Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


14 May 2017

Disperindag Kulon Progo Tak Bisa Menindak Pertamini



Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak dapat menindak pertamini yang menjamur di wilayah ini. Karena pada alat yang digunakan tidak ada tanda tera dari Direktorat Metrologi kerja sama dengan Pertamina.

"Kami sudah melayangkan surat kepada Direktur Direktorat Metrologi sejak akhir Januari 2017 perihal pertamini yang ada di Kulon Progo. Namun, hingga saat ini belum ada jawabannya," kata Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Niken Probo Laras di Kulon Progo, Minggu (14/5).

Ia mengatakan keberadaan pertamini yang ada di wilayah Kulon Progo hingga Januari mencapai 15 unit usaha yang kesemuanya belum mempunyai izin usaha industri. Saat ini, pertamini terus bertambah jumlahnya yang tersebar di 12 kecamatan.

Berdasarkan komoditas yang dijual pertamini memperdagangkan bahan bakar yang tidak bersubsidi seperti pertalite dan pertamax, sehingga tidak ada unsur perdagangan komoditas yang dilarang atau bersubsidi.

"Menurut hemat kami, ini bagian dari modernisasi toko rakyat, dan bagi pertamina sangat menguntungkan karena permintaan akan bertambah banyak. Persoalanya, yakni alat yang digunakan tidak mencantumkan tera. Seharunya, pertamina bekerja sama dengan pembuat mesin pom menera alat, sehingga bisa diawasi secara berkala, dan konsumen tidak dirugikan," kata dia.

Menurut Niken, pertamina sebagai distributor bahan bakar mencakup jangkauan sampai SPBU, sehingga bensin dan solar yang sudah berada di luar SPBU bukan menjadi ranah pengawasan dari pertamina.

Selain itu, penggunaan peralatan takar pompa ukur dan unit pada penjualan pertamini ini dikategorikan illegal karena tidak mempunyai tanda tera awal pada mesin yang digunakan. Hal ini diperkuat dengan surat dari Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Nomor 2qq/SKP/SD/2015.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon Direktorat Metrologi mengenai penanganan dan penertibannya," harapnya.

Salah satu konsumen pertalite Martiyem mengatakan harga pertalite di tingkat pertamini Rp8.500 per liter. Saat ini, harga pertalite berkisar Rp7.500 per liter.

"Kami berharap harga pertalite di tingkat pertamini sama seperti harga di SPBU," harapnya.

Sumber: ANTARA
CD Resep Masakan PDF
Share:

Wali Kota Yogyakarta dan Bupati Kulon Progo Hasil Pilkada Segera Dilantik



Yogyakarta,GATRAnews - Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta menerima telegram dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera melantik dua pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kulon Progo dan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Yogyakarta. Pelantikan dijadwalkan pada Senin 22 Mei 2017.

Kepastian diterimanya telegram ini disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Pemda DI Yogyakarta Ami Harmawi ketika dikonfirmasi, Sabtu (13/5).

“Telegram dari Kemendagri bernomor 273/2222/SJ bertanggal 10 Mei 2017 pada Kamis (11/5) kemarin bersifat amat segera. Dalam amanatnya, sesuai pasal pasal 164, 164A dan pasal 200A UU nomor 10 tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Walikota, dan Bupati, pelantikan pemenang Pilkada/Pilwakot dilankukan serentak,” jelas Ami.

Di DI Yogyakarta, tahun ini dua ajang Pilkada/Pilwakot  dimenangkan petahanan. Pasangan Hasto Wardoyo-Sutejo kembali memimpin Kabupaten Kulon Progo setelah unggul dari pasangan Zuhadmono-Iriani. Sedangkan Walikota Kota Yogyakarta dipimpin kembali Haryadi Suyuti yang berpasangan dengan Heroe Poerwadi setelah unggul atas duet Imam Priyono-Achmad Fadli.

Ditandatangani Menteri Dalam Negeri, telegram ditujukan kepada seluruh Gubernur dengan tembusan Presiden, Wakil Presiden, Menko Polhukkam, Mensesneg, Seskab, Bupati/Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota.

“Sekarang kami sedang melakukan kordinasi dengan sejumlah instansi di Kulon Progo dan Kota Yogyakarta untuk persiapan serta pelantikan oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Bawono X,” lanjutnya.

Sedangkan serah terima jabatan dengan pelaksana tugas dilakukan di daerah masing-masing dan dihadiri pejabat Pemda DIY, setelah pelantikan di Bangsal Kepatihan, kantor Gubernur.

Reporter: Arif Koes Hernawan

Editor: Rosyid
Kumpulan Resep masakan Indonesia
Share:

Sebanyak 811 Rumah Tak Layak Huni di Kulon Progo Siap Direnovasi



KULON PROGO, NETRALNEWS.COM  Gerakan Gentong Rember berhasil membedah 811 rumahtidak layak huni sejak 2012-2017.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Sosial Setda Kulon Progo Arif Prastowo mengatakan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan bedah rumah untuk RTLH.

"Setiap hari Minggu, dilaksanakan minimal dua bedah rumah, bahkan sering dilaksanakan sampai 5-6 unit rumah," kata Arif.

Pada acara kegiatan bedah rumah ini, bupati didampingi beberapa pimpinan OPD/SKPD dan staf ikut gotong royong membangun rumah, sekalian mengantar para pihak penyandang dana yang akan menyampaikan bantuan biaya bedah rumah.

Arif menambahkan bahwa pembangunan ke 811 rumah ini tanpa anggaran dari APBD maupun APBN. Anggaran berasal dari berbagai sumber, seperti badan amil zakat (BAZ), CSR, forum CSR, dari perseorangan, juga kelompok-kelompok tertentu misalnya organisasi , bahkan dari kelompok peserta pendidikan dan latihan.

"Setiap unit rumah yang dibangun yang hanya mendapat bantuan Rp10 juta, ini bisa menghabiskan dana rata-rata di atas Rp30 juta, kekurangannya diusahakan oleh yang mendapatkan bantuan dibantu oleh masyarakat sekitarnya," tutur Arif, seperti dilansir Antara, Minggu (14/05/2017)

Asisten III Setda Kulon Progo Joko Kushermanto mengatakan bahwa untuk mempercepat menekan jumlah keluarga miskin di Kulon Progo, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mewajibkan setiap BUMD menyisihkan minimal lima persen dari keuntungannya untuk CSR. Sementara itu terhadap perusahaan non-BUMD diharapkan juga menyisihkan hasil usahanya untuk kegiatan CSR di wilayah Kulon Progo.

Jumlah rumah yang berhasil dibangun dengan bedah rumah terhitung sudah cukup banyak, 811 unit rumah, namun jumlah rumah yang tidak layak huni masih jauh lebih banyak. Bagian Administrasi mencatat masih ada 6.238 rumah tidak layak huni, sementara DPU mencatat jumlah yang jauh lebih besar lagi.

"Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sangat mengharapkan dari pihak manapun baik dari Kulon Progo maupun dari luar Kulon Progo untuk mennyukeskan program bedah rumah ini," harap Joko.


Editor : Sulha Handayani
INFO PRODUK
Share:

Lansia Mempengaruhi Tingginya Angka Kemiskinan




Solopos.com, KULONPROGO-Jumlah penduduk miskin di Kulonprogo diketahui mengalami peningkatan pada 2016 kemarin. Berdasarkan hasil evaluasi, Pemkab Kulonprogo merasa perlu memberikan perhatian lebih kepada kalangan lanjut usia (lansia) yang dinilai ikut berkontribusi pada tingginya angka kemiskinan.

Pemkab Kulonprogo mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 60.816 jiwa atau sekitar 13,70% pada 2016 kemarin. Angka itu lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang diketahui sebanyak 52.331 jiwa atau sekitar 12,00 persen.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kulonprogo, Eko Pranyata mengatakan, kuantitas bantuan dan jaminan sosial bakal bertambah tahun ini karena kemampuan anggaran pemerintah meningkat, baik pusat maupun daerah.

Namun, angka kemiskinan terakhir ternyata juga menunjukkan peningkatan. “Setelah kami cermati angka kemiskinan, itu banyak lansianya,” ujar Eko, Jumat (5/5/2017).

Eko memaparkan, selama ini upaya pengurangan angka kemiskinan dilakukan dengan mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah memberikan pendampingan dan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi di wilayah masing-masing, misalnya dengan merintis usaha mandiri.

Hanya saja, Pemkab Kulonprogo tengah mempertimbangkan solusi lain, mengingat banyaknya lansia yang tercatat sebagai penduduk miskin. “Kalau sudah di atas 70 tahun itu tidak mungkin diberdayakan. Jadi kita berusaha fokus pada pemberian bantuan dan jaminan sosial,” kata Eko.

Eko lalu mengungkapkan, Pemkab Kulonprogo telah mengajukan bantuan Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Tahun ini, bantuan berupa jaminan hidup sebesar Rp200.000 per bulan tersebut diberikan kepada 69 orang.

Di sisi lain, Pemkab Kulonprogo juga berupaya memberikan jaminan hidup kepada lansia miskin yang belum terkover ASLUT. “Nanti kita pilih yang kondisinya miskin, termasuk kalau keluarga yang merawat juga miskin. Jadi harapannya bisa meringankan beban keluarganya,” ucap Eko kemudian.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial P3A Kulonprogo, Sunaryo berpendapat, banyaknya lansia berkaitan erat dengan angka harapan hidup di Kulonprogo yang juga tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka harapan hidup Kulonprogo mencapai 75,15 pada 2015 lalu, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang diketahui sebesar 74,90.

Dia pun menyatakan jika program pemberdayaan masyarakat tidak cocok untuk lansia sehingga sebagian diantara mereka akan mendapatkan bantuan sosial. “Ada 1.000 lansia yang menerima bantuan sosial di tahun 2017. Nilainya Rp3,6 juta per tahun,” ungkap Sunaryo.

Baca Halaman sumber.....
Share:

12 May 2017

POLITIKGPK Kulonprogo Dukung Pembubaran HTI



NUSANTARANEWS.CO, Kulonprogo – Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan mengambil langkah tegas untuk membubarkan dan melarang kegiatan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dalam konfrensi pers yang dilakukan di kantor kemenkopolhukam, Wiranto menyampaikan bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. (08/05/2017).

Gerakan Pemuda Ka’bah Kabupaten Kulonprogo Mendukung keputusan pemerintah, Ketua PC GPK Kulonprogo Septa Andhi W. mengatakan bahwa tindakan yang diambil pemerintah merupakan langkah yang sangat tepat sesuai dengan aspirasi masyarakat.

“Paham yang disebarkan HTI bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa dan bertentangan dengan Pancasila. Maka dari itu, kami mendukung keputusan tegas pemerintah untuk membubarkan HTI,” kata Andhi baru-baru ini.

Andhi juga mengatakan bahwa tidak hanya di Indonesia di beberapa negara HTI sudah dilarang karena melakukan gerakan yang memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“HTI merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia. Hal ini terbukti di beberapa negara HTI sudah dilarang karena dianggap menyimpang dengan melakukakan tindakan yang mengganggu ketertiban umum sampai gerakan penggulingan kekuasaan. Maka, di Indonesia sudah sepatutnya harus kita tolak sedini mungkin sebelum gerakannya berakibat fatal bagi bangsa dan negara,” tambah sekretaris GPK KP Afidha C Amrullah.

Lebih lanjut Afidha mengatakan bahwa GPK merupakan organisasi kepemudaan yang siap menjadi garda terdepan dalam mengawal agama, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. (RSK)

Editor: Achmad Sulaiman
Kembali Kehalaman sebelumnya Ayo Belanja.....
Share:

Akhir Pekan Ini, Labuhan Samudro Bakal Digelar di Hutan Mangrove Jangkaran Kulonprogo


Mahasiswa Instiper Yogyakarta dan pegiat pelestari hutan pesisir melakukan penyulaman dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Pasir Mendit Jangkaran Kecamatan Temon, Minggu (3/4/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Acara bertajuk Labuhan Samudro akan digelar akhir pekan ini, Minggu (14/5/2017) di kawasan Hutan Mangrove Jangkaran, Temon.
Kirab dua buah gunungan akan mewarnai labuhan tersebut.

Agenda ini digelar oleh kelompok wisata Pantai Pasir Kadilangu, satu di antara operator pengelola kawasan wisata hutan mangrove tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi peringatan ulang tahun pertama berdirinya kelompok wisata tersebut.
Panitia labuhan, Septian Wiyanto menjelaskan, dua buah gunungan terdiri dari gunungan lanang dan gunungan wadon. Keduanya berisi hasil bumi dan buah-buahan yang nantinya akan dilarung di pantai setempat.

"Ini sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya rezeki. Karena area tambak udang ini tidak hanya menghasilkan produk laut melainkan juga telah jadi destinasi wisata yang ramai pengunjung," kata dia, Kamis (11/5/2017).

Panitia juga menggelar kompetisi foto saat berlangsungnya acara. Untuk menghibur masyarakat juga akan dipentaskan seni jathilan Turonggo Sari dari Samigaluh.

"Selama prosesi Labuhan Samudro, semua pengunjung tidak akan dipungut retribusi riket masuk alias gratis," katanya. (*)

Belanja...
Share:

Rumah Zakat Bantu Bangun Masjid di Kulonprogo




REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Rumah Zakat menyalurkan bantuan pembangunan masjid di Dusun Cikalan RT.57 RW.25 Desa Bandarharjo, Kec. Kalibawang, Kab. Kulonprogo. Masjid Siti Khotijah yang akan dibangun tersebut merupakan pengganti dari Masjid Al Hidayah yang berukuran kecil dan hanya bisa menampung sedikit jamaah. ''Kami mencoba untuk membantu masyarakat dari berbagai segi, termasuk kenyamanan beribadah. Untuk itu, kami bantu warga di sini untuk bisa memiliki masjid yang lebih besar sehingga bisa memuat lebih banyak jamaah,” ujar Warnitis, Branch Manager Rumah Zakat Yogyakarta, belum lama ini, dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (12/5).

Sebagian besar penduduk di desa tersebut bekerja sebagai buruh tani. Warga sudah mengumpulkan dana, namun belum mencukupi untuk melakukan renovasi, sehingga membutuhkan bantuan dana untuk membangun masjid dan memperluasnya. Saat ini pembangunan baru sampai pada tahap pemasangan pondasi masjid. Selama proses pembangunan, warga masih melaksanakan sholat dan melakukan aktivitas beribadah di Masjid Al Hidayah yang belum dirobohkan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan dana untuk pembangunan Masjid Siti Khotijah. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga di sini. Akhirnya kami bisa membangun masjid dengan ukuran yang lebih besar sehingga bisa memuat jamaah yang lebih banyak,” tutur Siti, Perwakilan DKM.
Kembali Ke berita Info Belanja
Share:

05 May 2017

Gula Semut Asal Kulon Progo Diminati hingga Amerika Serikat dan Kanada




 KOMPAS.com - Jam dinding di rumah Biyartono (56) menunjukkan pukul 14.30 WIB. Namun warga RT 10/5 Dusun Sekendel, Desa Hargo Tirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, itu masih terlihat sibuk di saat pegawai kantoran bersiap-siap pulang ke rumah setelah bekerja sejak pagi.

Bukan tanpa alasan, pria berkumis tebal itu tengah menunggu oven yang sedang menyala di rumahnya, Kamis (4/5/2017).

Tiga oven berukuran raksasa miliknya itu sedang memanggang bahan pangan olahan nira kelapa. Belakangan diketahui jika bahan pangan olahan itu menjadi salah satu ikon Kabupaten Kulon Progo belakangan ini.

Ya, Biyartono merupakan satu dari 54 perajin gula semut di Dusun Sekendel.

Terdengar unik. Namun, gula semut bukan berarti gula yang dikerubungi semut melainkan gula pasir yang berbahan dasar nira kelapa. Warnanya yang kecoklatan membedakannya dengan gula pasir pada umumnya.

"Usaha ini sudah berlangsung 2008. Kenapa dinamakan gula semut, karena sepintas memang seperti semut," kata Biyartono ketika berbincang dengan Kompas.com di kediamannya.

Tak hanya bahan yang membedakan gula pasir dengan gula semut, cara pembuatannya juga berbeda. Pembuatan gula semut dilakukan secara tradisional, yakni dikerjakan sejumlah warga Dusun Sekendal di rumahnya masing-masing.

"Cara pembuatannya paling lama itu delapan jam. Mulai dari mengolah niranya sampai dimasukkan ke dalam oven," kata Biyartono.


Dia mengatakan, perajin gula semut di Desa Hargo Tirto tak hanya di dusunnya saja. Menurutnya, di setiap dusun yang ada di Desa Hargo Tirto terdapat perajin gula semut yang secara keseluruhan jumlahnya mencapai 800 perajin.

"Untuk dusun kami saja, setiap harinya bisa 1 ton. Kalau ditotal satu desa, gula semut yang diproduksi bisa sampai 7 ton," kata pria yang juga menjadi pengepul gula semut itu.

Pembuatan gula semut di Desa Hargo Tirto memang terbilang baru. Hal itu berawal dari kedatangan LSM pada sembilan tahun yang lalu untuk memberikan penyuluhan soal pembuatan gula jawa. Sebab, mayoritas warga di desa memang merupakan perajin gula merah atau yang kerap disebut gula Jawa.

"Dari dulu nenek moyang kami, kebanyakan warga di sini menjadi perajin gula jawa. Karena di wilayah kami ini tidak ada sawah. Jadi rata-rata menjadi penyadap nira yang kemudian dibuat gula jawa," kata Biyartono.

Dia menuturkan, harga gula jawa yang rendah membuat warga desa meminta penyuluh untuk bisa mengembangkan usaha mereka. Harapannya, hasil nira kelapa yang mereka dapatkan bisa diolah menjadi bahan pangan yang nilainya lebih mahal ketimbang gula jawa.

"Waktu itu gula jawa harganya Rp 4.000 per kilogramnya, sementara beras satu kilogramnya Rp 6.000. Setelah dipikirkan bersama (LSM) ada ide membuat gula semut yang nilainya bisa sampai Rp 12.000. Jadi beras bisa terbeli, tapi masih ada sisa untuk yang lain," ujar Biyartono.

Biyartono mengatakan, geliat usaha gula semut ternyata tak langsung diminati warga. Ia mengaku, warga masih membutuhkan proses untuk bisa menjalani usaha gula semut tersebut.

Dengan berbagai upaya dan pendampingan dari pemerintah dan akademsi, akhirnya usaha tersebut membuahkan hasil.

"Alhamdulillah sekarang dijual sampai luar negeri, Amerika, Afrika, Kanada, Jerman, dan Korea. Di luar negeri, gula semut ini menjadi pengganti gula pasir dalam memasak dan sebagainya," ujar Biyartono.

Dia mengatakan, gula semut yang dihargai Rp 15.000 per kilogramnya itu disebut-sebut memiliki kadar gula yang lebih rendah ketimbang gula pasar. Alasan itu, kata dia, yang membuat warga negara asing sangat menyukai gula semut ketimbang gula pasir.

"Mungkin karena proses pengolahan (memasak) tidak sekali sehingga kadar gulanya banyak yang menguap. Dari awal nira dimasak sampai menggumpal. Kemudian digerus dengan tempurung. Setelah jadi buliran dimasukan ke oven sampai kering," ucap Biyartono.

(Baca juga: Marsini, dari Buruh Tani Jadi Pengusaha Belalang Goreng Beromzet Rp 3,6 Juta Sehari)

Selama memproduksi gula semut, Biyartono mengaku tak ada kendala. Kebutuhan ekspor sendiri, kata dia, perajin masih bisa mencukupi sehingga tak sampai terjadi kekurangan. Namun diakuinya, jika belum semua perajin gula semut memiliki peralatan yang memadai seperti oven.

"Tapi yang jelas dampak sudah bisa dirasakan, anak sekolah bisa sampai SMA. Bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bisa bangun rumah yang dulunya dinding bambu jadi dinding bata," kata Biyartono.

PenulisKontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin
EditorCaroline Damanik

Baca selengkapnya.....
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive