Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


13 July 2015

LALU LINTAS KULONPROGO : Rawan Kecelakan, Rambu Tengkorak Dipasang

Harianjogja, KULONPROGO– Rambu peringatan mandiri dipasang di
sepanjang jalan Wates-Jogja KM1 di Dusun Gunung Gempal, Desa Giripeni,
Wates.

Menurut Ketua Kelompok Pemuda Parasan Dusun Gunung Gempal, Desa
Giripeni Erwan Sukendar, pemasangan rambu peringatan mandiri bergambar
tengkorak merupakan ajakan kepada para pengendara agar lebih
berhati-hati melalui jalan rawan kecelakaan.

"Wilayah ini sering sekali terjadi kecelakaan. Jadi kami berinisiatif
untuk membuat tanda peringatan agar para pengendara lebih hati-hati
saat melintasi jalan ini," ujar Erwan ditemui disela pemasangan rambu,
Selasa (7/7/2015).

Erwan mengungkapkan, tanda peringatan tersebut dibuat secara sederhana
menggunakan tripleks atau kayu lapis. Kayu lapis tersebut kemudian
dilukis oleh beberapa pemuda dari Gunung Gempal. Erwan menegaskan,
gambar yang dilukis berwujud tengkorak namun, tidak ditampilkan dengan
gambar yang seram.

Lebih lanjut Erwan mengatakan, ada 15 rambu yang dipasang, baik yang
berada di utara jalan, maupun yang berada di selatan jalan. Dia
berharap, rambu peringatan tersebut dapat membantu para pengguna jalan
dan pengendara kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati, terutama
para pemudik yang sebentar lagi akan banyak melintasi jalan nasional
tersebut.

"Apalagi di sini kurang penenerangan dan ada tikungan tajam.
Seringkali pengemudi lalai dan mengemudikan kendaraannya dengan
kencang. Kami juga berharap semoga pemerintah juga segera menambah
penerangan untuk wilayah ini," jelas Erwan.

Teguh Paino, salah satu seniman Kulonprogo yang berpartisipasi dalam
kegiatan tersebut mengamini, daerah tersebut sangat rawan kecelakaan.
Sudah sering kecelakaan terjadi dan banyak warga sekitar yang menjadi
korban akibat ketidakhati-hatian para pengemudi.

Ketua Kelompok Perupa Kulonprogo tersebut menegaskan, upaya yang
dilakukan tersebut, semata-mata bukan untuk menyidir siapapun. Aksi
yang dilakukan itu merupakan bentuk kepedulian warga setempat terhadap
para pengguna jalan dan juga pemudik yang akan melintasi jalan utama
itu.

"Gambar yang saya lukis yakni gambar tengkorak dengan tulang
disilangkan yang dimaknai sebagai simbol bahaya. Harapannya, gambar
ini dapat membantu dan bermanfaat bagi para pengguna jalan," imbuh
Teguh.

Wakijan, salah satu pengguna jalan yang melintas mengaku setuju dengan
usaha yang dilakukan oleh para pemuda. Secara inisiatif, tanda
peringatan dibuat dan dipasang semata-mata untuk membantu para
pengguna jalan dan mengurangi potensi kecelakaan.

"Saya setuju sekali dengan apa yang dilakukan mereka. Selama itu juga
tidak mengganggu, tidak masalah," ujar Wakijan.
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive