Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


25 April 2020

PAUD di Kulon Progo untuk Karantina Pemudik - tagar.id

 Paud untuk karantina di Kulon Progo

Kulon Progo - Warga Dusun Temonan Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta berinisiatif mengalihfungsikan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi lokasi karantina bagi para pemudik yang pulang kampung ke wilayah tersebut. Inisiatif yang patut diacungi jempol dalam upaya mencegah pennyebaran Covid-19.

Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dusun Temonan, Sarwono mengatakan, bangunan yang dimanfaatkan adalah gedung PAUD Kelompok Bermain Dewi Ratih di RT 01 RW 01 di Dusun Temonan. Aktivitas belajar di gedung tersebut untuk sementara waktu memang ditiadakan sejak pandemi Corona. Para siswa pun belajar di rumah.


Bangunan ini juga dipandang strategis karena berdekatan dengan masjid dan permukiman penduduk. Sehingga pemantauan terhadap pemudik yang dikarantina lebih mudah karena setiap hari juga ada warga yang menjaga. "Tempat karantina ini merupakan upaya untuk membantu program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona," ujar Sarwono, Selasa 14 April 2020.

Sarwono menjelaskan, karantina di gedung tersebut merupakan opsi bagi pemudik. Mereka yang pulang ke Temonan, bisa melakukan karantina mandiri di rumahnya atau memilih karantina di gedung tersebut.

Bagi yang ingin karantina mandiri di rumah, harus mengikuti aturan yaitu seluruh anggota keluarga tidak boleh keluar dari rumah dan juga harus punya dua kamar mandi, satu untuk pemudik dan satu untuk keluarga. Sementara di gedung PAUD tersebut, semua perlengkapan sudah disediakan semua.

"Ada tiga ruangan. Setiap ruangan bisa diisi maksimal empat orang dengan catatan masih memiliki hubungan keluarga. Juga ada fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) dan dapur. Cuma untuk kebutuhan pribadi seperti peralatan tidur dan makanan, dari keluarga yang dikarantina," ujar Sarwono.

Sarwono mengatakan, gedung yang difungsikan sebagai tempat karantina pada Senin 13 April ini sudah ditempati seorang warga yang baru mudik dari Tangerang, Jawa Barat. Warga tersebut sebelum mudik, sudah berkomunikasi dulu dengan unsur RT, RW dan Dukuh setempat.

"Dia tidak ada gejala Covid-19, sehingga masuk dalam kategori Orang Dalam Catatan (ODC). Dia tetap karantina setelah sebelumnya membuat surat pernyataan persetujuan melakukan karantina," tutur Sarwono.

Sebelumnya, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan, seluruh warga Kulon Progo yang ada dan tinggal di perantauan, diminta tidak mudik pada saat Lebaran nanti. Mereka yang ada di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Barat dan lainnya diminta menetap di lokasi masing-masing.

Menrut Sutedjo, situasi dan kondisi pada saat ini sedang sangat tidak tepat untuk melakukan mudik. "Mobilisasi dari warga perantauan dapat meningkatkan potensi penyebaran Covid-19 kepada masyarakat, keluarga yang ada di Kulon Progo," ucap Sutedjo.

Menurutnya, cukup sulit untuk mengetahui apakah perantau membawa virus atau tidak saat perjalanan mudik. Mereka bisa saja terpapar dari orang lain yang membawa virus.

Dia menambahkan, jika ada pemudik atau pendatang dari luar daerah, maka wajib menyampaikan kepada puskesmas, dukuh, maupun lurah. Mereka juga diminta tidak keluar rumah sampai 14 hari, khususnya dari daerah terjangkit Covid-19. []


Sumber Berita :
https://www.tagar.id/paud-di-kulon-progo-untuk-karantina-pemudik
Share:

Pembatasan Penerbangan, Bandara YIA Kulon Progo Siapkan Kantung Parkir bagi 60 Pesawat - TRIBUNJOGJA.COM

 

TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu

Sejumlah kendaraan tampak melintas di depan area pintu masuk kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulon Progo, Selasa (3/12/2019).

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah resmi mengeluarkan surat edaran terkait pelayanan jasa penerbangan.

Surat edaran tersebut telah ditanda tangani per 17 April lalu.


Sebagai wujud percepatan penanganan Covid-19, pembatasan moda transportasi pesawat pun dibatasi.

Meski pembatasan penerbangan resmi diberlakukan, dalam surat yang ditanda tangani Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto mengarahkan agar menjaga ketersediaan untuk keperluan tertentu.

Misalnya, dalam surat itu menyebut, pergerakan bandara hanya diperbolehkan untuk palayanan in-flight emergency, technical stop, cargo, humanitarian, medical evacuation, repatriation, misi perserikatan bangsa-bangsa, dan keberlangsungan rantai pasokan global.


Arahan itu pun telah menyesuaikan peraturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau Internatoonal Civil Aviation Organization (ICAO)

Merespon hal itu, General Manager (GM) PT. Angkasa Pura I Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, pihaknya sudah mengetahui peraturan kementerian tersebut.

PT Angkasa Pura I pun telah menyediakan kantung parkir yang dapat menampung 60 pesawat, untuk merespon pembatasan penerbangan tersebut.

"Karena kalau memang benar-benar Stop Flying akan banyak pesawat parkir. Jadi kami sudah siapkan itu. Kapasitas 60 pesawat," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (23/4/2020).

Artikel selengkapnya  telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Pembatasan Penerbangan, Bandara YIA Kulon Progo Siapkan Kantung Parkir bagi 60 Pesawat, https://jogja.tribunnews.com/2020/04/23/pembatasan-penerbangan-bandara-yia-kulon-progo-siapkan-kantung-parkir-bagi-60-pesawat.
Penulis: Miftahul Huda


Editor: Gaya LufityantiSumber Berita :
Share:

Batasi Kegiatan Selama Ramadan, Pintu Masuk Masjid Agung Kulon Progo Dijaga - suarajogja.id

Batasi Kegiatan Selama Ramadan, Pintu Masuk Masjid Agung Kulon Progo Dijaga

SuaraJogja id - Memasuki bulan Ramadan 1441 Hijriyah, Masjid Agung Kulon Progo tetap menggelar salat tarawih berjemaah, tetapi hanya membatasi untuk warga sekitar saja. Pembatasan ini ditetapkan karena melihat kondisi pandemi corona yang masih belum mereda hingga saat ini.

Takmir Bagian Seksi Keamanan Masjid Agung Kulon Progo Muhammad Irsyad menuturkan bahwa salat tarawih masih tetap diselenggarakan, tetapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain membatasi jemaah yang datang, waktu tarawih pun ikut diberi pembatasan.

"Jadi sekarang sehabis salat Isya, langsung dilanjutkan salat tarawih tanpa ada kultum, jadi kita mempercepat waktunya. Setelah selesai langsung dibubarkan," ujar Irsyad saat ditemui SuaraJogja.id di Masjid Agung Kulon Progo, Jumat (24/4/2020).

Jika ada pendatang dari luar, mereka akan ditolak secara halus atau dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Pihaknya juga berencana untuk menutup semua pintu utama dan membuka pintu kecil yang berada di samping untuk warga saja.

Ia menuturkan, terkait salat Jumat hari sebelumnya, memang pihaknya sudah mendapat imbauan dari bupati. Namun, untuk tarawih ini, kata dia, belum ada imbuan dari pemerintah. Di samping itu, pengadaan tarawih ini dilakukan atas dorongan dari masyarakat sekitar.

"Memang masyarakat sekitar masjid ini tetap mengharapkan adanya tarawih di Masjid Agung, tetapi hanya untuk warga saja. Kami dari takmir menerima usulan itu, tapi dengan syarat hanya untuk lingkungan sekitar masjid agung dan jemaah tetap," ucapnya.

"Teknisnya, nanti akan ada tiga orang yang bertugas berjaga di pintu masuk. Sebenarnya masih ada pintu samping yang hanya dibuka untuk kepulangan haji, pintu itu akan dibuka jika memang kondisinya memungkinkan. Jadi memang yang tahu pintu itu hanya orang sekitar saja," imbuh Irsyad.

Imbauan dari pihak Masjid Agung pun sudah dipasang di depan masjid kepada pemudik untuk langsung menuju lokasi tujuan. Beberapa pemudik juga sudah ada yang ditemui dan disarankan untuk melanjutkan perjalanan. Hal itu masih akan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Namun, untuk mengantisipasi kedatangan musafir yang mungkin hanya singgah untuk salat atau berbuka puasa, pihaknya sudah membuat rencana untuk menyediakan takjil alakadarnya. Rencana itu masih akan dirapatkan lagi oleh pengurus masjid.


"Masjid ini milik pemerintah daerah, kami hanya pengelola masjid ini, istilahnya takmir harian. Jadi untuk wewenang menutup atau membuka itu adalah dari pemda," jelasnya.

Pihaknya mengaku sudah menyiapkan berbagai agenda kegiatan selama bulan Ramadan, seperti pengajian anak, pengajian bapak ibu, tadarus, hingga buka bersama. Bahkan pihak masjid sudah menyusun jadwal ustaz yang berasal dari berbagai daerah untuk mengisi ceramah. Namun, semua itu terpaksa dibatalkan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Hanya imam dan takmir Masjid Agung saja yang akan bertugas selama Ramadan tahun ini. Acara lain seperti pengajian-pengajian dan kajian yang dulu diadakan setiap Minggu dan Senin juga ditiadakan untuk tahun ini.

"Ya meskipun kecewa, tapi harus taat, semua sudah ada yang mengatur, kami harus menaatinya," tegasnya.

Ketua Umum I Masjid Jami' Syirwan Rosyid menjelaskan hal serupa. Bahkan di Masjid Jami' sendiri tidak diadakan salat tarawih untuk Ramadan tahun ini. Pihaknya mengungkapkan, hanya akan ada salat lima waktu seperti biasa.



Syirwan memberikan pengertian kepada semua jemaah masjid dalam menjalankan ibadah Ramadan, khususnya salat tarawih dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah.

Selain itu, buka puasa bersama dan acara keagaaman lain yang bisanya dilakukan selama Ramadan di Masjid Jami' ikut ditiadakan.

"Tilawah atau tadarus Al-Qur'an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur'an," kata Syirwan.

Sumber Berita :
 https://jogja.suara.com/read/2020/04/24/113755/batasi-kegiatan-selama-ramadan-pintu-masuk-masjid-agung-kulon-progo-dijaga
Share:

Dishub Kulon Progo Pantau Jalur Alternatif Menuju Wilayah DIY

pemda-diy-perketat-pemeriksaan-di-perbatasan.jpg

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah pusat telah resmi mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2020 selama pandemi virus corona.

Menyikapi kebijakan tersebut, Pemda DIY pun segera menerapkan langkah tindak lanjut terkait pembatasan masuk wilayah DIY.


Salah satunya dengan menutup dua jalan alternatif yang mengarah masuk ke wilayah DIY.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kulon Progo, Bowo Pristiyanto, Kamis (23/4/2020) menyampaikan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan dan pemetaan mengenai Jalur-Jalur alternatif yang berada di wilayah Kulon Progo.

Menurutnya ada beberapa jalur alternatif yang berpontensi digunakan oleh para pemudik yang ingin masuk ke DIY.
           

"Untuk yang jalur Selatan kan sudah di fokuskan di Kapanewon Temon, itu sebagai pintu masuk utama. Sedangkan saat ini Juga masih terdapat beberapa titik yang dapat menjadi pintu masuk lainnya yang berada di Kulon Progo bagian Utara," katanya.

Pintu masuk tersebut yakni di Wilayah Jagalan, Kapanewon Kalibawang yang berbatasan langsung dengan Magelang dan di Kapanewon Samigaluh yang menghubungkan Kulon Progo dengan Purworejo.

"Kita sudah melakukan pengawasan, pola pergerakannya paling tinggi yakni yang berada di Jagalan. Sedangkan di Samigaluh hanya seperempatnya saja," ujarnya.

Lanjutnya, nantinya di wilayah Jagalan di Kapanewon Kalibawang yang berbatasan langsung dengan Magelang, kemungkinan besar juga dapat didirikan posko pemeriksaan Covid-19.

 "Kita sedang mencoba untuk mengarahkan ke sana (mendirikan Posko), namun saat ini masih menunggu keputusan dari Dishub DIY dan petunjuk tenkis dari Kementerian Perhubungan untuk pelaksanaannya," katanya.

Apakah nantinya Jalur-Jalur alternatif tersebut akan ditutup ataupun hanya dilakukan pengawasan, Pihaknya masih belum dapat memastikan hasilnya.

"Saat ini hasil uji petik dan pengawasan pergerakan sudah dikirimkan, jadi tinggal menunggu hasilnya saja," tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Dishub Kulon Progo Pantau Jalur Alternatif Menuju Wilayah DIY, https://jogja.tribunnews.com/2020/04/23/dishub-kulon-progo-pantau-jalur-alternatif-menuju-wilayah-diy.
Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho


Share:

24 April 2020

Kisah Poniran Mengisolasi Diri di Hutan Kulon Progo - tagar.id/



Kulon Progo - Poniran menjadi satu dari sekian banyak pemudik yang pulang dari kota tempat mengais rezeki menuju kampung halaman. Dia pulang dari Tangerang ke Kulon Progo pada Minggu 19 April 2020. Pria berusia 30 tahun itu terpaksa pulang kampung, setelah pabrik tempatnya bekerja merumahkannya.

Namun, Poniran tidak sempat menyentuh halaman rumahnya, apalagi bercengkerama dengan anak dan istrinya yang bertempat tinggal di Pedukuhan Menguri, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta.


Poniran harus menuju pada sebuah gubuk karantina yang sudah disediakan secara mandiri di hutan. Dia harus menjalani seorang diri di sana selama 14 hari. Dia secara sukarela mengisolasi mandiri, meski sebenarnya telah mengantongi surat keterangan sehat dari Tangerang.

Saat akan pulang dari Tangerang, Poniran bernisiatif menghubungi keluarga dan dukuh setempat. Setelah itu keluarganya mendirikan gubuk di tempat yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Gubug ini darurat. Hanya berdinding terpal dan potongan kain spanduk dengan luas hanya berukuran 2x3 meter berlantai tanah. Di kala hujan, air menetes ke dalam gubug darurat itu.

Di dalam gubug, ada tempat tidur atau dipan yang sudah usang. Dipan dikelilingi kelambu sekedar menghalau nyamuk masuk. Dipan lawas ini sekedar menjadi tempat bagi Poniran merebahkan tubuhnya. Sementara untuk kebutuhan seperti mandi, mencuci hingga berwudu, Poniran memanfaatkan sumur tua tidak terpakai yang dikelilingi semak belukar.

Poniran sedikit membuka lahan, menebang beberapa batang pohon di sekitar gubug. Tujuannya untuk sekedar membuat tempat menjemur pakaiannya.

Poniran mengaku selama tinggal di gubug sudah bertemu dengan anak dan istrinya. Peristiwa itu terjadi saat orang tercintanya datang menghidangkan makanan dan membawa beragam barang yang dibutuhkan selama menjalani isolasi.

Namun semua barang hanya diletakkan di sebuah kursi plastik yang jaraknya sekitar empat meter dari gubuk derita tempat Poniran mengisolasi. "Sudah bertemu tapi tak bisa menyentuh keluarga," ujar Poniran pada Rabu, 22 April 2020.

Bagi seorang ayah seperti Poniran, tentunya bulan hal yang mudah tinggal 14 hari di kawasan hutan tanpa berinteraksi dengan anak istrinya. Rasa rindu jelas dirasakan dan ingin sekali berkumpul bersama anak dan istri.

Bahkan saat anaknya, Dina Avrilia Nurani merayakan ulang tahun yang kesembilan, pada hari ketiga karantina, Poniran juga tidak bisa ikut secara langsung merayakan. Poniran hanya bisa merayakan melalui video call sembari anaknya menyanyikan lagu bersama istrinya.

"Ini adalah konsekuensi yang saya ambil sebagai pemudik. Karena sudah diniatkan, anggap saja seperti libur. Untuk mengusir bosan, saya mengolah kebun di sekitar gubuk," ujar Poniran.

Sementara itu, Kepala Dukuh Menguri, Suparno mengapresiasi inisiatif karantina mandiri yang dilakukan Poniran di tengah situasi yang serba terbatas seperti saat ini.

Dia mengatakan kesadaran untuk menjaga kesehatan bersama oleh Poniran ini patut menjadi contoh bagi para pemudik yang lainnya. "Saat ini di Menguri memang belum ada gedung karantina mandiri untuk pemudik yang datang," kata Suparno. []



Sumber Berita :
Share:

21 April 2020

Petugas Gabungan Sudah Mulai Turun di Posko Kulon Progo-Purworejo, Kendaraan dari Luar DIY Bakal Dicegat - GridOto.com


  • GridOto.com - Posko Terpadu Pemeriksaan Covid-19 di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu Kulon Progo-Purworejo sudah mulai beroperasi pada Senin (20/04/2020).
    Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengoordinasikan langsung posko di perbatasan Kulon Progo-Purworejo ini.
    Dilansir dari Tibunjogja.com, petugas yang turun di posko Kulon Progo-Purworejo merupakan gabungan dari Dishub, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan relawan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).
    Kepala Bidang Pengendali Operasional Dishub DIYHarry Agustriono mengatakan, pada tahap awal ini, posko akan dibuka selama satu shift yakni pukul 08.00-12.00 WIB. 
    "Posko pemeriksaan didirikan di Jalan Raya Jogja-Purworejo KM 41, tepatnya depan Masjid Nurul Huda, Kelurahan Temon Kulon," ujar Harry.
    Harry menjelaskan kendaraan yang datang dari arah daerah terdampak yaitu Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Sumatera, Semarang, Solo dan Purwokerto akan menjadi target prioritas pemeriksaan.
    "Semua kendaraan, baik pribadi, angkutan umum hingga angkutan barang, roda dua maupun roda empat bila berasal dari daerah terjangkit, kami minta menepi untuk diperiksa," jelas Harry.
    Pada pemantauan perdana, sudah tercatat 60 kendaraan dari luar daerah melintasi posko ini dan mayoritas merupakan mobil pribadi. 
    "Tercatat ada 39 mobil pribadi yang melintas masuk ke wilayah DIY," ungkap Harry.
    Sementara itu, kendaraa lain yang tercatat melintasi posko ini yakni lima unit sepeda motor, 10 unit angkutan umum dan enam unit angkutan barang.
    Artikel ini telah tayang di Tribunjogja,com dengan judul Posko Pemeriksaan di Kulon Progo Mulai Beroperasi

Sumber Berita :
Share:

12 April 2020

Jembatan di Lokasi TMMD Kulon Progo Selesai Dibangun - suaramerdeka.com - Suara Merdeka CyberNews

  • KULON PROGO, suaramerdeka.com - Menginjak hari-hari terakhir pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107 di Kalurahan Purwosari, Kapenewon Girimulyo, kabar baik didapat warga setempat. Hal ini seiring dengan sudah selesainya pembangunan jembatan penghubung dua dusun di desa tersebut.
    "Sudah selesai, hanya tinggal penyempurnaan dan penambahan pelengkap di jembatan itu saja. Sudah saya cek juga kemarin (11/4)," tutur Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-107 Letkol Inf Dodit Susanto, Minggu (12/4).
    Meski sederhana, pembuatan jembatan di Pedukuhan Prangkokan ini cukup berkesan karena dikerjakan secara gotong royong masyarakat dengan Satgas TMMD sejak TMMD dimulai 16 Maret lalu.
    Saat ini, jembatan itu telah selesai pembangunannya dan sudah dapat dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Guna kelengkapan sarana jembatan, pada dua sisi jembatan tersebut dibuat pagar jembatan, agar terlihat bagus dan sekaligus sebagai pengaman batas tepi jalan diatas jembatan, untuk mencegah pengguna jalan tercebur ke dalam sungai yang cukup dalam dan dipenuhi dengan bebatuan. 
    Selain pembuatan pagar jembatan, segenap warga bersama TNI, juga melaksanakan pembereman tepi jalan, penyempurnaan pembangunan RTLH dan bak penampungan air serta Taman Prasasti TMMD.
    "Maksimalkan pekerjaan dengan waktu yang tersisa, agar seluruh pembangunan yang tinggal penyempurnaan ini dapat selesai dengan baik, sehingga setelah penutupan nanti tidak ada pekerjaan yang tersisa atau bahkan muncul keluhan tentang hasil pembangunan dari warga Purwosari," pesan Dansatgas yang juga Dandim 0731/Kulon Progo itu.
    Program TMMD Reguler ke-107 sendiri, tinggal menyisakan beberapa hari. Berkat kemanunggalan TNI-Rakyat, pekerjaan yang berat menjadi ringan, medan yang sulit dan menantang tidak menjadi penghalang, terbukti dengan tenggang waktu 30 hari yang disediakan, saat ini seluruh sasaran fisik pembangunannya sudah selesai dengan hasil yang maksimal dan tinggal penyempurnaan saja.
  •   
Sumber Berita : Jembatan di Lokasi TMMD Kulon Progo Selesai Dibangun - suaramerdeka.com - Suara Merdeka CyberNews

Share:

Kulon Progo Kondusif untuk Pasien dan Jenazah Corona - Tagar News


Kulon Progo - Dua kasus pasien positif terpapar virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Pertama bayi berumur sekitar 4 bulan dan kini sudah sembuh. Kedua seorang pria berumur 30 tahun yang sebelumnya merupakan anak buah Kapal yang pulang ke Kulon Progo. Pria ini kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Wates.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulon Progo, Ariadi mengatakan, Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kulon Progo selalu mengedukasi masyarakat bagaimana memperlakukan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Begitu pula dengan kasus pasien meninggal, masyarakat seharusnya bisa menerima pasien tersebut, baik dari luar maupun dalam daerah.
"Gugus tugas yang dari semua Organisasi Perangkat Daerah, TNI, Polri, dan lainnya, selalu memberikan edukasi ke masyarakat tentang perlakuan terhadap pasien Covid-19," ujarnya, Jumat, 10 April 2020.
Ariadi mengharapkan, masyarakat tidak melakukan penolakan. Berdasarkan laporan yang diterima dari semua panewu dan semua lurah hingga saat ini, kondisi di masyarakat Kulon Progo masih sangat kondusif.
Menurut Ariadi, Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kulon Progo pada saat ini juga sudah mempersiapkan posko dekontaminasi yang berfungsi untuk mensterilisasi petugas dan kendaraan yang dipakai dalam penanganan pasien Covid-19. Posko ini akan mendukung operasional di bidang kesehatan, terutama oleh rumah sakit, dinas kesehatan, atau puskesmas.
Gugus tugas yang dari semua Organisasi Perangkat Daerah, TNI, Polri, dan lainnya, selalu memberikan edukasi ke masyarakat tentang perlakuan terhadap pasien Covid-19.
Posko berlokasi di area parkir Taman Budaya Kulon Progo dan juga jauh dari pemukiman warga. "Sudah menjadi ketugasan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dengan posko ini harapannya tidak ada penyebaran virus," kata Ariadi.
Petugas yang akan bertugas di posko ini terdiri dari personel yang sudah mendapat pembekalan mulai dari Pusdalops BPBD, Muhammadiyah Disester Management Center (MDMC), TNI, POLRI, Tim PSC (Publik Safety Center), dan PMI. Juga tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan bantuan dari para relawan jika keadaan sudah darurat.
Dia mengatakan, operasionalnya menyesuaikan dengan kebutuhan. "Saat ini masih menyesuaikan dengan masa darurat DIY hingga tanggal 29 Mei. Persiapan posko dekontaminasi ini sendiri dimulai sejak, Kamis, 9 April 2020. Diperkirakan posko sudah bisa beroperasi senin mendatang," ujar Ariadi.
Safety Officer Posko Dekontaminasi Kulon Progo, Fikri Syahmonakhawa, mengatakan, posko ini ditujukan untuk petugas dan kendaraan yang sudah digunakan untuk pasien Covid-19. Sehingga mobil serta petugas masuk ke posko tersebut akan selalu dibersihkan menggunakan desinfektan dan sabun. "Karena sekali pakai, coverall dibuang ke bak sampah, lalu petugas dipersilakan mandi dan beristirahat," ujar Fikri.
Fikri menjelaskan, petugas kesehatan diistirahatkan di posko selama dua jam serta mendapat nutrisi untuk menjaga imun tubuh. Sementara kendaraan diistirahatkan selama 12 jam. Namun jika darurat dan banyak pasien membludak, dalam waktu 6 jam sudah bisa dioperasionalkan.
Posko ini, kata dia, dijaga oleh delapan petugas. Namun tidak menutup kemungkinan ada penambahan personel saat kondisi darurat, seperti petugas dari TNI dan Polri yang disiagakan di kesatuan masing-masing.
Dia menambahkan, stok alat pelindung diri yang tersedia di posko dekontaminasi masih ada 30 baju coverall dengan rincian 10 buah untuk petugas pembersihan di posko, 20 buah untuk petugas yang mengambil pasien, jenazah dan pemakaman.
"Untuk armada ada dua unit mobil ambulans dan milik PMI terdapat enam buah. Sedangkan penjemputan pasien akan langsung disediakan oleh rumah sakit," tutur Fikri.
Fikir mengharapkan, masyarakat memahami jika posko dekontaminasi ini adalah tempat sterilisasi dan pembersihan. Mereka tidak perlu panik karena petugas yang masuk akan keluar dengan keadaan bersih dan tidak ada virus.
"Yang penting masyarakat tidak mendekati dan memasuki zona yang ditentukan. Intinya di posko ini melindungi petugas agar tidak terkena virus atau terkontaminasi zat kimia," kata Fikri. []


Sumber Berita :
 Kulon Progo Kondusif untuk Pasien dan Jenazah Corona - Tagar News
Share:

10 April 2020

Irfan Hakim Sampai Rio Febrian Imbau Warga Kulon Progo Tak Mudik - Tempo


TEMPO.COJakarta - Para selebritas, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Ramzi, Rio Febrian, dan Okan Kornelius ikut mengkampanyekan kepada masyarakat DIY agar tidak mudik. Kehadiran mereka melalui kampanye di video atas ajakan Polda DIY. 
"Untuk mendukung imbauan pemerintah karena saat ini ada wabah, kami mengajak artis ikut mengimbau warga di perantauan yang biasanya mudik untuk tidak mudik dulu," ujar Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Yuliyanto Jumat 10 April 2020.
Dalam video yang diputarkan itu, Irfan mengatakan lebaran kali ini ia tidak akan mudik ke Bandung seperti biasanya. "Tahun ini saya juga sangat terpaksa tidak mudik dulu. Mudah-mudahan teman-teman di Kulon Progo, Yogyakarta juga. Stay aja dulu, jaga jarak dulu. Dengan menjaga jarak, berarti kita menjaga orang yang kita cintai," ujar Irfan Hakim. 
Presenter dan aktor Gilang Dirga. Foto/instagram/gilangdirga
Gilang Dirga juga meminta warga menahan diri tidak mudik walaupun saat ini Yogya memiliki bandara baru di Kulon Progo. "Saya juga seneng sudah ada Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Tapi, yang mau menggunakan bandara tersebut, kalau bisa jangan dulu ya. Mudiknya ditahan dulu, pakai video call saja atau teks biar lebih baik," ujar Gilang.
Gilang mengatakan sebaran virus corona sudah merajalela ke mana-mana. "Jadi kita harus mawas diri dan saling menjaga," ujar Gilang.
Adapun Okan Kornelius juga memohon warga Kulon Progo dan sekitarnya yang ada di perantauan tidak mudik sementara ini di tengah wabah. "Kita tidak pernah tahu apakah kita akan membawa virus atau tidak. Virus itu bukan oleh-oleh yang kita bawa untuk keluarga di kampung. Jangan bikin panik warga kampung," ujar Okan.
Penyanyi Rio Febrian ikut jadi pelari pembawa api obor Asian Games 2018 keliling Yogyakarta, 19 Juli 2018.. Tempo/Pribadi Wicaksono.
Sedangkan musisi Rio Febrian mengatakan dalam videonya agar silaturahmi lebaran tahun ini diganti dalam bentuk video call. "Tidak silaturahmi bukan berarti tidak sayang keluarga. Namun kondisi sekarang sangat berbeda dengan adanya pandemi Corona ini," ucapnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X awal pekan ini mengatakan belum dapat memprediksi total jumlah pemudik yang akan memasuki wilayah DIY. Namun ia memperkirakan jumlah yang mudik saat ini khususnya dari DKI Jakarta baru 30 persennya saja.
"Kami belum bisa memperkirakan peak (masa puncak) kapan pendatang ke Yogya ini terjadi, apakah sudah selesai dan menurun atau belum,” ujar Sultan.
Sedangkan Dinas Perhubungan DIY mencatat dua pekan terakhir total sudah ada 61 ribu lebih pemudik masuk Yogya.
PRIBADI WICAKSONO

Sumber Berita : Irfan Hakim Sampai Rio Febrian Imbau Warga Kulon Progo Tak Mudik - Tempo
Share:

Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih - Kompas.com - KOMPAS.com


KULON PROGO, KOMPAS.com – Fajar Gegana terpilih menjadi Wakil Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia terpilih setelah melalui pemungutan suara dalam Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo. 
Fajar memperoleh dukungan mayoritas anggota dewan dalam pemungutan suara itu. Dia mengalahkan Agus Langgeng Basuki, yang pernah menjadi Kepala Bappeda Kulon Progo. 
Fajar pun nantinya bakal menjabat wakil bupati pada sisa masa jabatan 2017-2021. 
“Saya (akan) menyesuaikan program pemkab yang sudah berjalan, terutama soal penanganan wabah Corona,” kata Fajar usai pemungutan suara di DPRD Kulon Progo, Kamis (9/4/2020). 
Posisi wakil bupati lowong sejak Sutedjo definitif menjadi Bupati Kulon Progo, awal November 2019. Sutedjo sebelumnya merupakan Wakil Bupati dari Hasto Wardoyo. 
Hasto meninggalkan jabatannya sejak menjabat Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI pada awal Juli 2019.
Sutedjo pun menjabat pelaksana tugas bupati sejak ditinggal Hasto dan diangkat jadi bupati pada akhir 2019. Namun, posisi wakil bupati lowong.
Pengisian posisi wabup diwarnai dengan penjaringan bakal calon, penyaringan, pengerucutan calon, lalu dibahas dalam panitia khusus (pansus) di DPRD Kulonprogo. 
Kantor DPC PDI-P Kulonprogo jadi lokasi pendaftaran sekaligus Sekretariat Bersama (Sekber) Penjaringan Cawabup Kulonprogo.
Proses pendaftaran dikawal langsung partai pengusung, yaitu PDI-P, PAN, Golkar, PKS dan Nasdem. 
Banyak yang melamar. Namun dalam perjalanannya mengerucut pada dua pelamar, yakni Fajar Gegana dan Langgeng. 
Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo pun akhirnya memutuskan Fajar menjadi Wabup. Fajar merupakan kader PDI-P, tokoh dalam Banteng Muda Indonesia (BMI) Kulon Progo.
Sebanyak 40 orang hadir dalam pengambilan suara itu. Fajar memperoleh dukungan 28 suara dan Langgeng 12 suara. 
Ketua Panitia Pemilihan Wabup Kulon Progo, Istana, mengungkapkan wabup baru ini bisa membantu Pemkab Kulon Progo, khususnya di tengah kabupaten ini sibuk menangani dampak akibat Coronavirus Disease (Covid) – 19.
"Alhamdulillah, hari ini kita telah berhasil menggelar pemilihan, secara mekanisme sudah sesuai aturan," kata Istana usai pemilihan. 
Bupati Kulon Progo, Sutedjo juga mengharapkan, wakil bupati bisa bertugas membantunya dalam menuntaskan berbagai persoalan daerah saat ini.
"Semoga bisa ikut membantu kami menyelesaikan masalah di Kulon Progo," kata Sutedjo.

Sumber Berita :
Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih - Kompas.com - KOMPAS.com
Share:

09 April 2020

Jarang Disorot, Cleaning Service RS Buat Prihatin Bupati Kulon Progo RSUD Wates menugaskan dua cleaning servis yang ditempatkan di ruang isolasi.


Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana


Ilustrasi cleaning service - (Unsplash/@edubenari)

SuaraJogja.id - Tidak jarang profesi cleaning service luput dari pemberitaan. Padahal cleaning service salah satu profesi di rumah sakit yang juga rentan terjangkit virus corona.

Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD Wates Sulalita Saraswati menjadi salah satu orang yang memperhatikan kinerja cleaning service di rumah sakit setempat. Ia menyoroti berbagai risiko pekerjaan cleaning service, yang bahkan rela jam kerjanya ditambah untuk melakukan tugasnya.

Ia mengutarakan bahwa RSUD Wates menugaskan dua petugas cleaning service yang ditempatkan di ruang isolasi, sehingga mereka mengalami kelebihan jam kerja. Kondisi ini merupakan dampak dari keterbatasan alat pelindung diri (APD) yang tersedia di RSUD Wates.

"Mungkin jarang terucap tapi kontribusi mereka [cleaning service] juga sangat besar dan patut diapresiasi," kata Sulalita, Rabu (8/4/2020).

Dalam sehari, cleaning service yang bertugas di ruang isolali bisa bekerja dari pukul 08.00-22.00 WIB. Jadi, dalam sebulan mereka mendapat kelebihan waktu selama kurang lebih 52 jam.

"Kemarin kita juga sudah koordinasi, kemungkinan besar nanti akan ada kompensasi karena kelebihan jam itu karena juga cleaning service ini dari pihak ketiga juga. Harapannya, pihak Pemda Kulon Progo juga bisa membantu dalam kompensasi itu," ujarnya.

Ditemui terpisah, Bupati Kulon Progo Sutedjo ikut mengapresiasi rekan-rekan cleaning service yang rela menambah jam kerjanya untuk melakukan pelayanan. Pihaknya juga memberikan ucapan terima kasih kepada teman-teman cleaning service yang tetap menjalankan tugasnya di tengah wabah COVID-19.

Menurut dia, di tengah mewabahnya penyakit COVID-19, tenaga cleaning service di RS tentu tetap bekerja seperti biasa. Mereka membersihkan dan mengepel lantai, menyiapkan makanan dan membersihkan sisa makanan bekas pasien serta membuang sampah medis dan pekerjaan lainnya.

"Kita ikut prihatin jika kondisinya seperti itu, tapi juga kita apresiasi sebesar-besarnya. Kelebihan jam dihitung dan dicatat saja, nanti kalau memang anggaran memungkinkan, perlu diperhatikan juga. Masukkan ke dalam anggaran yang diajukan, kan juga masuk akal," ucapnya.
Share:

07 April 2020

Satlantas Polres Kulon Progo Bagikan Masker Kain ke Pengguna Jalan - Tribun Jogja

  • Laporan Reporter Tribunjogja.com, Irvan Riyadi
    TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Satuan Lalu-lintas dari Polres Kulon Progo, membagikan masker kain ke pengendara di kawasan Simpang Lima Karangnongko, Kulon Progo, dalam kegiatan Operasi Keselamatan Progo 2020, Selasa (7/4/2020).
    Dalam giat tersebut, turut dibagikan hand sanitizer, stiker serta leaflet, berisikan imbauan dan protokol, terkait upaya pencegahan dan penanganan virus Corona.
    Sebanyak 550 lembar masker berbahan kain, disiapkan dan dibagikan dalam kegiatan tersebut. 
    Kepala Satuan Lalu-lintas (Kasatlantas) Polres Kulon Progo, AKP Didik Purwanto SH MM, menerangkan, giat ini akan akan berlangsung sampai 19 April 2020.
    “Ops Keselamatan Progo 2020, kali ini, kami isi dengan pembagian masker kain. Harapannya, dengan ini, dapat mencegah penularan virus (corona) ini, khususnya pada pengendara, di wilayah Kulon Progo,” tutur AKP Didik kepada Tribunjogja.com.
    Selain di Simpang Lima Karangnongko, pembagian masker kain dan lainnya, juga dilakukan di Polsek-polsek, di wilayah kerja Polres Kulon Progo. 
    “Kami, merupakan satuan tugas yang bekerjasama dengan satuan fungsi lain, sampai ke Polsek-polsek, selama 14 hari, terhitung sejak Senin (6/4/2020) kemarin,” tambahnya.
    Ia juga berharap, selain mematuhi aturan keselamatan dalam berkendara, pengendara juga melengkapi diri dengan masker, mengingat penggunaan masker sudah mulai di galakkan untuk menjadi wajib di kenakan, dalam upaya pencegahan virus Corona. (TRIBUNJOGJA COM) 
Sumber Berita : Satlantas Polres Kulon Progo Bagikan Masker Kain ke Pengguna Jalan - Tribun Jogja

Share:

Imbas Covid-19 di Kulonprogo, Dampak Sosial dan Ekonomi Perlu Jadi Perhatian

Jalannya rapat terbatas penanganan Covid-19 di DPRD Kulonprogo, Kamis (2/4/2020).-Harian Jogja - Ist

alu Rahman Dewantara 

Harianjogja.com, KULONPROGO—Selain berdampak terhadap kesehatan, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga berpotensi mempengaruhi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Karena itu, perlu ada langkah konkret dari pemerintah agar efek domino akibat pagebluk ini bisa diminimalkan.

Hal tersebut menjadi catatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo yang disampaikan dalam rapat terbatas penanggulangan Covid-19 bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kulonprogo di gedung DPRD Kulonprogo, Kapanewon Pengasih, Kamis (2/4/2020).


Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati mengatakan catatan itu begitu penting karena didasari atas realita di lapangan. Dari pengamatannya, Covid-19 secara tidak langsung telah mengganggu roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

“Dari laporan yang saya terima, seluruh pemangku kepentingan pariwisata termasuk pelaku wisata, penjaja kuliner, suvernir dan sebagainya telah lumpuh. Berhenti beroperasi karena pandemi Covid-19,” kata Akhid, Senin (6/4/2020).

Selain pariwisata, pandemi ini juga berdampak terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Banyak dari mereka kini kesulitan memperoleh penghasilan lantaran sepinya permintaan. Untuk dampak sosial, yakni munculnya kepanikan berlebih dengan maraknya aksi penutupan akses jalan di sejumlah wilayah di Kulonprogo.

Dewan telah meminta Pemkab untuk segera menindaklanjuti catatan tersebut. Beberapa di antaranya sudah direspons oleh instansi daerah. Semisal Dinas Koperasi dan UMKM yang sudah menyampaikan informasi terbaru tentang perubahan sistem jualan UMKM, yang semula fokus ke jual beli secara langsung kini mulai merambah ranah daring.

Bupati Kulonprogo juga sudah menerbitkan surat edaran tentang penanganan Covid-19 di wilayah kalurahan. SE ini berisi aturan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah kalurahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 termasuk di antaranya mengondisikan masyarakat agar tidak panik tapi tetap harus waspada.


Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Istana mengatakan dalam kondisi saat ini yang harus dilakukan masyarakat adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Cara ini juga selalu dikampanyekan kepada masyarakat agar upaya mengantisipasi penularan Covid-19 bisa berjalan optimal.

Sumber Berita : Imbas Covid-19 di Kulonprogo, Dampak Sosial dan Ekonomi Perlu Jadi Perhatian
https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2020/04/06/514/1036196/imbas-covid-19-di-kulonprogo-dampak-sosial-dan-ekonomi-perlu-jadi-perhatian
Share:

Pemkab Kulon Progo Siapkan 20 Ruangan Isolasi di RSUD Bagi Pasien Covid-19 - Tribun Jogja


  • Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
    TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo saat ini terus menfokuskan kesiapan dalam rangka penanggulangan COVID-19 khususnya di wilayah Kulon Progo.
    Bupati Kulon Progo, Sutedjo, Senin (6/4/2020) menyampaikan bahwa salah satu langkah konkrit yang dilaksanakan yakni memaksimalkan fasilitas kesehatan untuk penanggulangan COVID-19.
    Disebutkan olehnya, saat ini Kulon Progo sudah memiliki 20 Ruangan isolasi khusus bagi pasien Covid-19.
    "20 ruangan itu terbagi di RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang," katanya.

    Lanjutnya, awalnya pihaknya memang baru memiliki enam ruangan khusus untuk isolasi, namun sebagai langkah antisipasi, saat ini sudah ditambah menjadi 20 ruang.
    "Harapannya ya tidak perlu digunakan, tapi kita siapkan itu untuk berjaga-jaga," jelasnya.
    Terkait dengan masih adanya potensi peningkatan pasien Covid-19 di Kulon Progo karena banyaknya catatan pendatang yang saat ini sudah lebih dari 3500 orang, Sutedjo juga menyampaikan bahwa kedepannya masih banyak ruangan khususnya di RSUD Wates yang bisa digunakan sebagai ruang isolasi.

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami yang dihubungi secara terpisah juga menyampaikan hal serupa.
    Menurutnya, 20 Ruangan isolasi tersebut terbagi atas 16 Ruangan yang terletak di RSUD Wates dan 4 lainnya di RSUD Nyi Ageng Serang. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber Berita : Pemkab Kulon Progo Siapkan 20 Ruangan Isolasi di RSUD Bagi Pasien Covid-19 - Tribun Jogja
Share:

Nilai Tugas Jadi Barometer Kenaikan Kelas di Kulon Progo - Tribun Jogja


Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan Kulon Progo, Senin (6/4/2020) sampaikan bahwa tidak ada ujian akhir semester maupun ujian sekolah bagi siswa-siswi SD dan SMP se-Kulon Progo.
Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo, Sumarsana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut didasari oleh Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).
"Ada Lima poin utama dalam Surat Edaran tersebut yakni pembatalan Ujian Nasional (UN), Proses Belajar dari Rumah, Ujian Sekolah untuk kelulusan, Kenaikan Kelas dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)," katanya.
Berdasarkan SE tersebut, skema ujian kenaikan kelas dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. 
"Jadi tugas-tugas yang diberikan selama proses belajar dirumah menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan untuk penilaian kenaikan kelas. Itu disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah," katanya.
Sementara itu, Sumarsana juga menyampaikan bahwa dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap proses belajar dirumah, dinilai baik dan efektif.
Jumlah pengawasan tugas-tugas mencapai lebih dari 80 persen.
"Jadi dari laporan yang diterima dari pengawas-pengawas, pelaksanaan tugas oleh siswa mencapai lebih dari 80 persen. Misal ada 100 siswa, ada 80 lebih siswa yang mengerjakan tugas," katanya.
Sedangkan bagi Ujian Sekolah untuk kelulusan, Sumarsana menyampaikan bahwa SMP di Kulon Progo sudah melaksanakan ujian sekolah sebelum ditentukan adanya proses belajar dirumah.

Sumber Berita : Nilai Tugas Jadi Barometer Kenaikan Kelas di Kulon Progo - Tribun Jogja
Share:

Pasien Positif Corona Sembuh, Bupati Kulon Progo Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih ke Tim Medis - Tribun Jogja


  • Laporan Reporter Tribunjogja.com, Irvan Riyadi
    TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bupati Kulon Progo, Sutedjo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada segenap petugas medis yang bertugas di wilayah Kulon Progo, Senin (6/4/2020).
    Hal tersebut disampaikan langsung kepada tim medis, melalui sambungan teleconference, yang menghubungkan Kantor Bupati Kulon Progo, dengan RSUD Wates.
    “Terima kasih atas kerja keras tim medis sekalian, dan semoga bencana covid ini segera berakhir,” sapa Bupati, sesaat setelah membuka percakapan melalui teleconference.
    Ucapan terima kasih, disampaikan secara khusus, mengingat kondisi terbaru pasien positif Corona, di RSUD Wates, telah dinyatakan sembuh.
    Selain menyampaikan apresiasi dan terima kasih, Bupati Sutedjo, juga menanyakan kesiapan dan perkembangan lain terkait penanganan covid-19.
    Sementara, dari seberang, Direktur RSUD Wates, Lies Indriati, menanggapi, jika sampai saat ini, ketersediaan APD masih menjadi kekhawatiran tersendiri. Khususnya untuk masker bedah dan masker N-95.
    Lies, berharap, ada prioritas terhadap ketersediaan APD tersebut.
    “Kami berharap, semoga nanti ada prioritas untuk APD. Mengingat saat ini, bahkan di rekanan kami, pun stoknya sangat terbatas,” sambung Direktur RSUD Wates.
    Terkait kondisi terkini pasien yang dinyatakan sembuh, dr. Albertus Sunuwarta Triprasetya, Humas Tim Penanganan Covid-19, RSUD Wates, menyampaikan, sampai hari ini kondisi pasien semakin membaik.
Sumber Berita : Pasien Positif Corona Sembuh, Bupati Kulon Progo Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih ke Tim Medis - Tribun Jogja
Share:

05 April 2020

Kena Tilang di Kulonprogo, Barang Bukti Akan Dikirim ke Rumah - HARIANJOGJA.COM




Harianjogja com, KULONPROGO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo membuat skema baru penyerahan barang bukti tilang melalui jasa ekspedisi tanpa harus datang ke Loket Tilang Kantor Kejari Kulonprogo. Strategi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, karena pengambilan barang bukti tilang dikhawatirkan dapat menimbulkan antrean dan kerumunan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kulonprogo Kulonprogo, Widagdo Mulyono Petrus menjelaskan skema pengiriman barang bukti tilang melalui pos mulai diujicobakan mulai Senin (23/3/2020).

"Setelah massa uji coba tiga hari, pelayanan pengambilan tilang secara daring tersebut resmi kami terapkan pada Kamis 26 Maret 2020," terang Widagdo saat ditemui di Kantor Kejari Kulonprogo.

Widagdo menerangkan mekanisme pengambilan barang bukti tilang yakni pelanggar mengirimkan foto surat tilang melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp ke nomor petugas tilang Kejari Kulonprogo. Setelah itu petugas tilang akan memberikan jumlah denda yang harus dibayarkan bersama informasi biaya pengiriman.

Pelanggar wajib mengirimkan foto bukti pembayaran melalui nomor yang tertera sebelumnya. "Petugas selanjutnya akan mengirimkan barang bukti tilang sesuai alamat yang dikirim pelanggar," jelas Widagdo.

Bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia, BB Tilang dapat dikirim langsung ke rumah pelanggar. Widagdo mengatakan skema ini dirasa sangat tepat untuk mencegah pelanggar dari luar daerah khususnya zona merah Covid-19 karena pelanggar dari wilayah tersebut tidak perlu jauh-jauh ke Kulonprogo.

"Selain menjaga masyarakat tetap di rumah di tengah pendemi Covid - 19, skema ini menghemat waktu dan tenaga, karena tidak perlu repot datang jauh-jauh ke Kejari Kulonprogo," ucapnya.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kulonprogo, Yogi Andiawan Sagita mengatakan skema ini tetap bisa diterapkan bagi masyarakat yang tidak memiliki telepon sekalipun. Menurutnya, untuk mengirimkan foto tilang dan bukti transfer pembayaran bisa dilakukan dengan meminjam telepon genggam kerabat atau tetangga barang waktu sebentar.

Yogi mengatakan dalam sekali sidang tilang ada ratusan berkas, yang diputus. Namun kebanyakan pelanggar tidak secara langsung membayar denda dan mengambil barang bukti tilang saat putusan ditetapkan. Hal tersebut juga terjadi saat penerapan skema baru ini, dalam sekali pengiriman Kejari Kulonprogo hanya mengirim 30 sampai 50 bukti tilang dari ratusan berkas yang diputus.

"Kami akan segera mengirimkan barang bukti tilang setelah dibayarkan dendanya, jumlah pengiriman tiap hari tidak sama tergantung dari jumlah pelanggar yang membayar denda," jelas Yogi.Sumber Berita :
Share:

Inspiratif, Sekelompok Pemuda di Kulonprogo Bikin Tempat Cuci Tangan dari Kaleng Bekas - Harianjogja.com




Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sekelompok pemuda asal Kulonprogo mendistribusikan puluhan tempat cuci tangan portabel ke sejumlah pasar tradisional, Sabtu (4/4/2020). Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di lingkungan pasar.

Aksi yang dilakukan oleh Nosa Pramana, Septian Aryo Cahyo Seto dan sejumlah pemuda yang berasal dari berbagai wilayah di Kulonprogo itu dilandasi minimnya sarana prasarana untuk cuci tangan di pasar tradisional di Kulonprogo.


Kalaupun ada, jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Tak sebanding dengan jumlah pengunjung pasar yang dalam sehari bisa mencapai ratusan orang.

"Di tengah wabah corona, pasar-pasar di Kulonprogo tetap beroperasi, sehingga potensi penyebaran virus cukup besar, namun di sisi lain antisipasi dengan penyediaan tempat cuci tangan masih sangat minim, ini yang mendasari kami membuat tempat cuci tangan portable," ujar Nosa Pramana, Sabtu.


Nosa dan kawan-kawannya membuat tempat cuci tangan portabel dari ember bekas cat yang telah dicuci bersih kemudian dipasang kran. Adapun biaya pembuatannya menggunakan kocek pribadi dan bantuan para donatur.

"Uang yang terkumpul itu juga kami belikan perlengkapan lain seperti sabun cuci tangan, botol sabun serta kursi plastik untuk meletakkan ember berisi air bersih," ucapnya.

Sejauh ini Nosa dan kelompoknya sudah mendistribusan 50 tempat cuci tangan portable di Pasar Wates dan Pasar Bendungan, Kapanewon Wates. Tidak menutup kemungkinan distribusi bisa disalurkan ke pasar-pasar lain di Kulonprogo yang masih beroperasi.

Sementara itu salah satu petugas keamanan Pasar Wates, Wahyu mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya juga merasa terbantu karena pasar Wates yang menjadi salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang dan memerlukan perhatian khusus terkait dengan kebersihan, justru mengalami keterbatasan soal ketersedian tempat cuci tangan.

"Dengan bantuan tempat cuci tangan portable ini kami sangat terbantu," katanya.


Sumber Berita : https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2020/04/05/514/1036088/inspiratif-sekelompok-pemuda-di-kulonprogo-bikin-tempat-cuci-tangan-dari-kaleng-bekas
Share:

Ada Wonder Woman di Lokasi TMMD Kulon Progo - suaramerdeka.com - Suara Merdeka CyberNews



YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Siapa yang tak kenal dengan Wonder Woman. Salah satu tokoh komik besutan Marvel ini digambarkan sebagai sesosok wanita yang dibekali kekuatan super namun baik hati. Nah, di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo yang merupakan lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107, ada 'Wonder Woman' yang turut ambil bagian. Tak hanya satu, namun cukup banyak Wonder Woman yang turun ke lokasi.

Namun, Wonder Woman di lokasi TMMD yang diiniasi Kodim 0731/Kulon Progo ini tentu bukanlah Wonder Woman sesungguhnya. Mereka hanya kaum wanita, mayoritas ibu-ibu yang ikut membantu pengerjaan sejumlah sasaran fisik. Entah itu pembangunan talud hingga pengecoran jalan antardusun. Maka tak heran, di beberapa titik sasaran banyak dijumpai ibu-ibu yang tengah memanggul kayu atau bahkan membawa karung-karung pasir.

"Ini semua atas kesadaran dan keinginan warga sendiri termasuk para ibu-ibu ini yang ingin membantu Satgas TMMD," kata Kepala Dukuh Prangkokan, Parmono, Minggu (5/4).

Menurutnya, warga setempat termasuk para ibu-ibunya sudah merasa dekat dengan Satgas TMMD. Keterlibatan kaum hawa ini sebagai bentuk keguyuban dengan personel-personel TNI tersebut.

"Kegiatan TMMD di tempat kami tidak lama lagi akan berakhir, tepatnya 14 April nanti. Keterlibatan warga juga sebagai bentuk percepatan pembangunan agar seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu," paparnya.

Cuaca yang tidak menentu bahkan cenderung turun hujan di siang dan sore hari, tidak mengendorkan semangat mereka dalam bekerja. Seolah tak kenal lelah warga Purwosari sejak dimulainya pembangunan 16 Maret lalu, hampir setiap hari meninggalkan rumah dan keluarga, mengesampingkan pekerjaan sehari-hari, untuk mendukung pelaksanakan pembangunan.

"Bahkan warga kami jauh hari sebelum pembukaan secara resmi TMMD sudah mulai bergotong royong dibantu anggota Koramil Girimulyo. Lalu mengadakan gugur gunung melebarkan badan jalan yang belum sesuai ukurannya, dengan mengepras tebing dan meratakannya secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya," jelas dia.

Terpisah, Dansatgas TMMD Reguler ke-107 Letkol Inf Dodit Susanto mengucapkan terima kasih sebesarnya atas keterlibatan masyarakat di lokasi TMMD yang sudah mau ikut bergabung dalam menyelesaikan beberapa sasaran fisik.

"Saya lihat sendiri bagaimana kaum pria dan wanita, tua-muda ikut membantu para personel Satgas. Karena kami yakin bersama rakyat, TNI kuat," sambung Dodit.

Pria yang juga Dandim 0731/Kulon Progo itu menambahkan, kini pembangunan infrastruktur di lokasi TMMD tinggal menyisakan beberapa titik sasaran yang harus dimaksimalkan pengerjaannya salah satunya corblok jalan di Pedukuhan Prangkokan.

"Kami melihat warga justru semakin bersemangat, bekerja keras bersama Satgas TMMD untuk menyelesaikan pembangunan. Warga setempat tak lama lagi akan memiliki sarana dan prasarana umum yang bagus dan berkualitas, yang dapat dipergunakan dalam aktifitas sehari-hari dan insyaallah berguna dan dapat dinikmati sampai anak cucu mereka," pungkas Dandim.




Sumber Berita : Ada Wonder Woman di Lokasi TMMD Kulon Progo - suaramerdeka.com - Suara Merdeka CyberNews
Share:

Petani Asal Kulon Progo Temukan Inovasi Penanaman Padi Tanpa Olah Tanah - Tribun Jogja


Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Seorang petani tradisional asal Desa Bendungan, Wates bernama Ngadirin berhasil menemukan satu inovasi penanaman padi tanpa pengolahan tanah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugraha , yang meninjau lokasi tersebut beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa penanaman padi tersebut memanfaatkan lahan bekas penanaman cabai di musim tanam ke-3.
"Sekarang ini musim tanam ke-1 dan petani biasanya menanam padi di musim ini," katanya.
  Lanjutnya, di saat itulah Ngadirin mencoba menanam Padi tanpa melepas mulsa atau plastik penutup yang pada musim tanam ke-3 digunakan untuk menanam cabai dan tanpa pengolahan tanah.
"Jadi padi disemai di tempat terpisah, setelah umur 14 hari, padi lalu ditanam di lubang-lubang penanaman cabai. Setiap lubang satu batang padi," katanya.
Padi yang ditanam tersebut merupakan padi hibrida mapan.
Dari penanaman padi dengan metode tersebut, hasilnya cukup memuaskan.
Dari satu batang padi, bisa berkembang menjadi 40 hingga 60 batang per lubang di mulsa.
"Jarak penanamannya sekitar 40 centimeter dengan legowo empat," tambahnya.

Sumber Berita : Petani Asal Kulon Progo Temukan Inovasi Penanaman Padi Tanpa Olah Tanah - Tribun Jogja
Share:

Capai Separuh Target Sensus Penduduk Online, BPS Kulon Progo Sampaikan Perpanjangan Waktu Sensus - Tribun Jogja

  • Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
    TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hingga Sabtu (4/4/2020), presentase warga Kulon Progo yang sudah mengisi Sensus Penduduk Online (SP Online) mencapai sekitar 9 persen.
    Presentase tersebut menurut Kepala BPS Kulonprogo, Sugeng Utomo, masih cukup jauh dari target yang ditetapkan BPS Kulon Progo, yakni sebesar 19 persen dari total jumlah penduduk di Kulon Progo.
    "Jika diangkakan, 9 persen itu sekitar 14.113 keluarga atau 45.000 lebih orang," katanya.
     Sugeng mengatakan belum tercapainya target SP Online tersebut diakibatkan oleh banyak faktor di lapangan.
    Disebutkan olehnya, tidak semua warga Kulon Progo memiliki atau bisa menggunakan gadget untuk mengakses SP Online yang rencananya berakhir pada 31 Maret 2020.
    Selain itu, Sugeng juga menyampaikan bahwasanya SP Online di Kulon Progo juga akan diperpanjang ditengah merebaknya Covid-19.
    "Saat ini, dari pusat sudah mengeluarkan instruksi bahwa SP Online diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Sedangkan pelaksanaan wawancara yang semula 1-31 Juli diundur menjadi 1-30 September 2020," ujarnya.
     Dia pun mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat memberikan ruang bagi warga kulon Progo yang masih belum sempat mengikuti SP Online.
    "Dari data yang kita peroleh, mayoritas warga Kulon Progo mengikuti SP Online di akhir-akhir periode kemarin. Dengan diperpanjangnya SP Online harapannya target 19 persen bisa tercapai," ungkapnya.
    Di sisi lain, Pandemi COVID-19 ternyata juga menjadi kendala tersendiri bagi pelaksanaan SP Online.
    Sebelum merebaknya Covid-19 BPS Kulon Progo telah menggencarkan kegiatan bertajuk mengisi SP Online bareng yang dilaksanakan di sekolah, kalurahan, kapanewon dan instansi pemerintahan.
    Namun, Lanjutnya, setelah mewabahnya virus tersebut dan disusul dengan berbagai protokol pencegahan Corona yang salah satunya menghentikan kegiatan yang mengumpulkan banyak massa, maka program ngisi bareng tersebut pun ikut ditiadakan.
    "Program ngisi bareng SPO ini sebenarnya cukup mendongkrak jumlah warga yang terdata. Mereka mengisi sendiri tapi tetap dalam pendampingan kami, nah setelah adanya Corona, kegiatan itu terpaksa dihentikan," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
Sumber Berita :
Capai Separuh Target Sensus Penduduk Online, BPS Kulon Progo Sampaikan Perpanjangan Waktu Sensus - Tribun Jogja

Share:

Kabar Gembira Bagi Warga Kulon Progo, Bayi 4 Bulan di RSUD Wates Dinyatakan Sudah Negatif Corona - Tribun Jogja


  • Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
    TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bayi berusia empat bulan yang sebelumnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19 di Kulon Progo, saat ini statusnya sudah dinyatakan negatif.
    Kabar gembira ini disampaikan oleh PLT Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami, Sabtu (4/4/2020) melalui sambungan telepon.
    Menurut keterangannya, dari Laporan Hasil Uji dari BBTKL, bayi empat bulan tersebut sudah dinyatakan negatif.
    "Dari hasil uji laporan dari BBTKL hasilnya negatif dua Kali," katanya.
    Ditambahkan oleh Budi, bayi tersebut saat ini masih menjalani observasi kondisi secara keseluruhan.
    "Mungkin masih menunggu 1-2 Hari sampai diperbolehkan untuk pulang," katanya.
    Bayi tersebut, diketahui telah dirawat di RSUD Wates sejak pertengahan Maret 2020 setelah mengalami gejala yang merjuk kepada Covid-19.
    Sebelumnya, bayi tersebut mengalami gejala mirip Covid-19 Setelah berpergian bersama orangtuanya ke salah satu wilayah terdampak di Jawa Tengah. (TRIBUNJOGJA.COM)
Sumber Berita :Kabar Gembira Bagi Warga Kulon Progo, Bayi 4 Bulan di RSUD Wates Dinyatakan Sudah Negatif Corona - Tribun Jogja
Share:

04 April 2020

Warga Kulon Progo Tak Perlu Keluar, 12 Koperasi Bakal Layani Belanja Daring - SuaraJogja.ID


SuaraJogja.id - Sebanyak 12 koperasi dan empat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) disiapkan Pemkab Kulon Progo untuk menyediakan kebutuhan pokok secara daring selama tanggap darurat bencana COVID-19. Dengan begitu, warga Kulon Progo tak perlu banyak keluar rumah dan bisa tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari terus meminimalisasi risiko tertular maupun menularkan virus corona SARS-CoV-2.
Koordinator Gugus Ekonomi Penanganan COVID-19 Kulon Progo Bambang Tri Budi dmengatakan, 12 koperasi ini terdistribusi di 12 kecamatan, dan BUMDes yang siap melayani kebutuhan pokok yaitu BUMDes di Desa Pagerharjo, Desa Salamrejo, Triharjo, dan Ngentakrejo.
"Masyarakat tidak perlu keluar rumah, tinggal pesan melalui koperasi atau BUMDes," kata Bambang di Kulon Progo, Jumat (3/4/2020).
Dilansir ANTARA, Bambang mengatakan, koperasi dan BUMDes daring ini menyediakan seluruh kebutuhan pokok, sayur-sayuran, dan kebutuhan lainnya. Namun demikian, Bambang belum merinci nama-nama koperasi yang siap melayani kebutuhan pokok secara daring.
"Inovasi ini sangat bagus dalam menggerakkan ekonomi dalam kondisi pembatasan kegiatan kontak sosial," katanya.
Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati pun telah meminta Gugus Ekonomi agar segera merealisasikan layanan belanja daring dari 12 koperasi dan empat BUMDes itu, sehingga masyarakat tidak perlu ke pasar dan dimudahkan dengan pelayanan ini.
"Kami siap membantu Pemkab Kulon Progo menyosialisasikan 12 koperasi dan empat BUMDes kepada masyarakat, supaya memanfaatkan pelayanan ini. Hal ini sangat efektif untuk mempercepat pencegahan penyebaran COVID-19 di Kulon Progo," ujar Akhid.
Dirinya juga meminta koperasi melibatkan petani, peternak, pembudi daya, hingga pelaku usaha kecil menengah di wilayah masing-masing, sehingga masyarakat juga terbantu dalam menggerakan ekonomi.
"Kami berharap koperasi dan BUMDes yang menyiapkan kebutuhan pokok secara daring ikut andil dalam menggerakan ekonomi wilayah, sehingga bencana COVID-19 tidak sepenuhnya melumpuhkan perekonomian masyarakat," terang dia.

Sumber Berita : Warga Kulon Progo Tak Perlu Keluar, 12 Koperasi Bakal Layani Belanja Daring - SuaraJogja.ID

Share:

Dinkes Kulon Progo Berikan Materi Penanganan Korban Covid-19 - Tribun Jogja


Laporan reporter tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo memberikan pemahaman penanganan korban Covid-19, kepada Tim Gugus Tugas penanganan penyebaran Covid-19 wilayah Kulon Progo, di Aula Adikarto, kompleks Pemkab Kulon Progo, Jumat (3/4/2020).
Pelatihan ini diikuti oleh segenap perwakilan dari berbagai instansi yakni Polres, Kodim, BPBD, Tagana, Satpol PP Kulon Progo dan PMI cabang Kulon Progo.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Ananta Kogam Dwi Korawan, mengatakan hari ini merupakan koordinasi antara Polres dengan pemerintah daerah, untuk memberikan pemahaman kepada TIM Gugus Tugas untuk bisa menjadi jembatan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Intinya adalah terkait penjelasan dan pemahaman terkait penanganan korban, diantaranya sebagai jembatan informasi tentang penanganan COVID-19, pencegahan, gejala penularan, hingga mensosialisasikan agar tidak terjadi penolakan didaerah,” jelasnya.
Dijelaskan olehnya, peran TIM Gugus Tugas adalah untuk menjelasan memeberikan pemahan tentang penaganan korban kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi penolakan karena khawatir akan dampak kesehatan masyarakat jika nantinya ada warga yang menjadi korban Covid-19.
Sementara itu, Kabag Sumda Polres Kulon Progo Kompol Agus Supriyanto mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat memberikan kepastian kepada Tim Gugus Tugas dalam melangkah di masyarakat.
Selain itu menurutnya, saat ini sedang terjadi peralihan dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial.
“Pertemuan ini sebagai langkah awal terkait penanganan korban Covid-19, perlu adanya SOP dalam menangani jenazah, sehingga dapat memberikan masukan untuk Tim Gugus untuk merumuskan, jika terdapat korban Covid-19 yang meninggal,” ujarnya.
Pada akhirnya peran masyarakat, pemerintah pusat sampai pemerintah desa juga sangat penting untuk mendukung penanganan penyebaran COVID-19.
"Adanya kolaborasi, gotong royong sangat diperlukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia," katanya. (TRIBUNJOGJA COM)
Sumber Berita :

Share:

Antisipasi Penolakan Pemudik, 4 Gedung Disiapkan di Kulon Progo - SuaraJogja.ID

Antisipasi Penolakan Pemudik, 4 Gedung Disiapkan di Kulon Progo - SuaraJogja.ID
SuaraJogja,id - Guna mengantisipasi kedatangan pendatang atau pemudik dari luar daerah, Kabupaten Kulon Progo berencana menyediakan gedung karantina yang akan digunakan untuk isolasi mandiri jika memang ditolak oleh masyarakat setempat.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyatakan, sudah menyiapkan tiga rusunawa dan satu gedung dharmais untuk dijadikan ruang isolasi mandiri untuk pendatang yang tidak diterima di daerah tempat tinggalnya.
"Kalau memang terjadi penolakan dari keluarga atau kampung akan kami siapkan. Kami memang punya fasilitas-fasilitas gedung yang tentunya masih akan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada pihak terkait," Kata Sutedjo, saat ditemui di ruangannya, Jumat, (3/4/2020).
Di Kulonprogo sendiri terdapat 3 rumah rusunawa yang belum sepenuhnya digunakan. Ketiga rusunawa tersebut berlokasi di Desa Triharjo, Giripeni dan Tuksono. Sampai saat ini baru Rusunawa di Desa Triharjo yang sudah cukup banyak penghuni, untuk dua lainnya masih sedikit.
Sutedjo juga menambahkan, masih ada juga asrama dharmais yang dapat menampung banyak orang. Meskipun belum ada koordinasi lebih lanjut tentang penggunaannya sebagai ruang karantina.
"Nanti kalau memang terpaksa harus kita sediakan nanti akan koordinasikan. Itu beberapa fasilitas yang bisa kita cadangkan, mudah-mudahan tidak terpakai, tapi kita tetap dipersiapkan," imbuhnya.
Ia berharap, tidak banyak jumlah pendatang atau pemudik datang di tengah wabah COVID-19 yang tengah merebak ini. Namun, apabila masih terdapat kedatangan yang cukup banyak, ia berharap kesadaran dari masing-masing individu untuk mematuhi protokol yang sudah dianjurkan.
Harapannya, para pendatang atau pemudik melapor kepada pihak terkait untuk dilakukan pencatatan dan dapat mematuhi karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Begitu juga dengan warga yang tinggal di daerah tersebut, tidak perlu secara sepihak menolak begitu saja warga yang datang.
"Sesungguhnya jika nanti itu bisa dilakukan di keluarga secara mandiri dalam arti keluarga yang didatangi dan yang datang taat dengan Protokol kesehatan yaitu dengan betul-betul karantina mandiri itu sebenernya tidak masalah," tegasnya.
Ditemui secara terpisah, Sekda Kulonprogo, yang juga selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Kulonprogo, RM. Astungkoro menjelaskan, adanya kemungkinan terburuk yakni menyiapkan ruang karantina untuk pemudik atau pendatang yang ditolak di daerahnya sendiri. Meski itu bukan merupakan opsi yang utama.
"Hal yang akan kita fokuskan adalah edukasi kepada masyarakat. Mestinya mereka bisa menerima, jadi kalau ada gejala macem-macem, langsung kita gunakan protokol covid-19, jadi tidak perlu ditolak. Namun jika sampai hal terjelek yang terjadi nanti kita akan siapkan lokasi-lokasi itu. Penekanan kepada edukasi masyarakat untuk menerima dan pendatang harus mematuhi protokol yang sudah ada," jelasnya.
Sumber Berita :
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive