Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


17 May 2015

5.608 Peserta UN di Kulonprogo, Tidak Lulus 3 Siswa

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Tingkat kelulusan SLTA di Kabupaten
Kulonprogo belum bisa seratus persen. Dari 5.608 peserta ujian
nasional (UN), yang tidak lulus 3 siswa yakni dua siswa SMK swasta dan
satu siswa SMA negeri. Pengumuman dilakukan serentak Jumat (15/5/2015)
pukul 10.00 di masing-masing sekolah. Sedangkan siswa Madrasah Aliyah
(MA) semua lulus.
Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Drs H Sumarsana MSi, yang
tidak lulus 3 siswa, 2 siswa SMK Swasta dan 1 siswa SMA Negeri.
Rinciannya, peserta UN SMA sebanyak 1.681 siswa(tercatat 1.682, yang
mengundurkan diri 1 siswa) tidak lulus 1 siswa, sehingga yang lulus
1.680 siswa. Sedangkan SMK peserta UN 3.927 siswa (tercatat 3.932,
namun 5 undur diri) yang tidak lulus 2, dan lulus 3.925 siswa. "Tahun
ini kelulusan belum bisa 100 persen," kata Sumarsana, Jumat
(15/5/2015).
Di SMA N I Pengasih, menurut Wakasek Humas Drs Sutirto, jumlah siswa
kelas XII sebanyak 156 siswa lulus semua. Meski UN tidak diikutkan
dalam menentukan kelulusan, namun hasilnya untuk IPA (80 siswa)
tertinggi 495,5, II 495,3, III 484,6. Sedangkan IPS (76 siswa)
rangking I 470,4, II 439,6, dan III 432,7. "Pengumuman langsung
dilanjutkan prosesi wisuda, penyerahan siswa kepada orangtua/wali
siswa, dan perpisahan dengan adik kelas," kata Sutirto.
Kelulusan empat Madrasah Aliyah (MA), dikatakan Kasi Pendidikan
Madrasah Kantor Kemenag Dra Hj Sulasmi MA, lulus semua. Di MAN Wates 2
dengan 165 siswa semua lulus seratus persen. "Kelulusan kami isi
dengan melatih sodaqoh dengan bagi-bagi nasi bungkus, bakti sosial,
dan menghindari corat coret dan konvoi," kata Kepala Madrasah Nur
Wahyudin Al Azis SPd.(Wid)
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive