumen yang hadir atau sedang berbelanja.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas rejeki yang telah diterima dan sekaligus bentuk ucapan terimakasih kepada para konsumen yang telah setia belanja di Pasar Wates, Kulon Progo. (rls)

Sumber Berita :
Share:

Upaya Agar Bandara YIA Kulon Progo Ramah Bagi Penyandang Disabilitas - Kompas.com - KOMPAS.com



  • KULON PROGO, KOMPAS.com – Layanan prima bagi para penyandang disabilitas adalah memampukan kaum difabel melakoni semua kegiatannya secara mandiri dan bermartabat.
    Bandar Udara Yogyakarta Internasional Airport ( Bandara YIA) di Kecamatan Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta merencanakan hal serupa dengan mengupayakan perbaikan dan mengembangkan sarana dan layanan yang lebih lengkap bagi para difabel.
    “YIA ini (di masa depan akan menjadi) bandara yang pertama barangkali di Indonesia sebagai bandara yang ramah terhadap semua ragam disabilitas,” kata General Manager YIA dari PT Angkasa Pura I (Persero), Agus Pandu Purnama di lobi bandara, Jumat (11/10/2019).
    Provinsi DIY memiliki dua bandara, Adisutjipto di Yogyakarta dan YIA di Kulon Progo.
    Pandu mengakui, keduanya belum memberikan layanan maksimal pada penyandang disabilitas sebagai pengguna bandara meskipun bandara telah menyediakan banyak fasilitas pendukung dan sarana bagi kaum difabel ini.
    Ini dilatari minimnya pemahaman detil terkait kebutuhan mereka akibat banyaknya ragam disabilitas.
    Selama ini, AP I sudah menyediakan toilet khusus bagi difabel, kursi roda, hingga jalur untuk mereka yang tuna netra. Semua itu dirasa belum cukup menunjukkan sebagai bandara ramah difabel.
    Pandu mengungkapkan, YIA akan berkembang untuk bisa melayani semua jenis kebutuhan khusus ini.
    AP I pun menggandeng komunitas Indonesian Caring yang  menaungi para penyadang cacat di Yogyakarta.
    Mereka menghadirkan 25 difabel untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan YIA dalam melayani kebutuhan mereka.
    Mereka masuk dari tol gate, drop zone, check in counter, garbarata, hingga area kedatangan.
    “Ini ternyata beda-beda kebutuhannya. Mereka merasakan kekurangannya apa di bandara ini,” kata Pandu.
    Hasil asesmen ini nanti bisa saja berujung pada ada penambahan dan penyempurnaan sarana dan fasilitas di bandara nanti sehingga bisa melayani kaum difabel secara lebih baik.
    Pandu mencontohkan bagaimana depresi bisa saja muncul pada penyandang disabilitas mental ketika menghadapi keterlambatan pesawat yang berkepanjangan.
    AP bisa saja menyediakan ruang tenang dengan berbagai fasilitas pendukung bagi penyandang seperti ini.
    Asesmen berlangsung satu hari dan tentu akan ada hasil beragam. “Mereka yang mencatat dan kami yang akan menyediakannya,” kata Pandu.

    Fasilitas ramah untuk penyandang disabilitas

    Terbayang YIA di masa depan. Pandu mengungkapkan bagaimana nanti tunanetra punya jalur secara mandiri hingga mampu check in sendiri, kaum tuna rungu bisa sampai check in sendiri dengan bantuan costumer service yang mampu berbahasa isyarat.
    Mereka yang tuna rungu juga tak perlu tertinggal pesawat karena tidak mendengar panggilan. Mereka cukup melihat lampu menyala sebagai tanda waktunya untuk terbang.
    Tidak hanya bandara, pihak maskapai hingga ground support diharapkan bisa melakukan hal ini. “Ini yang akan kita gali ilmu ini sebagai bagian dari layanan prima,” kata Pandu.
    Bandara YIA berkembang seiring dengan Yogyakarta yang kini menjadi salah satu destinasi wisata utama setelah Pulau Bali.
    Keramahan pada penyandang cacat pun menjadi perhatian besar. Setelah bandara, tempat-tempat lain pun di Yogyakarta sebagai tempat ramah bagi difabel akan terus tumbuh, termasuk hotel dan destinasi wisata.
    “Amenity destinasi ini akan berpandangan untuk disabilitas juga. Misal perhotelan. Dari sisi PHRI dan ASITA jangan sampai ada hotel tidak ada toilet untuk difabel,” kata Pandu.
    “Tapi ini masih awal. Kita perlu pendalaman detil. Kami datangkan semua asosiasi dan Indonesia Caring. Mumpung bandara belum full operation sehingga ada langkah agar semua siap,” kata Pandu.

    Perbaikan YIA

    Ada fasilitas standar disediakan YIA bagi penyandang disabilitas. Relawan Indonesia Caring, Anggiasari Puji Aryatie mengakui bagaimana fasilitas itu belum sepenuhnya memadai.
    Anggiasari, difabel diskondroplasia di mana pertumbuhan badannya tidak berkembang baik akibat gangguan pertumbuhan tulang rawan. Anggia, panggilannya, tidak sampai setinggi pinggang.
    Dengan kondisi tubuhnya itu, Anggia mengaku banyak hal yang menyulitkan dirinya, seperti: counter check in yang yang masih terlalu tinggi, toilet khusus difabel yang juga masih terlalu tinggi, tidak ada pijakan tambahan bagi orang seukuran dirinya di ATM, hingga soal sensor pintu otomatis.
    “Saya hampir terjelungup ke toilet karena terlalu tinggi untuk saya. Kalau di Halim (Jakarta), ada dua bentuk toilet difabel yakni yang pendek dan normal,” katanya.
    Menurutnya, peninjauan ini perlu mengingat YIA berniat memberi layanan prima bagi difabel.
    Dasarnya adalah agar mereka bisa melakukan secara mandiri tanpa bantuan orang lain untuk semua jenis kecacatan.
    YIA perlu melakukan sejumlah perbaikan dan penyempurnaan di segala sisi di tengah fasilitas yang cukup lengkap.
    “Karenanya perlu pelibatan difabel dan organisasinya untuk cek langsung apakah ini bisa digunakan atau tidak,” katanya.

    Masih kurang nyaman

    Sri Lestari mengungkapkan, banyak sarana khusus difabel yang dirasa kurang nyaman untuk digunakan.
    Sebagai penyandang cacat yang lumpuh separuh tubuh ke bawah lumpuh (parapelgi) seperti dirinya, ia melihat beberapa kekurangan tidak hanya soal pemasangan handrail hingga penempatan wastafel dalam toilet difabel.
    Ia mendapati bagaimana jalan khusus difabel kursi roda terasa terlalu curam, licin, belum tersedia handrail, hingga belum ada parkir khusus roda 3.
    “Parkir ini harus dengan gambar atau tulisan sebagai rambu bahwa di sana tidak boleh dipakai orang yang tidak sesuai haknya,” kata Sri.
    Ia juga menemukan masih ada pintu belum otomatis yang membuat dirinya terpaksa mendorong kaca itu dengan kursi roda. “Itu bisa merusak kaca,” katanya.
    Penyandang cacat tubuh yang menggunakan kursi roda, Bahrul Fuad menyorot tentang kebiasaan orang yang tidak memberi penghargaan pada para penyandang cacat.
    Ini terlihat dari banyak ditemui baik kursi, tempat parkir, bahkan toilet khusus difabel malah dipakai orang yang tidak cacat atas alasan tertentu.
    Fuad berharap AP I terus mendorong edukasi dan sosialisasi kepada publik soal pengguna fasilitas difabel. Dengan demikian, semua orang bisa merasakan manfaat keseluruhan jasa bandara tanpa mengabaikan yang lain.

    “Perlu ada edukasi dan sosialisasi publik tentang penggunaan fasilitas penyandang disabilitas. Jangan sampai ada priority seat atau tempat duduk (gambar) kursi roda, atau yang sudah ada tandanya untuk anak, lansia, ibu hamil, dan difabel, tapi tetap digunakan oleh orang yang tidak punya hak di situ,” kata Fuad.
    “Kalau toilet sudah jelas kursi roda ya jangan sampai dipakai oleh orang lain dengan alasan kebelet,” katanya.

    4 Kategori Disabilitas

    YIA menggandeng Indonesia Caring untuk menyusun apapun yang bisa melayani kaum difabel lebih nyaman dan leluasa saat menjadi pengguna jasa bandara.
    Komunitas ini gabungan dari Association of The Indoneisan Tours and Travel (ASITA), Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), United Celebral Palsy (UCP), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), dan Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB). 
    Koordinator Indonesia Caring, Meyra Marianti mengungkapkan ada banyak ragam disabilitas. Namun, semuanya terpilah dalam 4 besar, yakni disabilitas mental, sensorik, intelektual, dan fisik.
    Ia berharap, asesmen nanti bisa mewujudkan bandara nan ramah pada pada kebutuhan dasar difabel dari masing-masing kategori tersebut.
    “Paling tidak mereka bisa mandiri tanpa asistensi, sehingga tidak harus dipegang,” kata Meyra.

Sumber Berita :
Share:

Pemkab Kulon Progo Hadirkan Kampung Koteka di Kawasan Menoreh - Tribun Jogja

  • TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sektor agrobisnis banyak berkembang di sekitar destinasi wisata dan sentra perkebunan di kawasan perbukitan Menoreh belakangan ini.
    Hal itu mendorong Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk mengembangkan kampung kopi, teh, dan kakao (Kampung Koteka).
    Kampung Koteka ini dipusatkan di wilayah Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo.
    Ketiga wilayah ini merupakan sentra perkebunan dari tiga komoditas tersebut.
     Adapun program Kampung Koteka ini telah digagas Pemkab sejak 2017 dan dilakukan bertahap hingga 2020 sebagai bagian dari dukungan terhadap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur serta Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
    Kasi Produksi Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Cahyadi Jono mengatakan agribisnis banyak tumbuh di tiga kecamatan itu dalam tiga tahun terakhir.
    Terutama di sekitar objek-objek wisata sehingga mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
    Adapun kampung-kampung agribisnis yang dikembangkan Pemkab melalui program Kampung Koteka itu antara lain Kampung Kakao di Banjararum (Kalibawang), Kampung Kopi Purwosar (GIimulyo), dan Kampung Kopi Gerbosari maupun Pagerharjo (Samigaluh).
     "Di sana dibangun unit usaha perkebunan yang dikelola masyarakat sekaligus menjadi objek wisata dan agribisnis ini kemudian muncul di sekitarnya sehingga bisa mendongkrak angka kunjungan wisata," kata Cahyadi, Senin (14/10/2019).
    Disebutnya, letak geografis Kulon Progo cukup strategis seiring adanya program pengembangan KSPN Borobudur dan Bandara YIA oleh pemerintah pusat.

Sumber Berita :
Share:

Wisata ke Yogya, Mampir ke Kulon Progo untuk Menoreh Art Festival 2019 - Kompas.com - KOMPAS.com


KULON PROGO, KOMPAS.com - Festival kebudayaan kembali menyemarakkan atmosfer Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hajatan tahunan dengan nama Menoreh Art Festival 2019 (MAF) berlangsung selama 9 hari sejak hari ini, 12 Oktober 2019, sampai 20 Oktober 2019.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak pertunjukkan seni dan budaya yang berbeda-beda setiap hari sepanjang lebih sepekan ke depan. Di antaranya atraksi tari, musik daerah, parade karnival hingga pertandingan olahraga tradisional.

Semua berlangsung di Alun-alun Kota Wates, Kulon Progo. Pemerintah menggelar ini untuk memperingati Hari Jadi ke-68 Kulon Progo.

"Keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan betapa luar biasa kaya budaya kita. Mari kita dukung dan berpartisipasi di dalamnya," kata Plt Bupati Kulon Progo, Sutedjo saat membuka final pertandingan Nglarak Blarak di Alun-alun Wates, Sabtu (12/10/2019).

Festival kebudayaan mendorong seluruh potensi seni dan budaya Kulon Progo muncul, mempertontonkan kemampuannya, dan menyedot penonton.

Diawali dengan pertandingan Ngalarak Blarak yang digelar di alun-alun. Ini pertandingan olahraga khas dan hanya ada di Kulon Progo saja.

Pertandingan ini dulunya hanyalah permainan anak-anak dan pemuda desa menggunakan blarak (dahan kelapa yang masih berjanur) di kampung penderes nira kelapa di perbukitan Menoreh.

Pemerintah mengemasnya menjadi sebuah pertandingan. Jadilah sekarang Nglarak Blarak sebagai lomba pacuan manusia menggunakan dahan pohon kelapa.

Pemerintah mengangkatnya menjadi olahraga tradisional Kulon Progo. Olahraga ini pun naik daun dalam 3 tahun belakangan.

"Awalnya (MAF 2019) adalah final Nglarak Blarak, selanjutnya macam-macam kegiatan," kata Joko Mursito, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulon Progo, sebelumnya.



KOMPAS.com/ DANI J Warga bahkan menonton dari jarak sangat dekat pertunjukan sendratari Sugriwa Subali. Mereka memadati sampai nekat menaiki panggung. Sendratari ini salah satu agenda dalam Menoreh Art Festival 2018 dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-67 Kulon Progo.Joko mengungkapkan, rangkaian kegiatan berlanjut pada kegiatan lain sampai malam. Setelah Nglarak Blarak berlanjut dengan Parade Penyanyi Campursari.

Di hari-hari berikutnya ada pertunjukkan wayang menggunakan tiga kelir atau layar. Kemudian pertunjukkan Sendratari Sugriwa Subali dan Sendratari Api di Bukit Menoreh sebagai ikon Kulon Progo.

Kegiatan olah raga tradisional lain adalah pertandingan jemparingan atau memanah tradisional tingkat nasional.

Belum lagi ada macapatan massal, karawitan dan paduan suara maupun flashmob.

Warga-warga dari pegunungan juga turun ke MAF untuk mengikuti festival bulan purnama sambil bermain musik dari lesung penumbuk padi.

Dalam gelar MAF 2019 ini pemerintah juga memberi anugerah bagi sejumlah tokoh budaya. Pemerintah juga merilis buku berjudul "Sanun" yang menceritakan kisah seorang tentara pelajar asli Kulon Progo yang jadi polisi lantas terbunuh di lapangan Shanun di Kecamatan Sentolo.

"Kami juga akan memberikan anugerah kepada beberapa tokoh budaya," kata Joko.

Pemerintah berharap dengan adanya festival ini dapat memperkenalkan kebudayaan yang telah ada di Kulonprogo ke pada masyarakat luas.


KOMPAS.com/ Dani J Tari Barong di Pertunjukan Seni Perbatasan dalam rangka Menoreh Art Festival 2018 di Kulon Progo, DIY, Rabu (17/10/2018) malam.Semuanya ini bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi ke-68 Kabupaten Kulon Progo. Rangkaian acara HUT sejatinya sudah dimulai sejak 9 September 2019 lalu dengan turnamen sepakbola.

Dilanjutkan lomba lain, seperti lomba sapi potong, kambing PE, pameran pembangunan Kulon Progo, donor darah, dan berbagai even lainnya.

Gelar seni dan budaya di Menoreh Art Festival 2019 menjadi pamungkas.
Pasar Kangen

Sedikit berbeda dengan MAF tahun sebelumnya. Festival kebudayaan MAF berlanjut dengan Pameran Seni Rupa 'RUPAKU' yang berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo pada 21-30 Oktober 2019.

MAF pada tahun-tahun sebelumnya, pameran seni rupa jadi satu lokasi dengan festival budaya berlangsung, yakni alun-alun.

"Yang ditampilkan mulai dari komunitas perupa, juga mengundang kurator dari Jogja, pelaku budaya, komunitas seni pertunjukan," katanya.

Pameran seni rupa tidak berlangsung sendiri. Pemkab mengemas Taman Budaya menjadi semacam Pasar Kangen. Di pasar itu ada berbagai kuliner khas Kulon Progo dan pernak pernik produksi masyarakat Kulon Progo.

"Banyak menampilkan wajah Kulon Progo dari sisi kebudayaan dan kuliner," kata Joko.



Sumber Berita :
Share:

Delapan Kecamatan di Kulon Progo Dilanda Kekeringan - CNN Indonesia

  • Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih mengalami peningkatan dari 4.150 jiwa menjadi 8.316 jiwa pada musim kemarau tahun ini.
    Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Suhardiyana, mengatakan sebanyak lebih dari 8.300 jiwa yang kesulitan air bersih tersebar di delapan kecamatan.

    Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Kokap, Pengasih, Girimulyo, Panjatan, Lendah, dan Sentolo.
    "Kami memperkirakan jumlah warga yang kesulitan air bersih lebih dari 8.316 jiwa. Kami terus memantau distribusi air bersih ke masyarakat supaya mereka tetap bisa mencukupi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari," kata Suhardiyanta, sepertiyang dikutip dari Antara, Minggu (13/10).

    Ia mengatakan sampai saat ini, masih banyak masyarakat mengajukan permintaan bantuan dropping air bersih.
    Tidak hanya dari pedusunan, Suhardiyanta menambahkan, permintaan penyaluran air juga datang dari sejumlah rumah ibadah dan sekolah.
    "Jumlah wilayah serta jumlah penduduk yang terdampak, terus mengalami peningkatan. Mata air warga banyak yang sudah mengering," katanya.
    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Astungkoro mengatakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memastikan, kebutuhan air masyarakat akan tetap dipenuhi hingga datangnya musim hujan tiba.
    Hingga saat ini sudah tersalurkan 770 tangki air bersih ke masyarakat, ujarnya.
    "Dari koordinasi dengan pihak BMKG, diperkirakan ada kemunduran musim hujan. Kami memiliki 301 tangki air bersih dan siap disalurkan jika datang permintaan," kata Astungkoro.

    Astungkoro menjelaskan air menjadi lebih bermanfaat dibandingkan dengan uang di saat musim musim kemarau. Karena itu, pihak desa di Kulon Progo diminta mencadangkan dana kedaruratan yang diambil dari dana desa, untuk keperluan penanganan kekeringan.
    "Selain untuk membuat pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), dana tersebut juga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya," katanya.
    [Gambas:Video CNN] (ANTARA/agr)

Sumber Berita :
Share:

30 September 2019

Cegah Siswa Ikut Aksi Demo, Pemkab Kulon Progo Bakal Lakukan Sweeping Pelajar - Tribun Jogja



TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo beserta instansi terkait berencana melakukan sweeping terhadap pelajar pada Senin (30/9/2019).

Hal itu untuk menyisir sekaligus mencegah pelajar yang akan mengikuti aksi demonstrasi di Kota Yogyakarta.

Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkara mengatakan hal itu telah dirapatkan dalam koordinasi bersama sejumlah instansi pada pekan lalu.

Di antaranya dari unsur legislatif, kepolisian, dan juga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) maupun Balai Pendidikan Menengah (Dikmen).

Pemkab dalam hal ini juga telah mengedarkan surat imbauan dari Wakil Bupati dan Kapolres agar pelajar tak mengikuti aksi tersebut.

"Tentu ada antisipasi lapangan, mungkin dengan sweeping, razia di beberapa titik agar tidak berkembang ke sana (pelajar ikut demo)," kata Astungkara, Minggu (29/9/2019).

Sweeping akan dilakukan di sejumlah titik, terutama kawasan perbatasan.

Pelajar yang disinyalir hendak mengikuti aksi demonstrasi itu akan langsung dicegat dan diminta kembali ke sekolah.

Kepolisian juga akan menyambangi sekolah-sekolah dalam upacara apel Senin pagi, terutama tingkat sekolah menengah atas maupun kejuruan (SMA/SMK) untuk memberikan imbauan tersebut.

"Dikmen juga sudah ada edaran serupa dan Kepala SMP sudah kita kumpulkan,"kata Astungkara.


Sumber Berita :
Share:

Pelajar Kulon Progo Galang Dana untuk Korban Karhutla - Tagar News





Kulon Progo - Puluhan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengurus Osis (FKPO) Kabupaten Kulon Progo menggelar aksi damai berupa penggalangan dana bagi korban karhutla, di sejumlah titik di Kulon Progo.

Nantinya, dana yang berhasil dihimpun akan segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Aksi penggalangan dana ini, ternyata tidak hanya dilakukan di Kulon Progo saja namun juga di wilayah lain di DIY, oleh pengurus FKPO disana.

Pengurus FKPO Kabupaten Kulon Progo Hari Kurniawan mengatakan, penggalangan dana bagi korban Karhutla di Kulon Progo dilaksanakan di sejumlah titik, diantaranya di depan Terminal Wates, Simpang 5 Karangnongko, dan Simpang 4 UNY Wates dan kemudian berkumpul di Alun Alun Wates.

"Dalam aksinya, mereka yang terlibat menempati sejumlah titik lampu merah, untuk penggalangan dana saat lampu merah. Selain itu, kami membentangkan spanduk kecil dengan tulisan "Bantu Saudara Kita Bernafas',"ujar Hari Kurniawan di Kulon Progo sabtu sore 28 September 2019.

Hari menambahkan, penggalangan dana tersebut bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita di tanah air Indonesia seperti di Riau, Sulawesi dan Kalimantan, sehingga beban mereka akibat terdampak kabut asap bisa lebih ringan.


Untuk penyalurannya, dana yang terkumpul akan dijdikan satu di tingkat DIY. Setelahnya dana itu akan disalurkan melalui organisasi kemanusian yang sudah disepakati bersama.

Ternyata aksi mereka ini, mendapat sambutan baik dari masyarakat Kulon Progo yang kebetulan melintas dititik yang menjadi lokasi penggalangan dana para pelajar ini.

Sumarti umur 46 tahun warga Temon mengatakan, aksi para pelajar ini sangat positif daripada ikut aksi demo yang tidak jelas. Penggalangan dana ini, sebaiknya diteruskan karena korban karhutla masih banyak.

"Saya mendukung mas. Jadi ya lanjutkan lagi saja, kasihan mereka yang terkena dampak karhutla,"ujarnya usai menyalurkan sedikit dana bagi korban karhutla.

Tidak lupa Sumarti juga mengharapkan agar segera turun hujan agar karhutla bisa segera teratasi dan masyarakat dilokasi kebakaran hutan dan lahan bisa beraktivitas normal kembali.

Harapan serupa, juga disampaikan oleh Wagiyo Warga Girimulyo Kulon Progo. Dia berharap masyarakat di lokasi Karhutla bisa sabar.

"Semoga karhutla bisa segera ditangani, dan pelaku pembakaran hutan dan lahan bisa mendapat hukuman yang setimpal,"pungkasnya. []


Sumber Berita :
Share:

23 September 2019

Hingga 2022, Kulon Progo Targetkan 75 Desanya Tangguh Bencana




TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Upaya penyiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus digalang di Kulon Progo.

Ditargetkan hingga akhir 2022 lebih dari separuh jumlah desa yang ada bisa terbentuk menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Hepy Eko Nugroho mengatakan jumlah desa berstatus tangguh saat ini sebanyak 40 desa dari total 87 desa yang ada di Kulon Progo.

Pihaknya menargetkan pada akhir 2019 terdapat 43 desa tangguh bencana dan di 2022 ada 75 desa.

Pembentukan desa menjadi Destana menjadi penting mengingat ragam potensi kebencanaan yang mengintai hampir seluruh wilayah Kulon Progo.

"Destana menjadi langkah sistemik dalam mengupayakan sosialisasi terkait teknis antisipasi dan penanggulangan bencana kepada masyarakat," kata Hepy di sela simulasi bencana di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Senin (23/9/2019).

Disebutnya, potensi kebencanaan di Kulon Progo terilang cukup lengkap, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga tsunami.

Garis pantai di wilayah Kulon Progo cukup panjang dari wilayah Kecamatan Galur, Panjatan, Wates, hingga Temon.

Pun di sepanjang kawasan pesisir terdapat bangunan atau fasilitas vital serta permukiman padat penduduk sehingga perlu menjadi perhatian tersendiri dengan membangun kesiapsiagaan masyarakat setempat.

Hepy menyebut, ada sekitar 10 desa yang berada di sepanjang pesisir pantai Kulon Progo dan berpotensi diterjang tsunami apabila gempa besar terjadi.

Sembilan di antaranya sudah menyandang status Destana, termasuk Desa Karangwuni.

"Lokasinya sangat dekat dengan pantai sehingga rawan terkena tsunami. Maka itu, kita berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana melalui berbagai langkah, termasuk simulasi," kata Hepy.

Kepala Desa Karangwuni, Wasul Khasani mengatakan wilayahnya hanya berjarak sekitar 800 meter-1 kilometer dari bibir pantai sehingga termasuk dalam zona merah terjangan tsunami.

Pihaknya juga berupaya untuk terus memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kesadaran terhadap potensi bencana tersebut sehingga mereka bisa lebih waspada. (TRIBUNJOGJA COM)


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Hingga 2022, Kulon Progo Targetkan 75 Desanya Tangguh Bencana, https://jogja.tribunnews.com/2019/09/23/hingga-2022-kulon-progo-targetkan-75-desanya-tangguh-bencana.
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber Berita :
Share:

Arkadia Digital Media dan Pemkab Kulon Progo Siap Jalin Kerja Sama

Iwan Supriyatna | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 22 September 2019 | 13:24 WIB


Kadis Kominfo Kulon Progo Rudiyatno dan Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono - (Suara.com/Julianto)

Arkadia Digital Media telah menyambangi Kantor Bupati Kulon Progo.

Suara.com - Delapan portal yang bernaung di bawah PT Arkadia Digital Media Tbk termasuk SuaraJogja.id melakukan audiensi ke Kantor Bupati Kulon Progo di Kelurahan dan Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (20/9/2019) siang.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono, didampingi Kepala Biro Arkadia Digital Media Yogyakarta Rendy Sadikin.

Selama berkunjung, pihak Arkadia Digital Media disambut Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo Rudiyatno, Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Kominfo Kulon Progo Heri Budi Santosa, dan Kasubag Humas Pemkab Kulon Progo Arning Rahayu.

Selain silaturahmi, kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama sekaligus perkenalan antara Arkadia Digital Media dan Pemkab Kulon Progo.

Di samping itu, Arkadia Digital Media juga mengenalkan portal daerah SuaraJogja.id yang meliput kabar terkini di wilayah sekitar DI Yogyakarta.

"Istilahnya, kalau orang Jawa, kula nuwun. Di Biro Jogja ini, yang dikepalai Rendy, ada tujuh portal, MataMata, BolaTimes, HiTekno, Dewiku, MobiMoto, Guideku, dan HiMedik, dan kami juga punya portal daerah SuaraJogja.id," ujar Suwarjono.

Ajakan untuk bekerja sama dari Arkadia Digital Media pun disambut baik oleh pihak Pemkab Kulon Progo.

"Kami senang tentunya, dengan adanya jalinan relasi ini, nantinya akan memperkaya dan memperkuat khazanah informasi," ungkap Rudiyatno.

Terlebih, kata dia, pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo menjadi daya tarik potensial.

"Perputaran roda dan pemerataan ekonomi juga menjadi fokus kami, dan penyebaran informasi dari media pasti akan sangat membantu program tersebut," jelasnya.

Sumber Berita :
Share:

Salat Istiska Digelar di Kulon Progo

Kulon Progo - Kaki-kaki kecil melangkah ringan menuju sebuah tanah lapang. Tangannya menenteng tas berisikan berbagai peralatan ibadah seperti mukena dan peci. Mereka tidak berjalan sendiri. Ditemani orang tuanya, ratusan siswa di Kulon Progo melaksanakan salat Istiska atau salat meminta hujan.

Siswa-siswi yang berasal dari Yayasan Amal Insan Mulia Kulon Progo ini terpikir untuk menyelamatkan saudara-saudarinya yang tertimpa musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), utamanya di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Mereka melakukan salat Istiska di lapangan Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Ini sebagai ikhtiar umat Islam memohon kepada Allah untuk dijauhkan dan dihindarkan dari bala kekeringan ini, sehingga menurunkan rahmatnya lewat hujan.

Dengan turunnya hujan, diharapkan sebagian wilayah di Indonesia yang saat ini tengah dilanda karhutla dan kekeringan akibat kemarau panjang dapat tertangani dengan cepat.

Salah seorang peserta salat Istiska, Carissa Masayu Audrea mengatakan senang dan bahagia dapat terlibat dua kali dalam ibadah ini.

Siswa memberikan donasi bagi korban karhutla di Sumatera dan Kalimantan setelah salat Istiska di Kulon Progo. (Foto: Tagar/Harun Susanto).

Siswa kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnu Mas'ud ini, berniat tulus membantu saudara se-Tanah Air mereka yang terkena dampak asap akibat karhutla di seberang pulau sana, bahkan saat ini sudah melanda sebagian kawasan di Pulau Jawa.

"Saya kasihan sama mereka. Mereka tidak bisa sekolah, karena terganggu kabut asap yang pekat," ujarnya dengan raut wajah masam saat dijumpai Tagar, di Pengasih, Kulon Progo, 23 September 2019.

Sementara peserta lainnya, Nesya Julia Manda Rahmasari juga mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Perempuan berusia 11 tahun ini berharap melalui salat Istiska, hujan bisa segera turun di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla dan kekeringan.

"Semoga masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak karhutla, selalu diberi keselamatan. Saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi," ujar siswa kelas V SDIT Ibnu Mas'ud ini.

Sementara itu penanggung jawab ibadah salat Istiska, Riswanto menerangkan, kegiatan pada Jumat, 19 September lalu diselenggarakan sebagai bentuk empati, sekaligus doa kepada masyarakat yang terdampak karhutla di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, ibadah ini juga menjadi doa yang ditujukan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk mengasihi masyarakat di berbagai daerah yang terdampak kekeringan, termasuk juga kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Kulon Progo.

"Banyak saudara-saudara kita di sini khususnya di wilayah pegunungan sampai kekurangan air. Maka ini sebagai ikhtiar kami sebagai umat Islam memohon kepada Allah untuk dijauhkan dan dihindarkan dari bala kekeringan ini, sehingga menurunkan rahmatnya lewat hujan," kata Riswanto.

Menurut dia, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana pendidikan kontekstual bagi siswa-siswi di Yayasan Insan Mulia Kulon Progo atas musibah yang tengah melanda Indonesia.

Riswanto mengharapkan, melalui kegiatan ini ratusan muridnya tidak hanya mengerti secara teori dalam agama, tetapi juga bisa mengaplikasikannya langsung dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk menumbuhkan rasa empati para siswa-siswinya.

"Tujuan dari sholat Istiska adalah hal tersebut, yaitu membantu sesama dan siswa bisa lebih berbudi pekerti," tuturnya.

Selain sholat Istiska, kata Riswanto, pihaknya juga melakukan kegiatan donasi. Di mana uang yang nantinya terkumpul melalui kegiatan ini akan disalurkan kepada korban karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

"Insyallah dananya akan kita salurkan via Jaringan Sekoah Islam Terpadu (JSIT) untuk para korban terdampak," ujar dia, Senin 23 September 2019 di Kulon Progo.

Dia menambahkan, selain siswa-siswi sekolah ini, salat Istiska juga diikuti orang tua siswa, tenaga pengajar, dan pegawai dari lima sekolah yang berada di bawah Yayasan Insan Mulia Kulon Progo, yakni TPA KB TKIT Insan Mulia, TPA KB TKIT Ibnu Mas'ud, SDIT Ibnu Mas'ud, MI Ibnu Mas'ud, dan SMPIT Ibnu Mas'ud. []

Sumber Berita :
Share:

Ini Strategi Pemerintah Percepat Konektivitas YIA Kulon Progo - Detiknews


Sleman - Pemerintah sedang mengebut pembangunan konektivitas Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo dengan beberapa destinasi wisata di kawasan sekitarnya, termasuk ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
"Konektivitas adalah salah satu problemnya," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan mengenai hambatan pengembangan destinasi wisata di kawasan Jogjakarta, Solo dan Semarang atau lebih dikenal dengan Joglosemar.
Hal itu disampaikan Budi usai menjadi keynote speaker seminar 'on tourism supply chain management: harnesing supply chain for tourism industry in Indonesia' di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (21/9/2019).

Budi yakin pembangunan bandara baru di Kulon Progo akan menjadi magnet bagi para turis asing untuk berkunjung ke kawasan Joglosemar. Sekarang ini, katanya, tugas pemerintah adalah membangun konektivitas dari YIA ke kawasan sekitarnya.
"Jalan tol sudah akan dijalankan. Konektivitas kereta api menuju Yogya kita akan segera bangun, tahun depan selesai. Konektivitas kereta api dari Yogya menuju Borobudur juga sudah dirancang, bahkan jalan langsung yang dari Kulon Progo," katanya.

Selain konektivitas kereta api, pemerintah juga tengah mengupayakan pembangunan jalan raya baru yang menghubungkan YIA Kulon Progo dengan Borobudur. Dengan begitu diharapkan bus-bus besar bisa mengangkut penumpang YIA ke Borobudur.
"Kami identifikasi itu ada jalan yang panjangnya kurang lebih 53 kilometer, dengan lebar badan jalan kita harapkan lebih dari sembilan meter. Jadi bus-bus itu akan dengan leluasa bergerak dari Kulon Progo menuju Borobudur, itu yang utama dulu," tuturnya.
Setelah konektivitas YIA selesai, baru pemerintah akan berkonsentrasi membangun Joglosemar. Yakni menghubungkan kota-kota besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta, meliputi Semarang-Solo-Yogyakarta-Kulon Progo-Purworejo-Tegal-Pekalongan.
"Artinya antara Semarang, Solo, Adisutjipto Yogya, Kulon Progo, Purworejo, Tegal, balik lagi ke Pekalongan itu ada satu ring kereta api. Dari ring-ring itu juga dihubungkan ring itu ke beberapa bandara, di antaranya Bandara Kulon Progo," ungkapnya.

Budi melanjutkan, pihaknya menargetkan konektivitas bandara baru di Kulon Progo dengan kawasan sekitarnya selesai akhir tahun 2020. "Nah, kami diperintahkan oleh Pak Presiden (Jokowi) untuk menyiapkan itu semuanya akhir 2020," sebutnya.
"Jadi sebagai contoh akses bandara yang dari kota (Yogya) ke bandara (YIA), kereta api-nya sudah harus selesai Oktober atau November ini... Akses jalan dari Kulon Progo ke Borobudur itu harus selesai pertengahan tahun depan," pungkas alumnus UGM ini.


Sumber Berita :

Share:

22 September 2019

Ribuan Rider Ikuti Jewel of Java Adventure Trail VII di Kulon Progo - Tribun Jogja

  •  
  • TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ribuan rider dari berbagai kota di Indonesia ikut ambil bagian dalam Event otomotif bertajuk Jewel of Java Adventure Trail (JJAT) VII digelar pada Minggu (22/9/2019) di Sentolo. 
    Event otomotif khusus bagi pecinta sepeda motor trail dan olahraga offroad ini digelar oleh pengurus cabang Indonesian Offroad Federartion (IOF) 2x1 Kulon Progo.
    Sekitar 1.500 rider tercatat berpartisipasi dalam agenda ini. Mereka dilepas oleh Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dodit Susanto dan Ketua Pengda IOF 2x1 DIY AKBP Mujiyana di lapangan Demangrejo, Sentolo sebagai titik start dan finish.
    "Ini merupakan tahun ketujuh penyelenggaraannya dan rutin diadakan setiap tahun untuk memperingati hari jadi Kabupaten Kulon Progo,"jelas Ketua Panitia Pelaksana JJAT VII, Fenda TImur. 
    Peserta menurutnya datang dari berbagai daerah antara lain wilayah DIY, Semarang, Ungaran, Purworejo, Magelang, hingga Malang.
    Dalam pelaksanaannya, medan yang harus dilalui para peserta cukup menantang.
    Antara lain menyusuri Sungai Progo dari wilayah Sentolo hingga Lendah dengan banyak trek berbatu sepanjang jalurnya.
    Jarak tempuh yang harus dilalui peserta adalah sejauh sekitar 50 kilometer dan terdapat 13 titik handicap serta 4 tanjakan berhadiah. Mereka juga melewati kawasan Bendung Kamijoro serta industri batik di Lendah.
    "Kami juga turut mempromosikan objek wisata Bendung Kamijoro dan sentra industri batik Lendah dalam kegiatan ini,"kata Fenda. (Tribunjogja I Singgih Wahyu)


Sumber Berita :
Share:

Kekeringan Ekstrem Tahun Ini Membuat Warga Menoreh Menderita - KOMPAS.COM




KULON PROGO, KOMPAS.com – Sumur warga mengering di Pedukuhan Junut, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Air tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga.

Kepala Dukuh Junut, Ngatijah, 45 tahun, mengungkapkan, warga mengandalkan sumur-sumur umum yang berada di daerah yang tinggi. Sumur sengaja tidak digali dalam, namun airnya berlimpah ruah pada musim hujan.

Warga memasang pipa dan mengalirkannya menggunakan selang 0,5 inchi menuju rumah-rumah di tempat yang lebih rendah. Airnya bisa dimanfaatkan puluhan kepala keluarga di Junut bagian lereng yang atas.

"Kondisi berbeda pada musim panas seperti sekarang. Sumur tidak mengalir. Terpaksa warga harus menunggu di mata air itu, mengisi jeriken, dan dipikul," kata Ngatijah, Sabtu (21/9/2019).

Bukit Menoreh tidak diguyur hujan sejak Juni 2019. Kawasan lereng menjadi tandus. Kebun-kebun berubah menjadi warna coklat karena guguran daun layu.

Ngatijah mengungkapkan, kondisi seperti ini terjadi berulang kali terjadi tiap musim kemarau yang panjang. Dusun mereka selalu menjadi salah satu yang paling parah hingga langganan memperoleh bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak ke-3.

Warga Junut 200-an jiwa. Kebanyakan bekerja sebagai buruh tani di desa maupun kecamatan tetangga.

Kontur dusun miring pada lereng bukit. Mereka mendiami lereng bawah dan atas. Warga di lereng atas sebanyak 2 RT yang paling kesulitan air bersih.
 
Debit mata air sumur semakin mengecil, mereka tak lagi menarik selang. Warga berduyun ke sumur dan antre dari subuh.

"Yang kerja di sawah ladang pagi sampai siang, sorenya antre juga untuk ambil air bawa ke rumah," kata Ngatijah.
Share:

Atasi Kekeringan di Kulonprogo, MDMC Bikin Sumur


KULONPROGO, KRJOGJA.com - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Kulonprogo dalam upaya mengatasi kekurangan air bersih di beberapa titik,

membuat sumur bor atau gali. Salah satunya di Pedukuhan Tirto Desa Hargotirto Kecamatan Kokap.
Diungkapkan Koordinator MDMC Kulonprogo Sunar Wibowo, pembuatan sumur gali saat ini sudah dilaksanakan di Hargotirto Kokap. Sedangkan yang lain akan dikerjakan lagi di tiga tempat yakni di Sidoharjo Samigaluh, Panti Asuhan Muhammadiyah Tuksono Sentolo, dan Masjid Salsabila Kaliagung Sentolo. Untuk yang lain ini pelaksanaannya masih menunggu tukang karena antre. Pembuatan sumur tersebut disesuaikan kebutuhan, yang di Kokap dan Samigaluh dibuat sumur gali dan di Tuksono adalah sumur bor
"Pada saat ini, yang di Hargotirto Kokap, airnya sudah dimanfaatkan warga. Tiap pagi disedot bisa 600 liter, jadi sehari debit air keluar 1200 liter. Untuk mensuplai listriknya pakai genset. Pemanfaat sumur 3 RT dengan jumlah 100 KK," ucap Sunar, Jumat (20/09/2019).
Selain membikin sumur, tambah Sunar, MDMC dan Lazismu juga melakukan droping air (untuk jangka pendek). Kegiatan ini (droping) sudah berjalan sejak awal Agustus sampai masyarakat tercukupi. "Sedangkan pipanisasi dalam tahap asesmen," kata Sunar. (Wid)


Sumber Berita :
Share:

Proyek Jalan Tol Yogyakarta akan Lewati Belasan Desa Kulon Progo





Foto udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera mengajukan permohonan penetapan lokasi (penlok) jalur jalan tol yang melewati wilayah Kulon Progo.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan Bina Marga saat ini terus melakukan finalisasi pengajuan izin penetapan lokasi (IPL) untuk tol yang melewati Kulon Progo. “Posisi sekarang adalah usulan penetapan lokasi dari Dirjen Bina Marga ke Gubernur DIY. Sebentar lagi usulan penlok diajukan,” katanya, Senin 16 September 2019.

Dirjen Bina Marga sudah mengajukan permohonan IPL untuk trase atau sumbu jalan tol yang menghubungkan Solo-Jogja dan Jogja-Bawen. IPL untuk kedua trase tersebut sudah disampaikan pada pekan lalu. Saat ini IPL tersebut masih diproses oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY.

Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno mengatakan permohonan IPL yang diajukan oleh Dirjen Bina Marga hanya untuk ruas jalan tol yang menghubungkan antara Solo-Jogja-Bawen. Sementara untuk ruas jalan tol yang melewati Kulon Progo belum diajukan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY Hananto Hadi Purnomo mengatakan finalisasi untuk jalur tol yang melewati Kulon Progo masuk tahap akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menginingkan ada tiga exit toll. Keinginan tersebut sudah dipenuhi.

“Kami sudah memfasilitasi rencana Pemkab Kulon Progo untuk memindahkan ibu kota menjadi Wates Baru, dengan exit toll. Jalur [di Kulonprogo] sudah hampir final,” katanya.Sumber Berita :

Share:

Pembangunan Bandara Kulon Progo Capai 80%, Fokus di Terminal - detikFinance


Kulon Progo - Progres pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) telah mencapai 80%. Saat ini pembangunan YIA difokuskan pada konstruksi gedung terminal tepatnya di lantai 3.
"(Progres pembangunan YIA) Sekarang sudah 80 persen," ucap General Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Yogyakarta, Agus Pandu Purnama saat ditemui di Kantor Helpdesk AP I, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Senin (16/9/2019).
Pandu melanjutkan, saat ini para pekerja tengah fokus untuk menyelesaikan pembangunan terminal yang berada di lantai 3 YIA. Menurutnya, dari segi fisik, proses pembangunan terminal hampir rampung dan tinggal menunggu finishing saja.
"Fokus pembangunan saat ini di terminal dan terminal ini finishing-nya memang lama karena butuh sentuhan seni. Kalau (pembangunan) secara fisik cepat dan sudah jadi semua," ucapnya.
Diketahui bersama, Project Manager Pembangunan YIA PT. Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi menyebut bahwa saat ini AP I tengah fokus mengerjakan terminal keberangkatan di lantai 3.
"Progres (pembangunan fisik YIA) sudah 76 persen dan saat ini kita ngejar (pembangunan) terminal ini (terminal keberangkatan di lantai 3 YIA). Karena allhamdulillah bangunan lain hampir selesai," katanya saat ditemui di Terminal lantai 3 YIA di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/8/2019).
Taochid juga membenarkan adanya pemindahan jadwal penerbangan dari Bandara Adi Sucipto ke YIA pada awal tahun depan.
"Kita rencanakan di akhir Desember, full bangunan ini sudah selesai, sehingga di Januari akhir (2020) kita bisa pindahkan (penerbangan dari Adi Sucipto) ke YIA ini. Tapi untuk domestik, kalau untuk (penerbangan) internasional masih kita perlu waktu untuk persiapan Hazard Identification and Risk Assessment sekitar 3 sampai 4 bulan," pungkasnya.

Sumber Berita :
Share:

Pemkab Kulon Progo dinilai lambat tertibkan tambak udang - ANTARA




Kulon Progo (ANTARA) - Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati menilai pemerintah setempat lambat menangani pemerataan tambak udang di selatan Bandara Internasional Yogyakarta, sehingga mengganggu pemandangan dari pesawat yang akan mendarat.
Akhid Nuryati di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan dirinya sudah melakukan pemantauan tambak udang di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan menemukan banyak tambak udang yang kosong tapi belum dilakukan pembongkaran atau perataan.
"Banyak sekali tambak udang yang kosong tapi belum dieksekusi oleh pemkab. Pada tahap pertama ada 10 petak tambak udang, tahap kedua 12 petak, seharusnya tidak perlu menunggu kosong semua baru ditertibkan," kata Akhid.
Seperti diketahui, Pemkab Kulon Progo memberi tenggat waktu pengosongan lahan tambak udang di selatan BIY paling lambat 31 Oktober. Namun dari total 250 petak tambak udang di selatan BIY, baru sekitar 25 petak yang diratakan, sehingga berpotensi menghambat penanaman sabuk hijau.
Selatan BIY Kulon Progo diproyeksikan sebagai sabuk hijau dalam rangka mencegah terjadinya gelombang tinggi, abrasi dan tsunami.
Ia mengatakan tambak udang yang tidak ada baling-baling dan pompa air harus segera diratakan meski ada airnya. Kalau tidak segera diratakan, petambak akan mengisi lagi dengan benih. 
Menurut Akhid, penertiban tambak udang tidak akan menimbulkan masalah sosial, bila menerapkan asas keadilan. Petambak udang sudah banyak yang berhenti, tidak menabur benih udang lagi.
"Kita harus menghargai masyarakat yang sudah tidak menabur benih udang lagi, sehingga yang lain harus dieksekusi. Kalau tidak, artinya kita tidak menerapkan asas keadilan," katanya.
Akhid mengatakan penertiban tambak udang sangat mendesak untuk segera ditertibkan. Hal ini dikarenakan kondisi kawasan BIY sangat kumuh. Sehingga setiap penumpang yang melihat selatan BIY sangat kumuh dilihat dari atas.
"Tidak seperti bandara-bandara lain, saat akan mendarat kawasan bandara terlihat hijau. Padahal BIY ini sangat seksi dilihat dari udara," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sudarna mengatakan penertiban tambak udang ditargetkan selesai pada akhir September ini. Selain itu, pihaknya sudah bertindak sesuai standar operasional pelaksanaan di lapangan.
"Kami juga menerapkan asas keadilan. Kami juga melakukan pendekatan persuasif kepada petambak udang supaya secara kesadaran menghentikan aktivitas tambak udangnya," katanya.
 Pewarta: Sutarmi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber Berita :
Share:

21 September 2019

Ini Strategi Pemerintah Percepat Konektivitas YIA Kulon Progo - Detiknews


Sleman - Pemerintah sedang mengebut pembangunan konektivitas Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo dengan beberapa destinasi wisata di kawasan sekitarnya, termasuk ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
"Konektivitas adalah salah satu problemnya," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan mengenai hambatan pengembangan destinasi wisata di kawasan Jogjakarta, Solo dan Semarang atau lebih dikenal dengan Joglosemar.
Hal itu disampaikan Budi usai menjadi keynote speaker seminar 'on tourism supply chain management: harnesing supply chain for tourism industry in Indonesia' di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (21/9/2019).

Budi yakin pembangunan bandara baru di Kulon Progo akan menjadi magnet bagi para turis asing untuk berkunjung ke kawasan Joglosemar. Sekarang ini, katanya, tugas pemerintah adalah membangun konektivitas dari YIA ke kawasan sekitarnya.
"Jalan tol sudah akan dijalankan. Konektivitas kereta api menuju Yogya kita akan segera bangun, tahun depan selesai. Konektivitas kereta api dari Yogya menuju Borobudur juga sudah dirancang, bahkan jalan langsung yang dari Kulon Progo," katanya.

Selain konektivitas kereta api, pemerintah juga tengah mengupayakan pembangunan jalan raya baru yang menghubungkan YIA Kulon Progo dengan Borobudur. Dengan begitu diharapkan bus-bus besar bisa mengangkut penumpang YIA ke Borobudur.
"Kami identifikasi itu ada jalan yang panjangnya kurang lebih 53 kilometer, dengan lebar badan jalan kita harapkan lebih dari sembilan meter. Jadi bus-bus itu akan dengan leluasa bergerak dari Kulon Progo menuju Borobudur, itu yang utama dulu," tuturnya.
Setelah konektivitas YIA selesai, baru pemerintah akan berkonsentrasi membangun Joglosemar. Yakni menghubungkan kota-kota besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta, meliputi Semarang-Solo-Yogyakarta-Kulon Progo-Purworejo-Tegal-Pekalongan.
"Artinya antara Semarang, Solo, Adisutjipto Yogya, Kulon Progo, Purworejo, Tegal, balik lagi ke Pekalongan itu ada satu ring kereta api. Dari ring-ring itu juga dihubungkan ring itu ke beberapa bandara, di antaranya Bandara Kulon Progo," ungkapnya.

Budi melanjutkan, pihaknya menargetkan konektivitas bandara baru di Kulon Progo dengan kawasan sekitarnya selesai akhir tahun 2020. "Nah, kami diperintahkan oleh Pak Presiden (Jokowi) untuk menyiapkan itu semuanya akhir 2020," sebutnya.
"Jadi sebagai contoh akses bandara yang dari kota (Yogya) ke bandara (YIA), kereta api-nya sudah harus selesai Oktober atau November ini... Akses jalan dari Kulon Progo ke Borobudur itu harus selesai pertengahan tahun depan," pungkas alumnus UGM ini.b 

Sumber Berita :
Share:

Penerbangan Internasional Bandara Kulon Progo Mulai April 2020 - detikFinance


Kulon Progo - PT Angkasa Pura I (Persero) mengumumkan jadwal penerbangan internasional di Yogyakarta International Airport (YIA) dimulai April 2020. Operator bandara tersebut tengah menunggu konfirmasi maskapai asing.
"April (2020) kita akan operasikan untuk internasional," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi saat ditemui di Bandara YIA, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (18/9/2019).
Terkait maskapai mana saja yang akan mendarat di YIA, Faik mengaku belum bisa mengungkapkannya secara gamblang karena masih menunggu konfirmasi. Namun, ia menyebut bahwa penerbangan internasional dimulai pada April.
"Yang jelas eksisting, kan ada Air Asia terus Garuda rencana seperti itu, Citilink saya dengar juga gitu. Kalau yang (maskapai) internasional saya masih menunggu konfirmasi," ucapnya.
Faik menambahkan, hingga Agustus 2018 terdapat 14 penerbangan di YIA setiap harinya. Bahkan, akhir bulan ini ia menyebut dari 14 jadwal penerbangan itu bertambah menjadi 34 penerbangan dari YIA.
"Bulan ini naik jadi sekitar 34 penerbangan per hari, semua penerbangan domestik dan bukan pengalihan dari Adi Sutjipto tapi tambahan baru," katanya.
Sebagai informasi, beroperasinya YIA belum dibarengi dengan jadwal penerbangan internasional. Terkait hal itu, AP I mengaku telah berdiskusi dengan beberapa maskapai, sehingga penerbangan internasional dapat tersedia tahun depan.
Faik juga pernah menjelaskan, bahwa AP I telah melakukan komunikasi dengan beberapa maskapai penerbangan internasional. Bahkan, ia menyebut AP I telah mempersiapkan jadwal penerbangan internasional di YIA.
"Tergantung dengan airlines-nya juga, yang penting kita dari airport di bulan Desember sudah kita siapkan," ujarnya saat ditemui di Yogyakarta International Airport (YIA), Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (23/8/2019).
"Kalau yang sudah diskusi dengan kita ada dari Garuda, terus ada beberapa (pesawat) chartered juga," imbuh Faik.

Faik juga menyebut, jika sudah terealisasi, maka jadwal penerbangan internasional dari maupun ke YIA lebih didominasi rute Asia.
"Kemungkinan yang paling ini dulu dari Cina, dari Timur Tengah juga, terus kemudian dari Jepang, Korea dan sebagainya," kata Faik.
Terkait kapan jadwal penerbangan internasional di YIA terealisasi, Faik mengaku belum bisa memastikannya. Namun, ia mengatakan bahwa penerbangan itu akan terealisasi di tahun 2020.
"Iya bisa (tahun depan sudah ada penerbangan internasional di YIA)," katanya.

(ara/ara)

Sumber Berita :
Share:

Bandara Baru di Kulon Progo Dilengkapi New Beringharjo dan Koridor Malioboro

  

TRIBUNJOGJA.COM -- Proses pembangunan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) saat ini sudah mencapai 76 persen.

Artinya pembangunan konstruksi sebentar lagi selesai, tinggal menyisakan 24 persen lagi.

Bandara yang terletak di Kabupaten Kulon Progo itu digadang menjadi bandara terluas dan termegah saat ini yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I.


Nantinya--saat semua sudah beroperasi-- salah satu sudut Bandara, akan dilengkapi dengan New Beringharjo dan Koridor Malioboro.

General Manager PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan New Beringharjo menempati lahan seluas 1.900 meter persegi.

Di lahan seluas itu didedikasikan khusus untuk ditempati oleh UMKM asli dari Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, aneka kerajinan, oleh-oleh, makanan dan ritel.


"New Beringharjo ini ditempat komersial space. Menjadi daya tarik bagi wisatawan," katanya, saat ditemui di Ros In Hotel, Bantul, Senin (2/9/2019)

Dijelaskan Pandu, semua unit usaha bisa masuk disana.

Namun harus melalui kurasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada standar yang telah ditentapkan supaya produknya bisa dijual di New Beringharjo.

Share:

Rencana Pemindahan Ibu Kota Kulonprogo terus Digodok



Jalu Rahman Dewantara - Bisnis.com14 September 2019 | 03:00 WIB



 
Bisnis.com, KULONPROGO—Rencana pemindahan ibu kota Kulonprogo dari Kota Wates ke wilayah baru masih digodok.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kulonprogo Astungkara mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai rencana ini. Kendati demikian, bukan berarti rencana mencari ibu kota pengganti di luar Wates ditinggalkan.
“Saat ini belum ada pembahasan lagi, tetapi yang pasti sambil jalan, soalnya masih banyak infrastruktur yang harus dipikirkan,” kata Astungkara, Jumat (13/9/2019).

Sebelum Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) mulai dibangun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sudah berencana menyiapkan infrastruktur yang lebih representatif bagi ibu kota baru. Kawasan perkotaan, perkantoran, permukiman hingga perdagangan akan ditata ulang agar bisa mengimbangi dampak bandara yang kemungkinan bisa membuat Kota Wates jauh lebih padat daripada sekarang.

Area parkantoran di lingkungan Pemkab Kulonprogo terbilang padat. Sementara kawasan sekitar Jalan Sugiman yang merupakan area perkantoran instansi di luar kompleks Pemkab sulit berkembang lantaran lahannya sempit. Kemudian, muncul wacana memindahkan kantor kepala daerah, kompleks pemerintahan, hingga DPRD di kawasan baru.

Pemkab punya dua pilihan, yakni memindahkan perkantoran ke wilayah utara berdasarkan struktur ruang atai menenmpatkan perkantoran di wilayah selatan berdasarkan sejarah berdirinya Kabupaten Kulonprogo, yang merupakan gabungan antara Kabupaten Kulonprogo dan Kadipaten Adikarto.

“Kabupatennya menggunakan Kulonprogo, tapi ibu kotanya di Adikarto. Pemikirannya yang berkembang bisa seperti itu, mudah-mudahan nanti bisa terealisasi,” ujar Astungkara.

Sumber Berita :
Share:

31 August 2019

Menhub: Kolaborasi Dengan TP4P Percepat Pembangunan Bandara YIA Kulon Progo J

ilustrasi bandara


TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Mendapat apresiasi Presiden Jokowi tentang kecepatan pembangunan, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa cepatnya pembangunan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) karena terjalinnya kerjasama yang baik antar lembaga.

Lembaga yang dilibatkan adalah Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan TP4D. "Bandara YIA bisa cepat karena kita menggandeng TP4P dan TP4D," Kata Menhub, di Yogyakarta, Jumat (30/8/2019).

Demi transparasi maka Kemenhub kata Budi Karya menggandeng TP4P dan TP4D dalam hal penyelesaian tanah dan proses lainnya. "Termasuk proses tender maupun kontrak, olehkarenanya Bandara YIA bisa cepat selesai," Ujar Menhub.

Diketahui TP4P dan TP4D ini adalah satgas yang dibentuk oleh Kejaksaan Agung untuk melakukan pendampingan bagi pemerintah pusat maupun di daerah dalam melakukan program-program pembangunan. Sehingga korupsi bisa dihindari.

TP4P dan TP4D ini bertugas memberikan pengawalan dan pengamanan kepada pejabat pemerintah terkait akselerasi pembangunan dan program-program strategis pembangunan nasional.

Sebelumnya Menhub mengatakan Presiden Jokowi sangat apresiasi sekali dengan cepatnya pembangunan Bandara YIA yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

"Presiden gembira, kita bisa membuat bandara yang memiliki kualifikasi bagus dengan kecepatan yang luar biasa, ini bisa menjadi contoh bagi kita untuk membuat bandara-bandara yang lain," ujar mantan Dirut AP II dan Dirut PT Ancol ini.

Bandara Kulonprogo kata Menhub, bisa menjadi canter distribusi turis ke seluruh Jawa Tengah, khususnya ke Borobudur. Dan Presiden Jokowi ingin tahu angkutan-angkutan apa yang bisa menghubungkan dari bandara itu ke tempat yang lain. "Kita coba rumuskan, ada jalan tol, ada jalan kereta api, itu akan di matchingkan dengan suatu koneksitas ke tempat ke tempat yang lain," Ujarnya.

Diketahui, Budi Karya melakukan lawatan kerjanya ke Yogyakarta dalam rangka menemani Kunjungan Kerja Presiden Jokowi. Hari pertama Menhub menemani Presiden melakukan pembagian 3.800 sertifikat bagi warga Kabupaten Purworejo dan menonton pagelaran wayang kulit di Alun-alun Kabupaten Purworejo.

Dihari kedua, Menhub juga menemani Presiden bersepada santai di kawasan wisata Candi Borobudur. Dilanjutkan dengan Rapat Terbatas (Ratas). Sebelum kembali ke Jakarta via Bandara Adisucipto, Menhub menyempatkan Sholat Jumat di Masjid Baitulsalam Yogyakarta.

Sumber Berita :
Share:

Manunggal Fair Kulon Progo Tahun Ini Digelar di 2 Lokasi - TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO



TRIBUNJOGJA COM  KULON PROGO - Hal berbeda akan mengiringi agenda tahunan Manunggal Fair di Kulon Progo pada 2019 

Gelaran tersebut akan dilaksanakan dalam dua tempat berbeda sekaligus.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo, Heri Darmawan mengatakan bahwa Manunggal Fair tahun ini akan sedikit berbeda dibanding sebelumnya.
 

Lokasinya tahun ini ada dua titik yakni di Taman Budaya Kulon Progo (TBK) dan Lapangan Pengasih dan digelar pada Oktober. 

Gerai pamer dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM ) akan ditempatkan di TBK sedangkan area permainan ditempatkan di Lapangan Pengasih.

"Langkah ini untuk menjaga kebersihan Taman Budaya Kulon Progo tetap terawat," kata Heri pada Tribunjogja.com, Jumat (30/8/2019).

TBK dalam hal ini menjadi area pameran utama yang menampilkan potensi daerah.
 
Lokasinya memang cukup luas dan nyaman untuk menggelar pameran.

Hanya saja, sambung Heri, pihaknya tak berharap Taman Budaya Kulon Progo itu menjadi kotor dengan banyak sampah dari gelaran Manunggal Fair sehingga diputuskan untuk kelompok permainan nantinya ditempatkan di lapangan. 

"Kita sama-sama bertanggungjawab menjaganya agar pelaksanaan Manunggal Fair tetap sesuai rencana,"imbuhnya. 

Manunggal Fair menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut peringatan HUT ke-68 Kabupaten Kulon Progo.

Selain pamerian potensi daerah, terdapat juga agenda ziarah ke makam para mantan Bupati Kulon Progo.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas jasa para Bupati itu dalam memimpin kabupaten ini.

"Kegiatan lainnya, Dinas Kebudayaan akan menampilkan kegiatan budaya untuk menyemarakkan gelaran Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo ini,” kata Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Nur Wahyudi. (*)

Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive