Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


29 November 2014

Gula Kelapa Kulonprogo Terima Sertifikasi Geografis, Apa Manfaatnya?

Harianjogja.com, KULONPROGO- Gula kelapa yang dihasilkan Kabupaten
Kulonprogo menerima Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulonprogo Bambang
Tri Budi mengatakan Indikasi Geografis menurut PP Nomor 51 Tahun 2007
adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang.
"Faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau
kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan ciri dan kualitas
tertentu pada barang yang dihasilkan," kata Bambang, Kamis
(27/11/2014)
Ia mengatakan perlindungan hak indikasi geografis itu diberikan selama
karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi perlindungan
atas indikasi geografis tersebut masih ada.
Pengembangan gula kelapa melibatkan sebagian besar warga Kulon Progo,
terutama di daerah Kecamatan Kokap, Girimulyo dan Sentolo sebagai
wilayah aktif, dan sudah dapat menerapkan standar produksi sesuai
persyaratan indikasi geografis.
Ke depan, tanaman kelapa akan dikembangkan di kecamatan lain yaitu
Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Pengasih, dan Lendah.
Dia mengatakan gula kelapa Kulon Progo menghasilkan beberapa jenis
produk di antaranya gula Jawa dan gula semut.
"Produksi gula kelapa Kulon Progo sudah dipasarkan tidak saja untuk
pasar dalam negeri, tetapi sudah merambah pasar luar negeri seperti
Kanada, Amerika Serikat, dan Eropa," katanya.
Bambang mengatakan kelebihan gula kelapa Kulon Progo yakni merupakan
produk khas dan berkualitas yang dihasilkan dari nira yang diambil dua
kali sehari, memiliki kekhasan yang berbeda dari produk sejenis yang
dihasilkan daerah lain.
Selain itu, memiliki kekhasan dan kualitas yang sangat baik, karena
sudah memiliki standard operational prosedure (SOP) yang ditaati
sepenuhnya dalam proses produksi, sertifikasi organik, dan uji mutu
produk melalui tim pengawas mutu.
"Gula kelapa Kulon Progo juga memiliki kekhasan dan kualitas yang
sangat baik, karena alasan historis, dimana telah dikembangkan secara
turun temurun untuk gula jawa, sedangkan gula semut dikembangkan sejak
1983," katanya.
Share:

Jalan Lingkar Kota Wates Harus Direalisasikan

WATES ( KRjogja.com)- Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas
serta mendorong pengembangan Kota Wates dan sekitarnya maka jalan
lingkar Kota Wates khususnya di sebelah timur dan selatan mendesak
untuk segera dibangun.
"Melihat tren kepadatan lalu lintas di jalan-jalan menuju Kota Wates
saat ini, jalan lingkar harus segera direalisasi agar tidak terlambat.
Kalau terlambat biaya sosial ekonominya akan semakin besar," kata
Ketua Komisi III Bidang Pembangunan Hamam Cahyadi ST, Jumat
(28/11/2014).Politisi Partai Keadilan Sejahtera (FKS) itu mengatakan,
jalan lingkar dimaksud meliputi Polres-Margosari, alun-alun Wates-Beji
serta Tambak-Bendungan. Dijelaskan, rencana pembangunan jalan lingkar
Kota Wates sesungguhnya sudah cukup lama, tapi hingga saat ini belum
bisa terealisasi. Sementara tentang jalan di bawah rel kereta api atau
'underpass', Hamam menyatakan setuju terhadap rencana Pemkab
menyelesaikan pembangunannya mengingat infrastruktur tersebut
merupakan simpul penting atau bagian tak terpisahkan dari proyek
pembangunan jalan lingkar Polres-Margosari.
"Saya dan teman-teman Komisi III sudah melihat langsung underpass yang
sudah mulai dibangun beberapa tahun lalu. Kondisinya sudah cukup
memadai untuk dibangun jalan. Apalagi berdasarkan keterangan warga
setempat, bila hujan lebat underpass Margosari saat ini sudah tidak
tergenang air lagi. Karena saluran pembuangan air sudah berfungsi
dengan baik. Hanya tinggal penyempurnaan bangunannya lagi dan pada
2015 sudah direncanakan penganggarannya," tutur Hamam.
Kondisi arus lalu lintas di sekitar Kota Wates pada jam-jam sibuk
sudah relatif padat. Sebagian besar pengguna jalan para pelajar dan
pegawai. Seperti dari arah Bendungan, Temon dan Sentolo, hampir
semuanya lewat di jalan utama dari masing-masing arah.
"Dengan adanya jalan lingkar tentu bisa memecah arus di jalan utama.
Sehingga arus lalu lintas bisa terbagi dan tidak terlalu padat. Selain
menghambat laju pengguna jalan, kapadatan arus lalu lintas juga sangat
riskan terhadap terjadi kecelakaan," terangnya.(Rul)
Share:

Pengerjaan Proyek Stadion Cangkring Lambat!

Sejumlah pekerja sedang menggarap proyek peningkatan Stadion
Cangkring. (Foto: Asrul Sani)
WATES ( KRjogja.com)- Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo dan Ketua
Komisi III DPRD setempat Hamam Cahyadi ST prihatin terhadap lambatnya
pihak rekanan yang mengerjakan proyek peningkatan Stadion Cangkring di
Desa Giripeni, Wates dan pembangunan Taman Budaya di Kecamatan
Pengasih. Padahal anggaran untuk dua proyek tersebut cukup besar.
Khusus pengingkatan Stadion Cangkring mencapai Rp 6,5 miliar lebih.
Saking prihatinnya, sampai-sampai bupati memerintahkan Sekretaris
Daerah (Sekda) Ir RM Astungkoro meninjau langsung pengerjaan dua
proyek tersebut. "Pak Sekda sudah saya minta turun lapangan mengamati
langsung pengerjaan proyek Stadion Cangkring dan pembangunan taman
budaya," tegas dr Hasto.
Hal senada disampaikan Hamam Cahyadi. "Saya prihatin sekaligus
khawatir terhadap lambatnya pengerjaan dua proyek besar tersebut.
Jangan-jangan nasibnya akan sama dengan pembangunan kantor bupati dan
Rumah Sakit Umum Daerah Sentolo dulu yang hanya setengah jadi. Sampai
terjadi pemutusan kontrak," jelasnya, Kamis (27/11/2014).
Berdasarkan informasi yang diterima Komisi III, rekanan yang menggarap
dua proyek tersebut tidak profesional. Selain material sering
terlambat jumlah tenaga yang mengerjakan juga sangat minim. "Agar dua
proyek itu selesai tepat waktu, rekanan harus mengambil langkah pasti
dengan selalu menyiapkan material dan menambah tenaga," ujarnya.
Bupati menambahkan, pelelangan dua proyek itu sudah sesuai peraturan
perundang-undangan dielang secara elektronik melalui Kantor Layanan
Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). "Tapi dalam perkembangannya
ternyata banyak laporan masyarakat yang mengatakan pengerjaan proyek
taman budaya dan Stadion Cangkring berjalan sangat lambat," katanya.
Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut akhirnya bupati
memerintahkan Sekda untuk melakukan tinjauan lapangan. "Ternyata
setelah ditinjau pak Sekda, pihak rekanan baru mengambil langkah cepat
dengan meningkatkan droping material serta menambah tenaga kerja,"
tuturnya menambahkan kalau tidak diawali mungkin langkah tersebut
tidak diambil oleh rekanan.
Dari hasil tinjauan lapangan, bupati menyimpulkan persoalan yang
terjadi dalam pengerjaan dua proyek itu lebih pada kelambatan droping
material dan terbatasnya tenaga kerja. "Dengan semakin lancarnya
material dan ditambahnya tenaga tukang dan kernet tentu garapan akan
lebih cepat selesai," terangnya. (Rul)
Share:

27 November 2014

meruskan Yahoo! Mail ke Alamat Email lain

· Sedayu <http://www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw> "Krido
Turonggo".flv - YouTube


<http://www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw> ► 15:20► 15:20

www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw

27 Sep 2011 - Diunggah oleh Daniel Prasetyo

Jathilan For Ever. ... This video is unavailable. You need Adobe Flash
Player to watch this video. Download ...


· paguyuban seni jathilan <http://www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw>
turonggo ngesti budoyo yogyakarta ...


<http://www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw> ► 3:44► 3:44

www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw

9 Jul 2013 - Diunggah oleh tenagadalam.org

This video is unavailable. You need Adobe Flash Player to watch this video.
... paguyuban seni jathilan ...


· Jathilan Arum Sari 03 - <http://www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4>
YouTube


<http://www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4> ► 7:11► 7:11

www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4

23 Mei 2009 - Diunggah oleh bondonekatz

Jathilan Arum Sari Pedes Argomulyo Sedayu Bantul Nusantara. ... You need
Adobe Flash Player to ...


· VIDEO
<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_satrio_mudho/>
JATHILAN SATRIO MUDHO - Mp3 Download (2.63 ...


www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_satrio_mudho/

Mp3 found 14 files video jathilan satrio mudho, Click [download] video ...
Click Download to save Jathilan Turonggo Satrio Mudho 11 Januari 2014 Part 1
mp3 ...


· Video
<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jatilan_kudho_praneso/>
Jatilan Kudho Praneso - Stafaband


www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jatilan_kudho_praneso/

Mp3 found 28 files video jatilan kudho praneso, Click [download] video
jatilan ... Click Download to save Kesenian Jathilan Kudho Praneso Babak 2 3
mp3 ...


· VIDEO
<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_kreasi_baru_putr
i/
> JATHILAN KREASI BARU PUTRI - Stafaband


www.stafaband.info/download/.../lagu_video_jathilan_kreasi_baru_putri...

Mp3 found 30 files video jathilan kreasi baru putri, Click [download] video
jathilan ... Click Download to save Jathilan Kreasi Baru-sekar Melati Part 1
Of 7flv mp3 ...


· VIDEO
<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_glagah_part1/>
JATHILAN GLAGAH PART1 - Mp3 Download (4.64 ...


www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_glagah_part1/

Mp3 found 36 files video jathilan glagah part1, Click [download] video ...
file size: 932.67 KB | Click Download to Save mp3 Video Expository Part1
Perfler from ...


· Video
<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_widotomo_purwore
jo/
> Jathilan Widotomo Purworejo - Stafaband


www.stafaband.info/.../mp3/lagu_video_jathilan_widotomo_purworejo/

Mp3 found 34 files video jathilan widotomo purworejo, Click [download] video
jathilan ... Click Download to save Jathilan Gunungkelir mp3 youtube com.


· jathilan videos - YouRepeat <http://www.yourepeat.com/g/jathilan>


www.yourepeat.com/g/jathilan

Video search results for jathilan. ... JATHILAN MUDHO PRASETYO live in
sorogenen kalasan ... Kesenian jathilan kreasi baru yogyakarta
Sekertariat:Sukoharjo ...


· "…VIDEO
<http://nrmnews.com/2012/02/18/pentas-seni-tradisional-reog-ponorogo-di-krat
on-sri-pakualaman-surakarta-solo/
> Pentas SENI Tradisional JATHILAN / REOG,
di ...


nrmnews.com/.../pentas-seni-tradisional-reog-ponorogo-di-kraton-sri-pa...

18 Feb 2012 - NRMnews.com – VIDEO, Dokumentasi liputan Pentas Seni Tari
Tradisional Jathilan / Reog asal Jawa Timur, yang di pentaskan oleh kelompok
...
Share:

24 November 2014

Kulonprogo kirim 19 keluarga transmigrasi

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Kepala Dinsosnakertrans Kulonprogo, Eko
Pranyoto, mengatakan, tahun ini pemkab memfasilitasi pengiriman
transmigran sebanyak 19 keluarga. Jumlah itu lebih sedikit dibanding
jumlah pendaftar semula mencapai 113 keluarga.
Dari total keluarga yang terdaftar, sampai bulan ini baru terkirim
lima keluarga. Itu pun masih mendapati adanya permasalahan sengketa
lahan di lokasi. Disebutkan, lokasi lima keluarga transmigran itu
adalah wilayah Kalimantan.
"Jadi kami masih harus cek lokasi sejauh mana penyelesaiannya,"
katanya pekan kemarin.
Menurut Eko, permasalahan lahan di lokasi cukup kompleks. Pasalnya,
ketika kerjasama antar daerah pengirim dan yang dituju telah
bersepakat, ternyata di lokasi ada warga yang mengaku sebagai pemilik.
"Untuk memastikan semua beres kami ke lokasi. Lahan garapan itu adalah
masa depan bagi keluarga yang dikirim," katanya.( tribunjogja.com)
Share:

17 November 2014

Pilkadus di Kulonprogo Tak Lagi Coblosan, Diganti Tes Tertulis

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemilihan kepala dusun (Kadus) di wilayah
Kabupaten Kulonprogo bakal dilakukan melalui mekanisme tes tertulis.
Mekanisme ini ditempuh untuk menyesuaikan dinamika masyarakat dan
peraturan yang baru.
Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, memaparkan sebelumnya, pemilihan
kepala dusun dilakukan melalui pemilihan langsung atau coblosan dan
akan diubah pada proses mendatang.
Tujuan pengubahan mekanisme pemilihan kadus adalah untuk
mengoptimalkan pengelolaan keuangan desa, mengingat pada tahun
mendatang desa mendapat gelontoran dana Rp1 miliar dari pemerintah
Pusat dan ratusan juta rupiah dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.

"Oleh karena itu, kami membuat Rancangan Peraturan Daerah [Raperda]
yang baru tentang Tata Cara Pengisian Perangkat Desa mengingat Perda
Kabupaten No.7/2010 tidak sejalan dengan Undang-Undang No.6/2014,"
jelasnya dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),
Jumat (14/11/2014) sore.
Diuraikannya, beberapa kebijakan baru dalam rapeda ini, meliputi,
perubahan dan penambahan persyaratan untuk mencalonkan diri menjadi
perangkat desa, pengisian kepala dusun melalui rekomendasi tertulis,
serta pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa melalui
rekomendasi tertulis dari camat.
Ia menyebutkan, perangkat desa yang dimaksud dalam raperda, yakni,
sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi, kepala dusun, dan staf.
Sutedjo menuturkan, untuk sekretaris desa yang berstatus sebagai PNS
tetap menjalankan tugasnya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sementara, jabatan sekretaris desa yang kosong dilakukan pengisian
melalui mekanisme tes tertulis.
Share:

15 November 2014

Sehari Ada 10 Pasien Infeksi Menular Seksual di Puskesmas Wates

Harianjogja.com, KULONPROGO-Jumlah kunjungan pasien Infeksi Menular
Seksual (IMS) di Puskemas Wates relatif tinggi. Setidaknya terdapat 10
orang pasien per hari yang memeriksakan diri karena IMS. Jika menerima
rujukan dari puskemas lain, jumlah kunjungan dapat mencapai 20-30
orang pasien IMS setiap hari.
Dokter Puskesmas Wates Dian Monika mengungkapkan kebanyakan kasus IMS
yang ditangani oleh Puskesmas Wates adalah G0 atau kencing nanah.
Sejauh ini, persentase kunjungan masih didominasi ibu rumah tangga
yang lebih sadar dengan kesehatannya. Ketika merasakan gejala yang
tidak lazim, kata Dian, mereka segera memeriksakan diri. Ia
menuturkan, pemeriksaan kepada ibu rumah tangga harus dilanjutkan
dengan pemeriksaan kepada para suami.
"Bagaimanapun penularan IMS melalui hubungan seksual, sehingga
pasangannya harus diperiksa juga dan upaya pemeriksaan pasangan
melalui persuasi saat kosultasi," terangnya di sela-sela kegiatan
pemeriksaan kesehatan untuk pengunjung binaan Rumah Tahanan (Rutan)
Wates, Kamis (13/11/2014).
Penyebab IMS adalah perilaku seksual yang berisiko, seperti
berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat kontrasepsi kondom,
atau tertular dari pasangan yang memiliki perilaku seksual tersebut.
Diakuinya, Puskesmas Wates banyak menangani kasus IMS. Hal ini
disebabkan, Puskesmas Wates merupakan salah satu dari lima puskesmas
di Kulonprogo yang memiliki layanan khusus IMS. Empat puskesmas
lainnya, yakni, Nanggulan, Temon 2, Sentolo 2, dan Panjatan 2
Dian menguraikan, IMS merupakan salah satu pintu masuk penularan HIV
sehingga perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut kepada pasien IMS
untuk mengetahui faktor risiko.
Share:

12 November 2014

2 Sekolah di Kulonprogo Ini Sepakat Berdamai, Ada Apa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--Siswa dan Guru dari SMK Maarif 1 Wates dan
SMKN 1 Temon (SMK Kelautan) menandatangani surat pernyataan damai di
Mapolres Kulonprogo, Senin (10/11/2014) siang.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Polres Kulonprogo itu,
belasan murid dari kedua sekolah ikut serta didampingi dengan guru dan
kepala sekolah. Mediasi dipimpin oleh Kapolres Kulonprogo AKBP
Yulianto, Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin, dan Kabag Ops
Polres Kulonprogo Kompol Vero Aria.
Mediasi ini dilakukan setelah pekan lalu kedua sekolah tersebut
berseteru yang mengarah kepada aksi tawuran pelajar. Berdasarkan
informasi yang dihimpun, tidak seorang pun mengetahui persoalan pasti
yang membuat kedua sekolah tersebut berseteru. Pasalnya, perseteruan
sudah berlangsung sejak lama dan seolah-olah diwariskan kepada junior
turun temurun.
Guru SMK Maarif 1 Wates, Eko Juwito, berharap dengan mediasi dan
penandatanganan pernyataan damai dapat membuat situasi belajar
mengajar di kedua sekolah kondusif.
"Tidak perlu lagi menengok ke belakang, yang terpenting saat ini
benang kusut sudah terurai dan kehidupan murid berjalan tenteram,"
tuturnya.
Kepala SMKN 1 Temon Rokhmadi berharap polisi dan Satpol PP dapat
menggelar razia rutin di sela-sela jam belajar sekolah dan sepulang
sekolah untuk menertibkan siswa.
"Kami butuh bantuan, sebab tidak mungkin guru mengawasi 24 jam sampai
di luar sekolah," ungkapnya.
Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin mengatakan perseteruan
antara SMK Maarif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon merupakan rentetan
dari persoalan yang telah lalu.
"Hingga akhirnya dari pengakuan murid di kedua sekolah, mereka
sama-sama merasa menjadi korban," ujarnya.
Kendati demikian, kata Akbar, untuk memutus persoalan ini tidak perlu
dicari lagi siapa yang salah dan benar, melainkan sama-sama
berkomitmen untuk berdamai dan tidak mengulangi perbuatan yang salah.
Share:

Kementerian Pangkas Anggaran, Tanjung Adikarto Kembali Gagal Beroperasi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dermaga Tanjung Adikarto di Kulonprogo
kembali gagal beroperasi. Pemangkasan anggaran sebesar Rp14 miliar
dari Kementerian Kelautan dan Perikanan disinyalir menjadi
penyebabnya.
Asisten II Sekretaris Daerah Kulonprogo Triyono membenarkan
pemangkasan anggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi
penyebab pengerukan muara tidak dapat dilakukan. Akibatnya, Tanjung
Adikarto belum dapat beroperasi pada tahun ini.
"Anggaran sebesar Rp14 miliar itu seharusnya untuk pengerukan muara,
supaya kapal-kapal besar dapat berlabuh, tetapi ternyata ada
pemangkasan anggaran di kementerian, sehingga kami tidak dapat berbuat
banyak," paparnya kepada wartawan, Selasa (11/11/2014).
Diakuinya, apabila tidak ada pemangkasan anggaran Tanjung Adikarto
dapat selesai sesuai target dan pada bulan ini dapat diluncurkan.
Selain, pengerukan muara yang terhenti, pembangunan pemecah ombak juga
belum dilanjutkan.
Rencananya, Pemkab Kulonprogo melalui Satuan Kerja Perangkat Dinas
(SKPD) akan mengajukan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan
untuk melanjutkan pembangunan Tanjung Adikarto.
Share:

10 November 2014

BANDARA KULONPROGO : PT AP I Berencana Adopsi Pendekatan Kultural, Seperti Apa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--PT Angkasa Pura (AP) I berencana
mengadopsi pendekatan kultural yang dilakukan PT AP II dalam
pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon. Hal itu diungkapkan
Direktur Kepersetaan dan Keuangan PT AP I Aryadi Subagyo seusai
pelaksanaan kunjungan kerja Pemkab Kulonprogo ke Bandara
Ineternasional Minangkabau (BIM) PT AP II di Padang Pariaman belum
lama ini.
Menurut Aryadi pendekatan kultural yang dilakukan PT AP II dalam tahap
pembebasan lahan dinilai efektif dan berhasil membuat warga percaya
serta membuktikan pembangunan bandara selalu berdampak positif bagi
warga sekitar. Dalam proses pembangunan BIM, tuturnya, pembebasan
lahan melibatkan tokoh adat yang memiliki sebagian besar tanah.
"Saya akan menyampaikan hasil pertemuan kepada jajaran direksi dan
menentukan langkah strategis selanjutnya," ujarnya belum lama ini.
Diungkapkannya, pembangunan bandara bukan untuk mencari keuntungan
karena dari segi bisnisbreak-even point(BEP) bandara baru yang berada
di Temon akan tercapai setelah 17 tahun. Ia menilai, pembangunan
bandara baru bertujuan untuk membuatcity airportpertama di Indonesia
yang berdampak pada kemajuan wilayah di sekitarnya.
"Kalau berpikir segi bisnis biar saja bandara tetap di Adisucipto dan
pengunjung berdesak-desakan, namun kami mengedepankan aspek pelayanan
sehingga kenyamanan tetap harus diutamakan," terang Aryadi.
Ia mengatakan dalam penerapan pendekatan kultural akan menggandeng UGM
untuk melakukan pemetaan sehingga jelas emografis
serta psikografis masyarakat setempat. Persoalan-persoalan lain yang
ditemukan dalam kunjungan, imbuhnya, juga akan ipaparkan secara detail
kepada direksi, seperti, latar belakang kepemilikan lahan, kondisi
lahan, dan sebagainya.
Share:

09 November 2014

DPU Awasi Ketat Pelebaran Jalan Dudukan-Ngentakrejo

SENTOLO ( KRjogja.com)- Pimpinan dan anggota DPRD Kulonprogo minta
Pemkab setempat melakukan pengawasan secara ketat penggunaan material
proyek pelebaran ruas Jalan Dudukan-Ngentakrejo Kecamatan Sentolo. Hal
itu penting mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses keluar masuk
ke kawasan industri.
"Penggunaan batu, pasir dan material lainnya harus betul-betul bagus.
Ruas jalan tersebut harus berkualitas tinggi agar tidak cepat rusak
saat dilewati kendaran-kendaraan yang bobotnya mencapai 24 ton," kata
Wakil Ketua I DPRD setempat Ponimin usai kunjungan lapangan bersama
Komisi III, Jumat (7/11/2014).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil kunjungan mereka yang
menduga kualitas proyek ruas jalan Dudukan-Ngentakrejo di bawah
kualitas standar.
Dengan rendahnya kualitas yang berakibat terjadinya kerusakan ruas
jalan akan merugikan Pemkab dan masyarakat Kulonprogo. "Saya juga
mengimbau rekanan menggunakan material lokal terutama batu dan pasir
serta koral. Untuk mendukung program bela dan beli Kulonprogo, rekanan
bisa memanfaatkan batu dan pasir dari daerah sekitar sini yang
kualitasnya sangat baik," jelasnya.
Ketua Komisi III (pembangunan) Hamam Cahyadi mendukung dan
mengapresiasi pelebaran jalan Dudukan-Ngentakrejo yang menghubungkan
wilayah Kecamatan Sentolo dan Lendah sebagai fasilitas umum guna
mendukung pengembangan wilayah tersebut sebagai kawasan industri yang
tentu saja sangat membutuhkan infrastruktur jalan bagus baik dari sisi
lebar maupun kualitasnya. Sehingga tidak cepat rusak saat dilalui
kendaraan bertonase berat.
"Kami mendukung pelebaran jalan tersebut. Karena selain faktor
pendukung yang dominan dalam pengembangan kawasan industri juga
menarik investor berinvestasi," tambahnya.
Demi terciptanya infrastruktur yang berkualitas Hamam minta DPU
melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan pembangunan
ruas jalan tersebut. Selain kualitas material dan hasil proyeknya
pengawasan terhadap waktu pengerjaannya juga harus dilakukan.
"Pengerjaan proyek tersebut harus diawasi betul agar kualitasnya bagus
dan waktu pelaksanaan pekerjaan tidak terlambat. Apalagi sekarang
sudah bulan November dan pelaksanaan waktu anggaran hanya tinggal
sekitar 1,5 bulan lagi. Diperparah dengan masuknya musim hujan yang
kemungkinan akan menghambat pekerjaan," tegasnya.(Rul)
Share:

Suapi Anak Dengan Cairan Pembersih Lantai, Sekeluarga Terkapar di RS

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Gara-gara minum cairan pembersih lantai
(Wipol), seorang ibu, Indah Nurul (33), dan dua anaknya, Muhammad
Tsani Nur (4) dan Ridwan Aditia (9), dilarikan ke RSUD Wates
Kulonprogo, Kamis (6/11) malam. Jumat kemarin (7/11/2014), tiga pasien
sekeluarga asal Tambak Triharjo Wates itu menjalani perawatan di
bangsal rumahsakit tersebut.
Informasi dihimpun dari rumahsakit itu menyebutkan, tiga pasien datang
diantar keluarganya. Ketiganya mengalami sakit pada perut, perih, mual
dan pusing, setelah beberapa menit sebelumnya meminum cairan pembersih
lantai jenis Wipol.
Namun, apa motif perbuatan itu dilakukan dan bagaimana kejadiannya,
sampai kemarin keluarga belum dapat dimintai keterangan. Sejumlah
tetangga dan nenek pasien itu mengaku tidak mengetahuinya. Sementara,
suami dan ayah pasien itu tetap bekerja di instansi pemerintah di
Kulonprogodan belum bisa ditemui.
Yang jelas, akibat meminum cairan pembersih lantai itu, kemarin
ketiganya dilaporkan sudah membaik dan sadar. Setelah diterima bagian
Instalasi Gawat Darurat pada Kamis malam, diniharinya pasien
dipindahkan ke bangsal perawatan. Kedua anak di bangsal Cempaka bahkan
sudah bisa berjalan-jalan meski tetap menggunakan selang dan infus.

Pengakuan Ridwan, salah satu pasien anak, dia meminum cairan pembersih
lantai karena diberikan oleh ibunya. Menurutnya, cairan itu diminum
menggunakan sendok. "Diberi pakai sendok," katanya, sembari terbaring
di bangsal Cempaka kemarin.
Laura Christanti, dokter residen anak yang menangani keduanya,
mengatakan, peristiwa itu terjadi bersamaan dengan sang ibu yang juga
meminum cairan tersebut. Berdasarkan keterangan pasien, menurutnya,
memang benar ibunya meminum, kemudian juga memberikannya pada dua
anaknya.
"Belum tahu alasannya meminum. Tapi kondisi anak sudah bagus. Hanya
masih merasakan agak nyeri di perut," katanya.
Kepala Bangsal Edelweis, Nurwahid, yang menangani pasien dewasa,
mengatakan ibu anak-anak itu, Indah Nurul seperti dua anaknya, juga
mengalami intoksitasi pembersih lantai. "Secara umum ketiganya sadar
penuh. Sekarang memakai selang untuk cuci lambung," ujarnya.
Wakil Direktur Pelayaanan Medis RSUD Wates, Witarto, menyampaikan,
ternyata pasien keracunan setelah meminum pembersih lantai jenis
Wipol. Dia menduga, dua anak diberi cairan itu tidak terlalu banyak
karena saat ini kondisinya cepat membaik.
"Kondisinya mulai stabil. Tapi bagaimana kejadiannya belum bisa
ditanya karena trauma," katanya. (*)
Share:

Puluhan Personel Kodim 0731 Cabut Paku di Pohon

Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan personel Kodim 0731 Kulonprogo
mencabut ratusan paku yang tertancap di pepohonan di kawasan Alun-alun
Wates dan jalan-jalan utama, Jumat (7/11/2014).
Kegiatan ini dilakukan serentak oleh personel yang berada di bawah
jajaran Kodam IV Diponegoro untuk membersihkan lingkungan dan
mewujudkan pohon yang sehat di lingkungan sekitar.
Pasiter Kodim 0731 Kulonprogo Kapten CPL Wasito menuturkan pencabutan
paku dilakukan sesuai dengan perintah Danrem 072 Pamungkas. Tujuannya,
dalam rangka menjaga kesehatan pohon, mengingat pohon adalah makhluk
hidup.
"Bisa dibayangkan bagaiaman kalau makhluk hidup tertancap paku, oleh
karena itu kami membersihkannya," ujarnya.
Diakuinya, kegiatan pencabutan paku baru pertama kali dilakukan
jajaran Kodim 0731 Kulonprogo dan diperkirakan jumlah paku yang
tertancap di pepohonan di atas 500-an buah.
Satu pohon, kata Wasito, rata-rata lebih dari lima paku. Pencabutan
paku dilakukan dengan menggunakan batang besi, tang, dan batu,
tergantung dari jenis dan bentuk paku yang tertancap.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru mengungkapkan paku
yang tertancap di pohon biasanya digunakan untuk menempelkan reklame
yang tidak berizin. Dikatakannya, penertiban rutin dilakukan DPPKA,
baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan Satpol PP.
Share:

06 November 2014

Dapat Bantuan Rp900 Juta, Ini Rencana Pasar Watu Ombo

Harianjogja.com, KULONPROGO-Rencana revitalisasi pasar tradisional
melalui koperasi untuk Pasar Watu Ombo di Desa Salamrejo segera
dilakukan.
Program tersebut merupakan program yang dilakukan Kementerian Koperasi
dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk pengembangan pasar.
Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Gangsar Sentolo Harowi Muhyati
mengatakan, KUD ini ditunjuk sebagai penerima program melalui anggaran
tahap kedua. Penetapan tersebut telah ditetapkan melalui SK Deputi
Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha
No.291/Kep/Dep.4/IX/2014.
"Dalam waktu dekat Pasar Watu Ombo akan segera direvitalisasi dengan
menambah sarana usaha," ujar Harowi kepada wartawan, Selasa
(4/11/2014).
Harowi mengatakan, sebelumnya sosialisasi rencana pengembangan pasar
telah dilakukan bersama pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk
merevitalisasi pasar tersebut, dana yang diterima sebesar Rp900 juta.
Menurut dia, dana tersebut hanya digunakan untuk pembangunan fisik
berupa 20 unit kios, dua unit los dan dua unit toilet. "Pelaksanaan
pembangunan dilakukan secara swakelola dan jangka waktu pelaksanaan
selambat-lambatnya 90 hari," jelas Harowi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo Sri Hermintarti mengatakan,
program revitalisasi pasar tradisional merupakan program strategis dan
prioritas nasional.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, tujuan dari program itu adalah
memberdayakan koperasi, meningkatkan sarana usaha bagi pedagang
anggota koperasi dan meningkatkan kenyamanan berbelanja.
"Harapannya pasar itu akan terkesan bersih, nyaman, tidak kumuh, tidak
bau dan tidak becek. Selain itu, tujuan penting dari program tersebut
adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Hermin.
Hermin juga mengharapkan agar para pedagang di Pasar Watu Ombo juga
dapat meningkatkan diri. Dia mengatakan, peningkatan itu tidak hanya
dalam jumlah dan jenis barang dagangannya saja, tetapi juga frekuensi
serta lama berjualan.
"Kami juga berharap agar koperasi juga dapat membuka pelayanan simpan
pinjam di Pasar Watu Ombo, sehingga kebutuhan pinjaman modal usaha
para pedagang dapat dicukupi dari koperasi dan pedagang akan terbebas
dari rentenir," imbuh Hermin.
Share:

Daging Ikan Paus itu Dibuat Tongseng

WATES ( KRjogja.com) -Setelah disembelih dandibethethi,ikan paus yang
terdampar di kawasan pesisir Pantai Karangwuni Wates, dagingnya
dipotong-potong lalu dibagi-bagikan kepada warga sekitar. Lantas
diapakan daging itu? Pasti untuk lauk makan.
"Akan saya buat tongseng," kata Mujiarti, salah satu warga yang
mendapat pembagian daging itu.
Mujiarti sendiri mengaku penasaran terhadap rasa daging ikan paus.
Sebab ia baru pertama kali melihat tekstur daging ikan itu dan akan
memasaknya. "Saya penasaran ingin mencicipi dagingnya," tambahnya.
Menurut warga yang juga mantan kades, Winarto, anak ikan paus
ditemukan warga dalam kondisi mati di kawasan pesisir pantai
Karangwuni. "Karena sudah mati, ikan akan dikubur, tapi atas
kesepakatan warga, ikan dipindahkan memakai kendaraan bak terbuka ke
pinggir pantai dan akhirnya ikan disembelih dan dagingnya dibagi,"
ujar Winarto. (Wid)
Share:

05 November 2014

Ingin Jawaban atas 12 Permohonan, IKB PPLP Ancam Tolak Konsultasi Publik

Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga dan petani terdampak pembangunan
bandara berharap 12 persyaratan yang diajukan kepada Bupati
Kulonprogo Hasto Wardoyo, segera mendapatkan kepastian jawaban.
Apabila kepastian tidak kunjung dipenuhi, warga yang tergabung dalam
Ikatan Keluarga Besar Pemilik Lahan dan Petani Penggarap (IKB PLPP)
Desa Palihan, Temon itu akan menolak tahapan konsultasi publik.
Ketua IKB PLPP Kalisa Paraharyana mengatakan, warga terdampak proyek
tersebut belum merasa puas terhadap hasil audiensi dengan Bupati pekan
lalu. Pada audiensi tersebut, IKB PLPP mengajukan 12 persyaratan
kepada pihak pemerintah Kulonprogo.
"Kami ingin 12 persyaratan yang kami ajukan segera ada kepastian.
Apabila belum ada kepastian, maka warga sepakat untuk tidak mengikuti
tahapan tersebut [konsultasi publik]," ujar Kalisa kepada wartawan,
Senin (3/11/2014).
Kalisa mengatakan, 12 persyaratan tersebut merupakan permintaan warga
terkait nasib mereka usai pembangunan bandara dilaksanakan. Dia
mengatakan, warga menginginkan agar permohonan warga dapat disepakati
dalam nota kesepakatan.
"Warga terdampak [proyek bandara] tetap menuntut 12 permohonan
tersebut untuk segera terwujud suatu kepastian dalam nota
kesepakatan," jelas Kalisa.
Sekretaris IKB PLPP Mawarno mengatakan, rencana pelaksanaan tahapan
konsultasi publik akan dilakukan pada minggu ketiga pada November ini.
Sebelum dilakukan tahapan tersebut, dia berharap adanya kejelasan
sikap dari Pemkab untuk dapat segera menindaklanjuti hal tersebut.
Lebih lanjut dia menegaskan, pada dasarnya IKB PLPP tidak anti
terhadap rencana pembangunan bandara, tetapi anti terhadap penindasan.
Kejelasan persyaratan yang diajukan warga tersebut diharapkan dapat
keluar dalam sebuah kesepakatan yang memiliki kekuatan hukum.
"Apapun bentuk kesepakatannya, yang terpenting memiliki kekuatan
hukum. Tujuannya agar kesepakatan tersebut dapat dibuktikan nantinya
apabila ada permasalahan dikemudian hari," kata Mawarno
Share:

Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo dukung pembangunan jembatan ngelo

KULONPROGO ( KRjogja.com) -Rencana pembangunan jembatan Ngelo di
Pedukuhan Kalibondol Sentolo didukung oleh Komisi III DPRD Kabupaten
Kulonprogo. Sebab bila jembatan sudah berfungsi, menjadi solusi
strategis untuk mengatasi padatnya arus lalu lintas di depan pasar
Sentolo lama. Terutama pada jam-jam sibuk atau ketika ada kereta api
yang melintas di palang pintu sebelah barat pertigaan Sentolo.
Jembatan tersebut rencananya akan melintasi jalur rel kereta api di
sebelah barat perempatan Ngelo Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo bakal
dibangun tahun 2015. Ini mendatangkan fungsi yang menghubungkan ruas
jalan dari pasar Sentolo lama ke arah perempatan Ngelo.
Ketua Komisi III Hamam Cahyadi ST menyatakan pihaknya mendukung
pembangunan jembatan ini. "Sebab akan menjadi solusi untuk mengurangi
kepadatan ruas jalan Sentolo-Wates yang di saat jam-jam sibuk memang
sudah cukup padat,"kata Hamam Cahyadi ketika kunjungan kerja (kunker)
di lokasi pembangunan jembatan itu.
Disamping Hamam, kunker diikuti pula Wakil Ketua Komisi Sugiyanto,
Sekretaris Komisi Sarkowi dan anggota Arif Syarifudin. Sedangkan dari
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo hadir Kabid Bina Marga Ir Gusdi
Hartono MT dan Kasi Pemeliharaan dan Pembangunan Jembatan Yuniar
Wibowo Amd.(Wid)
Share:

04 November 2014

Central Business District, Dekso Diharapkan Kompetitif

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Sebagai wilayah strategis, Dekso menjadi
penghubung perdagangan hasil komoditas bagi daerah di sekitarnya,
yaitu Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang ke wilayah lain di
Kulonprogo maupun ke daerah lain. Karena posisinya mampu sebagai
wilayah penyedia barang dan jasa bagi daerah hinterland di sekitarnya.

Hal itu disampaikan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dalam
jawaban bupati terhadap pendapat panitia khusus dan pemandangan umum
fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Bagian Wilayah Perkotaan Dekso Tahun 2014-2034 dalam
rapat paripurna (Rapur) DPRD, Senin (03/11/2014) di gedung Dewan
setempat. Rapur dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati, dihadiri Wabup Drs
H Sutedjo serta segenap Kepala SKPD di lingkungan Pemkab.

"Rencana penataan ruang yang tepat dan dukungan infrastruktur berupa
jalan, air, listrik serta sarana prasarana pendukung aktivitas
terhadap zona perdagangan barang dan jasa, maka diharapkan wilayah
perkotaan Dekso Kompetitif sebagai Central Business District (CBD),"
tuturnya.

Ditambahkan Hasto, penetapan RDTR bagi Dekso, merupakan pula upaya
untuk menstimulir masuknya investasi guna mendorong perkembangan
perekonomian bagi wilayah Dekso dan kawasan Perbukitan Menoreh secara
umum. "Sehubungan perkotaan Dekso merupakan pusat kawasan agropolitan
dan pintu gerbang kawasan wisata Menoreh, maka investasi diharapkan
adalah yang berhubungan dengan bidang pertanian dan pariwisata. Baik
yang bergerak dalam bidang jasa, perdagangan maupun industri sesuai
fungsi kawasan," ujar Hasto.
Dipaparkan Hasto, sejak tahun 2012 Pemkab Kulonprogo sudah menyusun
tujuh draf Raperda RDTR, yakni Dekso, Temon, Wates, Sentolo,
Nanggulan, Brosot dan Lendah. Selain itu dua draf Raperda RDTR kawasan
strategis yakni kawasan bandara dan kawasan industri Sentolo. Tapi
draf tersebut belum ditetapkan menjadi Perda karena itu belum bisa
dipublikasikan.(Wid)
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive