Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


27 August 2018

Bandara NYIA Jadi Daya Tarik Penduduk Bermigrasi ke Kulonprogo

 


TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Jumlah penduduk di Kulonprogo diperkirakan bakal melonjak drastis setelah bandara internasional baru di Temon beroperasi.

Pendatang dari kalangan tenaga kerja dimungkinkan bakal semakin banyak bermigrasi masuk wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, Djulistyo mengatakan perkembangan dunia usaha dan industri di Kulonprogo sangat mungkin berkembang pesat setelah New Yogyakarta International Airport (NYIA) tersebut beroperasi.


Kondisi itu menurutnya wajar terjadi karena ada faktor pendorong dan penarik dalam pergerakan demografis suatu wilayah secara umum.

Konsekuensinya tentu saja semakin banyak tenaga kerja yang menyerbu Kulonprogo sehingga jumlah penduduk bakal meningkat drastis.

"Kebutuhan tenaga kerja di bandara akan sangat banyak dan sektor usaha serta industri juga meningkat pesat. Ada gula ada semut, pasti banyak orang luar daerah yang datang ke sini untuk bekerja sehingga terjadi penambahan penduduk secara ekstrim," kata Djulistyo, Jumat (24/8/2018).

Tren pertumbuhan penduduk Kulonprogo saat ini disebutnya masih cukup landai di mana angka migrasi penduduk (masuk maupun pindah) hanya berkisar 15 pengajuan per harinya.

Terutama dengan alasan bekerja, menikah, maupun pulang kampung dan memutuskan menetap.

Perpindahan itu juga menyebar di seluruh Kulonprogo, bukan hanya area perkotaan saja.

Sedangkan dari sektor usaha serta industri, para pelakunya saat ini masih cenderung wait and see dan berspekulasi terkait jadi atau tidaknya bandara dibangun sehingga belum ada pertumbuhan pesat

Bahkan, Discukcapil dalam proyeksi jumlah penduduk pada 2015-2025 berdasarkan pertumbuhan demografis lima tahunan malah memprediksikan kecenderungan menurun.

Yakni, pada 2015 terjadi pertumbuhan 0,95%, sedangkan pada 2020 sebesar 0,93% dan pada 2025 pertumbuhan sebanyak 0,67%.

Hanya saja, kata Djulistyo, proyeksi tersebut belum memasukkan pertimbangan kehadiran bandara baru berikut dampak ikutan yang akan muncul.

Ia meyakini angka tersebut dengan sendirinya bakal terkoreksi ketika sektor usaha dan industri di Kulonprogo telah aktif bergerak dan terjadi perubahan pada aspek ekonomi, sosial, dan lainnya.

Pun saat ini sudah terlihat geliat pertumbuhan properti dengan semakin banyaknya perumahan yang dibangun.

Hal inii menunjukkan sudah adanya persiapan untuk perkembangan ekonomi dan sosial.

Adapun jumlah penduduk Kulonprogo saat ini pada kisaran 460.000 jiwa.

"Saya yakin nanti tetap akan terjadi peningkatan ekstrim jumlah penduduk. Minimal, dalam lima tahun ke depan akan terlihat pertumbuhan yang signifikan," kata Djulistyo pada Tribunjogja.com.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo optimistis kehadiran NYIA akan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Efek berlapis sudah pasti juga akan terjadi di berbagai sektor usaha seperti transportasi, rumah makan, hingga penginapan dan sektor terkait lainnya.

Pun saat masa kontruksi bandara berlangsung juga telah muncul efek ketenagakerjaan di mana banyak warga terlibat untuk pekerjaan pengurukan hingga pertukangan.(*)



Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Bandara NYIA Jadi Daya Tarik Penduduk Bermigrasi ke Kulonprogo, http://jogja.tribunnews.com/2018/08/27/bandara-nyia-jadi-daya-tarik-penduduk-bermigrasi-ke-kulonprogo 

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Share:

Pemkab Kulon Progo Jamin Ketersediaan Pangan Aman

 Pedagang menunjukkan beras di salah satu agen beras di Pasar Baru, Bekasi, Jumat (22/12). Menurut pedagang, harga beras saat ini cenderung naik yang berada pada angka Rp12.800. Dia juga tidak bisa meragukan stok beras akan bertahan hingga awal tahun depan atau tidak. Walau Kementan menyatakan bahwa stok beras aman hingga akhir tahun. | AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras di wilayah ini aman.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Maman Sugiri di Kulon Progo, Minggu (26/8), mengatakan setiap tahun, Kulon Progo mengalami surplus beras, meski pada April hingga saat ini, wilayah yang panen tidak ada.

"Dari sisi harga, tidak ada goncangan harga yang signifikan. Kenaikan paling tinggi berkisar Rp1.000 per kilogram pada Desember, Januari dan Februari. Namun stok tetap aman," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pertanian dan Pangan, surplus besar di Kulon Progo berkisar 31 ribu hingga 38 ribu ton pertahun. Kemudian tingkat kosumsi masyarakat 38 ribu hingga 40 ribu ton. Untuk mengantisipasi ketersedian pangan, pihaknya akan mempersiakan musim tanam mendatang.

Saat ini, kondisi saluran kalibawang belum cukup normal. Debit air yang mengalir berkisar 2,5 meter kubik per detik dari standar normal enam meter kubik per detik. Informasinya, jembatan Talang Bowong sudah normal sehingga bisa dilewati air. Ia berharap masa tanam pertama untuk golongan satu bisa tanam.

"Kalau tanam awal Oktober, harapannya awal Januari hingga Februari 2019 bisa panen. Sehingga tersedian produksi beras tetap terjaga," katanya.

Saat ini, lanjut Maman, sawah yang ada di Kecamatan Lendah, Panjatan dan Galur yang masuk jaringan irigasi Sapon sedang memasuki pengolahan lahan, dan mulai tanam. "Kami perkirakan sekitar Desember akhir atau Januari, petani panen," katanya.

Salah satu petani di Kecamatan Sentolo Muryanto berharap pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) membuat jaringan irigasi baru di luar saluran irigasi Kalibawang, sehingga jangkauan pengaliran lebih luas lagi. Kondisi saluran irigasi Kalibawang sudah tua, sehingga dibutuhkan pemeliharaan setiap tahunnya.

Kondisi jaringan yang sudah tua dan sering rusak akan mengganggu produksi pangan di Kulon Progo, khususnya produksi padi wilayah pengairan saluran irigasi Kalibawang yang meliputi Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, Nanggulan, Sentolo dan sebagian Pengasih.

"Kami berharap Pemkab Kulon Progo membuat usulan pembuatan jaringan irigasi baru," tandasnya. 

Baca Selengkapnya pad Pemkab Kulon Progo Jamin Ketersediaan Pangan Aman Mobile Akurat (Siaran Pers)

Share:

Proyek Kereta Bandara NYIA Kulonprogo Masih Menunggu Kajian ...




TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho

Rangkaian KA Bandara produksi PT INKA Madiun ketika diujicoba melintasi wilayah Klaten. KA jenis ini akan dioperasikan sebagai KA Solo Ekspres yang akan melayani rute Solo-Kutoarjo mendampingi layanan KA Prambanan Ekspres



TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah melakukan kajian business plan, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terkait rencana pembangunan jalur kereta api menuju New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Kabid Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Munarto, mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, pihaknya sudah bertemu dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan PT Angkasapura.

"Jadi, dalam pertemuan itu, salah satunya menetapkan, kalau terasenya nanti tetap elevated, yang menuju ke bandara itu," katanya.


Munarto menjelaskan, untuk arah menuju NYIA, simpang rel kereta apinya sendiri rencananya akan dipusatkan di Stasiun Kedundang, Kulonprogo.

Ia pun memastikan, jaraknya dengan bandara tidak akan terlampai jauh, atau hanya sekitar 4 kilometer.

"Dekat dengan Temon, jadi pas simpangnya itu. Terus, kalau aksesnya ke barat, kemungkinan tetap memakai eksisting sekarang. Jadi, hanya menyimpang ke arah bandara saja," jelasnya.

Di samping itu, Munarto menuturkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Dirjen Perkeretaapian, juga tengah melakukan kajian, untuk memilih terase mana, yang nantinya akan dibangun ke arah utara, menuju kawasan Candi Borobudur.

"Borobudur itu kan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) juga ya di sana. Bagaimana pemerintah ini memberikan akses ke sana. Kalau Jawa Tengah, itu kan rencana dari Semarang, terus ke Borobudur dan Yogyakarta," tuturnya. (*)



Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Proyek Kereta Bandara NYIA Kulonprogo Masih Menunggu Kajian dari Pemerintah Pusat, http://jogja.tribunnews.com/2018/08/26/proyek-kereta-bandara-nyia-kulonprogo-masih-menunggu-kajian-dari-pemerintah-pusat.
Penulis: aka
Editor: ton

Tautan sejenis:
  1. Proyek Kereta Bandara NYIA Kulonprogo Masih Menunggu Kajian ... Tribun Jogja 
  2. Proyek Kereta Bandara NYIA Kulonprogo Masuk Menunggu Kajian ... info terbaru (Blog) 








Baca Selengkapnya pada https://ift.tt/2P4DpQI

Kulon progo - Google News

Share:

Kulonprogo Penduduk Alami Stunting Tertinggi di DIY

Istimewa


YOGYA, KRJOGJA.com - Populasi manusia kerdil atau tubuh pendek (stunting) di DIY yang mencapai 19,8% lebih rendah dibanding angka WHO yang jumlahnya sebanyak 20% penduduk dunia. Angka stunting tertinggi terdapat di Kulonprogo, sehingga kabupaten tersebut menjadi pilot project prioritas nasional (ProPN) pencegahan stunting di DIY.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengemukakan data tersebut pada temu Regional Evaluasi Pro-PN pencegahan stunting di 100 kabupaten/kota, Jumat (24/8) malam di Hotel Santika Yogya. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wagub DIY Paku Alam X, Sultan mengemukakan pilot project itu mencakup 10 dari 88 desa di Kulonprogo yang terdeteksi mengalami gizi buruk.

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat Dra Evi Ratnawati mengemukakan, sebanyak 8,8 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami stunting yang disebabkan gizi kronis. Berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada tahun 2013 angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2% atau meningkat dibanding data tahun 2010 sebesar 35,6%.

Evi Ratnawati menegaskan, persoalan stunting patut menjadi perhatian untuk segera diuntaskan. Tingginya prevalensi anak stunting telah memosisikan Indonesia ke dalam Lima Besar Dunia masalah stunting. "Stunting merupakan permasalahan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sejak bayi dalam kandungan hingga anak berumur dua tahun," katanya. (No)

Sumber : Kulonprogo Penduduk Alami Stunting Tertinggi di DIY Kedaulatan Rakyat
Share:

Stok Air Bersih Kian Menipis, BPBD Belum Ajukan Pencairan DTT ...




TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas


TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Musim kemarau masih melanda Kulonprogo sementara persediaan anggaran untuk pendistribusian air bersih kian menipis.

Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum berencana mengajukan pencairan Dana Tak Terduga (DTT) lagi.

Pada awal Agustus 2018 lalu, BPBD Kulonprogo sempat mencairkan DTT senilai sekitar Rp153 juta untuk modal anggaran distribusi bantuan air bersih sebanyak 450 tangki.


Pencairan dana tersebut bisa dilakukan setelah penetapan status tanggap darurat yang berlaku mulai 25 Juli hingga 30 Sepetermber 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan saat ini pendistribusian air bersih masih terus berjalan.

Selain dari DTT, pendistribusian air bersih juga ditalangi oleh sumbangan dari program tanggungjawab sosial (corporate social responsibilty/CSR)sejumlah perusahaan.

Pada musim ini pihaknya mendapatkan total 1.300 tangki dari kedua skema tersebut namun saat ini hanya tersisa 500 tangki.

"Sisa ini kami rasa masih mencukupi hingga akhir September. Sementara ini belum meminta tambahan lagi dari DTT,"kata Ariadi, Minggu (26/8).

Sampai saat ini, wilayah terdampak kekeringan dan kesulitan mendapat air bersih masih belum berubah.

Yakni, 23 desa di 8 kecamatan dengan sekitar 3000 keluarga terdampak dan telah mengajukan permohonan bantuan. Kondisi yang sulit itu mulai mereka alami sejak tiga bulan terakhir.

Dimungkinkan wilayah terdampak kekeringan ini masih akan terus meluas mengingat BMKG memperkirakan hujan baru akan turun pada Oktober 2018 nanti.

"Kalau hujan tetap tidak turun saat September, masa tanggap darurat akan diperpanjang," kata Ariadi. (*)



Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Stok Air Bersih Kian Menipis, BPBD Belum Ajukan Pencairan DTT Lagi, http://jogja.tribunnews.com/2018/08/26/stok-air-bersih-kian-menipis-bpbd-belum-ajukan-pencairan-dtt-lagi.
Penulis: ing
Editor: ton


Share:

Masjid Al Hidayah Di Lokasi Bandara Baru Kulon Progo Akan ...




Masjid Al Hidayah yang berada di dalam lokasi Izin Penggunaan Lahan (IPL) Bandara Baru Kulon Progo, New Yogyakarta International Airport akan segera dipindah. Material masjid yang saat ini digunakan sebagai basis 8 kepala keluarga penolak bandara baru tersebut akan segera dibongkar dengan cara manual.

Pemindahan masjid atau relokasi tersebut akan dilakukan seiring dengan dimulainya pembangunan masjid Al Hidayah di tanah relokasi Desa Palihan. Minggu (26/8) sore, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo bersama dengan juru bicara Proyek NYIA, Agus Pandu Purnama melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Al Hidayah di tanah relokasi.

Usai acara peletakan, Hasto menandaskan bangunan masjid Al Hidayah yang lama akan segera dibongkar. Ia menandaskan pembongkaran masjid melalui tahapan penurunan material tersebut bukan untuk mengusik keberadaan 8 kepala keluarga yang masih nekat bertahan di bangunan masjid lama tersebut.

"Pembongkaran masjid tersebut karena sebagian materialnya akan digunakan untuk bangunan masjid baru hasil relokasi ini,"tandas Hasto.

Ia berharap agar pembangunan masjid hasil relokasi ini dapat selesai sesuai target waktu yang disematkan. Namun irama pembangunan masjid Al Hidayah yang baru tersebut juga akan disesuaikan dengan kecepatan pembongkaran masjid yang lama. Sebab, rencananya sebagian material yang masih bisa dimanfaatkan akan digunakan dalam bangunan baru ini.

Terkait dengan warga yang masih bertahan, Hasto mempersilahkan untuk mengambil keputusan. Jika masih memilih bertahan dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi masjid lama, ia tidak mempermasalahkannya meskipun sebenarnya ia berharap agar tetap segera pindah.

Sementara Pandu menandaskan sesuai dengan komitmen PT Angkasa Pura I, pihaknya akan segera menyelesaikan pembangunan masjid Al Hidayah baru di tanah relokasi Desa Palihan. Masjid yang baru ini akan berdiri di tanah wakaf yang lebih luas yaitu 788,1 meter persegi.

"Sebelumnya masjid Al Hidayah berdiri di tanah wakaf seluas 292 meter persegi. Dengan tanah yang lebih luas ini maka nanti warga bisa memperluas bangunan masjid dengan cara swadaya,"paparnya.
Sumber dana untuk membangun masjid yang baru tersebut berasal dari ganti rugi hasil appraisal senilai Rp 500 juta. Sementara peralatan lain seperti Karpet, Sound System, pagar dan beberapa fasilitas lain akan dibantu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Angkasa Pura. (erl/pro) 

Share:

Kulonprogo Targetkan Kunjungan Wisatawan Naik 200 Persen

 


REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO--Dinas Pariwisata Kulonprogo menargetkan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik meningkat 200 persen setelah dioperasikannya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Target tersebut ditargetkan naik dari sebelumnya, sehingga diharapkan rata-rata jumlah kunjungan dapat naik mencapai 51 ribu per tahunnya.


"Kalau ke depannya dengan adanya bandara kita harus naikkan target. Kalau saya nggak salah kita wisatawannya saat ini baru 17 ribu rata-rata per tahun baik asing maupun mancanegara. Targetnya ke depan sampai 200 persen," kata Plh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan saat ditemui di Dusun Duwet, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Ahad (26/8).

Ia menyebutkan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan asing masih terbilang sedikit di Kulonprogo. Jika dibandingkan dengan wisatawan domestik, jumlah kunjungannya masih jauh berbeda. "Tahun ini kunjungan wisatawan lokal kira-kira 90 persen. Sementara wisatawan mancanegara hanya 10 persen," tambahnya.
  
Untuk itu, dengan dioperasikannya NYIA nanti dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik. Tentunya hal tersebut juga didukung dengan pembangunan di sektor pariwisata baik tempat wisata, infrastruktur maupun peningkatan SDM di bidang pariwisata. Ia pun optimistis target tersebut akan tercapai.

"Pesawatnya saja dua juta penumpang per tahun. Target itu harus ada. Masa di Kulonprogo nggakada yang bisa nyantol (wisatawan asing untuk mengunjungi Kulonprogo)," tambahnya.

Baca Selengkapnya pada https://ift.tt/2LughZM
Share:

Kelompok Konservasi Penyu Kulon Progo Lepasliarkan 108 Tukik



KOMPAS.com/ Dani J Sebanyak 108 anak penyu atau disebut juga sebagai tukik, dilepasliar ke laut oleh kelompok konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik.



KULON PROGO, KOMPAS.com - Kelompok warga Penyu Abadi Pantai Trisik, BKSDA DIY, dan para karyawan Tara Hotel asal Yogyakarta melepasliarkanpenyu ke laut.

Sebanyak 108 anak penyu ( tukik) dan satu penyu dewasa dilepas ke Pantai Trisik, pantai wisata yang berada di Kecamatan Galur, Kukon Progo, DIY.

General Manajer Tara Hotel, Jiman Budiharja mengungkapkan, di mana pun entitas bisnis tetap memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bila biasanya diwujudkan lewat aksi menanam pohon, Tara Hotel melirik aksi lain yang perlu juga mendapat perhatian, yakni pelestarian dan perlindungan pada penyu sebagai satwa yang dilindungi.

"Kami biasanya melaksanakan donor darah dan di bidang lingkungan tadinya kita mau tanam pohon. Sekarang lokasi tanam pohon sudah sulit, kami mencari di mana lokasi kita bisa support. Bekerja sama dengan BKSDA ini maka kita melepas 108 tukik," kata Jiman di Trisik, usai pelepasliaran, Sabtu (25/8/2018).

Satwa penyu, menurutnya, memiliki fungsi dan peran penting dalam keanekaragaman hayati di lingkungan laut. Aktivitas penyu memakan rumput laut dan alga mempengaruhi jumlah karbon dilepas.

Penyu juga mengontrol distribusi spons, memangsa ubur-ubur, mendistribusikan nutrisi dan mendukung kehidupan mahluk air yang lain. Penyu seperti menjaga kesehatan laut.

Tantangannya besar dalam mempertahankan populasi penyu ini. Karenanya perlu pelestarian dan perlindungan bagi penyu dan mendorong bertambahnya populasi.

"Karenanya kami akan menjadikan agenda rutin tahunan ke depan," kata Jiman.

Kelompok konservasi di pantai DIY tidaklah banyak. Pantai di selatan Yogyakarta dan termasuk wilayah Kulon Progo sejauh 24 kilometer meliputi empat kecamatan, yakni Galur, Panjatan, Wates, dan Temon.

Sepanjang itu garis pantai, konservasi penyu Kulon Progo hanya ada dilakukan kelompok warga Penyu Abadi Trisi di Kecamatan Galur.

Ketua Penyu Abadi, Jaka Samudra menceritakan, dulunya nelayan sepanjang pantai sering kali mendapati penyu indukan tersangkut jaring, dikonsumsi, maupun diambil telurnya untuk dijual.

Perilaku warga berangsur berubah sejak upaya perlindungan dan pelestarian penyu muncul di antara warga di 2002. Sejak itu, banyak warga pantai dan nelayan khususnya di Trisik lebih memilih menyelamatkan telur, menetaskannya, lantas dilepaskan dan dikembalikan ke laut.

"Sekarang di daerah kami tidak ada lagi perburuan penyu dan telur," kata Jaka.

Penyu Abadi (PA) Trisik pun masih aktif hingga kini. Sebelumnya, Jaka juga mengakui perjalanan PA lebih banyak swadaya. Karenanya, PA terus mengupayakan terobosan dengan cara membuka sumbangan sukarela dari berbagai kalangan.

Mengajak pihak ketiga untuk terus peduli pada pelestarian dan perlindungan penyu merupakan salah satu cara mereka menggalang dana untuk memperpanjang nafas upaya pelestarian dan perlindungan penyu di pantai selatan Kulon Progo ini.

Baca Selengkapnya pada https://ift.tt/2MNhhNf
Share:

Bandara Kulonprogo Beroperasi, Turis dari Jepang, Korea dan ...


Ilustrasi penerbangan - Alamy

Harianjogja.com, JOGJA- Bandara Kulonprogo diharapkan mampu membuka akses penerbangan ke negara-negara utama yang selama ini hanya diakomodir Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Internasional Ngurah Rai. Akses masyarakat di wilayah DIY dan Jawa Tengah kian terbuka, termasuk akses ekspor produk lokal di kedua wilayah ini.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengungkapkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, Jogja memiliki daya tarik untuk turis terutama dari luar negeri. "Selama ini, potensi tersebut belum bisa terlayani secara optimal oleh Bandara Internasional Adistjipto. Karena keterbatasan bandara ini yang hanya bisa menampung pesawat kecil," ujar Faik belum lama ini.
 
New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo telah dirancang dengan desain bandara yang sesuai standar internasional dengan panjang runway 3.250 meter. Faik mengungkapkan dengan bandara baru ini, penerbangan internasional dapat dilayani sebanyak mungkin.

Faik berharap dibukanya bandara ini dapat semakin membuka akses masuknya pesawat-pesawat berbobot besar dari berbagai maskapai dunia. Di mana yang selama ini, pintu utama masuknya turis ke Indonesia baru diakomodir oleh Jakarta dan Bali.

"Kami harap penumpang atau turis dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia bisa langsung masuk ke Jogja melalui bandara di Kulonprogo tanpa harus ke Bali atau Jakarta dulu," jelas Faik.

Jika target penerbangan dari luar negeri masuk ke dalam negeri melalui bandara Kulonprogo adalah wisatawan. Sedangkan secara outbound, yakni penerbangan dari Kulonprogo ke luar negeri diharapkan bisa mengakomodir akses bagi para jemaah haji maupun umrah. Pun demikian untuk potensi untuk logistik atau kargo.

Faik menjelaskan kegiatan ekspor akan lebih terakomodir, terutama untuk produk-produk asal DIY dan Jawa Tengah. Produk ekspor dari kedua wilayah ini, kata Faik, akan memiliki daya saing yang lebih kuat lagi.

"Karena produk asal DIY dan Jawa Tengah sudah memiliki akses [pengiriman] langsung ke luar negeri. Kalau selama ini produk kedua daerah ini harus dikirim lewat bandara-bandara lain, sehingga timbul biaya-biaya yang lebih mahal," jelas Faik
Share:

25 August 2018

Dapat 500 Hewan Kurban dari Singapura, Kulonprogo Salurkan Daging ke Lombok



Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (kiri) mencoba mengikuti petugas untuk menguliti kambing di rumah pemotongan hewan Samigaluh, Kamis (24/8/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kulonprogo menyalurkan daging dari 500 kambing kurban pemberian warga muslim Singapura. Penyembelihan yang dilakukan di pusat pemotongan hewan di Samigaluh itu dilakukan bersama 1.100 hewan kurban lainnya yang diberikan warga muslim Singapura melalui Jalaludin Service & Rajendra Farm.

Pengiriman daging hewan kurban tersebut dilakukan menuju pulau seribu masjid dengan mengunakan kontainer pendingin sejak Kamis (23/8/2018) malam.

“Berkat kerjasama dengan warga muslim Singapura sehingga lebih dari 1600 ekor kambing bisa dipotong di Kulonprogo semoga bermanfaat meningkatkan iman taqwa kita kepada Alloh SWT,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Jumat (24/8/2018).

Penyembelihan hewan kurban ini sduah menjadi agenda rutin di Kulonprogo. Hak ini dilakukan lantaran di Singapura sendiri, proses penyembelihan hewan kurban tidak bisa semudah di Indonesia. Peraturan tertentu yang diberlakukan membuat warga muslim lebih memilih menyembelih hewan kurban di Indonesia khususnya Kulonprogo.

"Di Kulonprogo sendiri pemotongan juga dapat dijadikan contoh, dan dilakukan dengan sebaik-baiknya, karena massal maka dibuat rumah potong hewan, didampingi dokter hewan. Penyembelihan secara sehat dan aman, dengan membuat sumur untuk memasukkan jeroan kedalam lubang yang aman, kedap air, sehingga bakteri ecoli tidak merambat," ungkapnya.

Terpisah, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, mengapresiasi warga muslim di Singapura dan Bupati Kulonprogo yang berniat menyerahkan hewan kurban ke warga Nusa Tenggara Barat yang mengalami musibah gempa. Menurutnya dengan pemberian ini rasa kebersamaan semakin tinggi.

"Sebagai masyarakat Indonesia karena mendapatkan bantuan dari masyarakat Singapura, tentu rasa kebersamaan kami untuk menyalurkan ke NTB,” kata GKR Hemas.
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP