Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


15 January 2017

Bandara Kulonprogo Mulai Dibangun 23 Januari 2017

Jakarta Plan for construction of new airports in Yogyakarta is still running until the groundbreaking stage. Plans groundbreaking scheduled since November 2016 and then delayed until this month. Technical Director of Angkasa Pura Polana Banguningsih Pramesti said it plans groundbreaking on January 23, 2017 to do this. RI President Jokowi Widodo inauguration is planned that will do this. "January 23 hopefully the father of the president is willing. Ask the president is present may be willing. Hopefully before the groundbreaking already finished," he said in Kepatihan Yogya Thursday (01/12/2017). Polana said the current construction of the new airport has already begun as well as regional arrangements. Meanwhile the land reallocation will soon diramingkan. According to the construction of a new airport began on the construction of the airport runway or water side. Groundbreaking location decision is still in coordination with Paspampres. "Our determination is not groundbreaking but Paspampres of its security aspect paspampres. Groundbreaking in our land there are roadsides, etc. has not been decided," he said. While the new airport project leader Kulonprogro R Sujiastana says there are two locations where prepared as groundbreaking. The location is at Jalan Wates adjacent to satradar around Jangkaran. One more is in the country Jalan Wates - Purworejo. According to all the locations provided it is owned by Angkasa Pura. "Satradar ga problem. Beside Satradar. Options do a lot of confusion later on. If in the street could have seen the people as well. Case law does not hinder the groundbreaking," he said. (Yanuar H)

Liputan6.com, Jakarta Rencana pembangunan bandara baru Yogyakarta masih berjalan sampai dalam tahap groundbreaking. Rencana groundbreaking yang dijadwalkan sejak November 2016 lalu molor hingga bulan ini.
Direktur Teknik Angkasa Pura Polana Banguningsih Pramesti mengatakan rencananya groundbreaking dilakukan pada 23 Januari 2017 ini. Presiden RI Jokowi Widodo direncanakan yang akan melakukan peresmian ini.

"23 Januari mudah mudahan bapak presiden bersedia. Minta presiden hadir semoga bersedia. Semoga sebelum groundbreaking sudah selesai semua," ujarnya di Kepatihan Yogya Kamis (12/1/2017).

Polana mengatakan, saat ini pengerjaan bandara baru sudah dimulai begitu pula dengan penataan kawasan. Sementara itu lahan relokasi akan segera diramingkan. Menurutnya pembangunan bandara baru dimulai dari pembangunan landasan bandara atau air side. Keputusan lokasi groundbreaking masih dalam koordinasi dengan Paspampres.

"Penentuan groundbreaking bukan kami tapi Paspampres dari aspek security-nya paspampres. Groundbreaking ada di lahan kami ada pinggir jalan, dll belum diputuskan," ujarnya.

Sementara itu Pimpinan Proyek bandara baru Kulonprogo R Sujiastana mengatakan ada dua tempat yang disiapkan sebagai lokasi groundbreaking. Lokasinya ada di Jalan Wates yang berdekatan dengan satradar di sekitar Jangkaran. Satu lagi ada di Jalan negara Wates - Purworejo. Menurutnya semua lokasi yang disediakan itu merupakan milik Angkasa Pura.

"Satradar ga masalah. Di sebelahnya Satradar. Opsi jangan banyak nanti bingung. Kalau di jalan kan bisa dilihat warga juga. Kasus hukum tidak menghambat groundbreaking," katanya. (Yanuar H)
Share:

12 January 2017

Semua SMP/MTs di Kulonprogo Gelar Ujian Berbasis Komputer


KULONPROGO - Semua SMP dan MTs di Kulonprogo menjadi penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulonprogo meminta pihak sekolah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung kelancaran UNBK
Kepala Dinas Dikpora Kulonprogo Sumarsana mengatakan, sebelumnya UNBK hanya dilaksanakan dua SMP, yaitu SMP Negeri 1 Wates dan SMP Negeri 1 Galur. Hal itu dianggap wajar mengingat 2016 adalah tahun pertama bagi UNBK jenjang SMP di Kulonprogo.
Dia memahami jika sekolah membutuhkan waktu untuk pengadaan fasilitas pendukung sesuai standar UNBK. Walau begitu, Sumarsana tetap menargetkan jumlah penyelenggara UNBK SMP bisa bertambah banyak di tahun berikutnya.
“Setidaknya ada satu sekolah di setiap kecamatan yang mampu dan bersedia melaksanakan UNBK,” ujar Sumarsana seperti mengutip Harian Jogja, Kamis (12/1/2017
Namun, jumlah penyelenggara UNBK SMP ternyata bertambah signifikan di tahun 2017. Seluruh SMP/MTs negeri maupun swasta di Kulonprogo dinyatakan siap melaksanakan UNBK. Jumlahnya mencapai 79 sekolah. Sumarsana lalu mengungkapkan, sosialisasi tahap awal sudah digelar pada 9 Januari 2017.
“Kami mengundang semua kepala UPTD, koordinator pengawas, 66 kepala SMP negeri dan swasta, serta 13 kepala MTs negeri dan swasta,” ucap dia.
Share:

16 Titik Wilayah Kulonprogo Alami Kerusakan

Dozens of damage caused by bad weather in some parts of Kulonprogro barely past week. The worst damage to the attraction Cave Kiskendo, Girimulyo and irrigation canals in Sentolo. Head of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) Kulonprogro, Gusdi Hartono said there were at least 16 points of damage that have occurred since January 7, 2017 and due to bad weather.

Belasan kerusakan ditimbulkan akibat cuaca kurang baik di sejumlah daerah di Kulonprogo nyaris sepekan terbaru . Terparah yakni kerusakan pada objek wisata Gua Kiskendo, Girimulyo serta saluran pengairan di Sentolo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Gusdi Hartono berbicara tersedia paling tak 16 titik kerusakan yang terjadi sejak 7 Januari 2017 lalu akibat cuaca buruk.

Sejumlah lokasi tersebut sudah ditangani oleh warga setempat serta anak buah Tim Reaksi Cepat (TRC). “Ada 2 lokasi yang kami anggap paling tak sedikit kerugiannya serta belum terkondisikan,” jelasnya bagai mengutip Harian Jogja, Kamis (12/1/2017).

Gua Kiskendo terjadi sesuatu kerusakan pada pagar sampai  26 meter yang ambruk akibat terkena hujan deras. Gusdi menerangkan apabila ajaran air datang dari segi jalan yang selanjutnya menghantam pagar. Kerusakan ini dianggap membahayakan itu dikarenakan lokasinya yang adalah objek wisata jadi membahayakan wisatawan.

Terlebih lagi, curah hujan tetap lumayan tinggi jadi membikin pagar sepanjang 100 meter tersebut. Gusdi berbicara koordinasi sudah dilakukan supaya dinas terkait segera melakukan perbaikan.

Adapun, pagar tersebut berada di bawah kewenang Dinas Pariwisata DIY namun kenyataannya jalannya adalah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Wilayah Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo.

Sementara kerusakan di saluran pengairan sendiri cuma berkisar 15 meter. Namun, kerusakan ini dirasa bakal memberi akibatbesar pada 120 hektar lahan pertanian di sekitarnya. Jaringan pengairan ini juga berubah kewenangan DPUPKP Kulonprogo jadi pembetulan bakal segera ditangani.

Sementara itu, jembatan di Dusun Klendrekan, Banjarsari, Samigaluh juga jebol pasca diguyur hujan lebat sehari sebelumnya. Jembatan ini adalah penghubung antara Dusun Klendrekan serta Waru jadi menyebabkan warga terpaksa wajib memutar kurang lebih 3 kilometer melewati jalur alternatif.

Selain itu, jembatan ini juga berubah jalan masuk bagi warga yang bakal menuju Kecamatan Samigaluh maupun pusat kabupaten. Surajio, warga setempat berbicara jembatan ini juga bertujuan sebagai bendungan pengairan bagi puluhan hektar sawah milik warga setempat.

“Jembatannya retak diikuti suara berderak semakin langsung amblas,” ujarnya.

Selain itu, tebing dengantinggi 10 meter dengan lebar 5 meter menimpa salah satu rumah warga yang berada di Wonosari, Purwosaro, Girimulyo pada Selasa (10/1/2017) siang. Akibatnya, tembok rumah warga bergeser sejauh 5 cm.
Share:

Kulon Progo Siap Sambut Investasi Pembangunan Disneyland

Government of Kulon Progo, Yogyakarta, ready to receive investment for the construction of Disneyland to provide the land needed for the tourist rides. Officially, the investor permohohan Disneyland does not have a permit, but the related department says it is aware of the plan of the mass media. "Until now there has been entered into DPMPT. Maybe they communication with the Department of Tourism, however we are ready to accept it," said Head of Investment and Integrated Services (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan in Kulon Progo, Monday (09/01/2017 ) as quoted by Antara. He said that under Regulation No. 1 Year 2012 on Spatial Planning (RTRW), development of new tourist destinations will be directed to the location of its designation as a tourist area. Among other coast, the southern region and the hills Sentolo incise or Sermo Reservoir (Kokap). "If later Disneyland entrance, will be directed in accordance with existing spatial planning," he said. Investors Head of Department of Investment and Integrated Licensing Kulon Progo said Roby Ampera hills incise potentially be used as the construction site of Disneyland because there is a possibility that investors would likely seek land in the plateau region. According to him, if its development as Jatim Park only need about 100 hectares. If built in DIY, potentially growing rapidly because no educational travel, cultural and historical. He hopes Disneyland developed in Kulon Progo to accelerate the development of tourism in this region, will moreover there is an airport in the region. DIY will be the entrance of travelers when the airport is already operating.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menerima investasi pembangunan Disneyland dengan menyediakan lahan yang diperlukan untuk wahana wisata itu. Dengan-cara resmi, investor Disneyland belum mengajukan permohohan izin, namun dinas terkait berbicara mengenal rencana tersebut dari media masa.

"Sampai waktu ini belum masuk ke DPMPT. Mungkin tetap komunikasi dengan Dinas Pariwisata, meski demikian kita siap menerimanya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal serta Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo, Senin, (9/1/2017) bagai dikutip dari Antara.

Ia berbicara berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2012 mengenai Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRW), pengembangan destinasi wisata baru bakal diarahkan ke lokasi yang peruntukkannya sebagai kawasan pariwisata. Di antaranya pesisir, selatan kawasan Sentolo serta kawasan perbukitan menoreh bisa juga Waduk Sermo (Kokap).

"Kalau kelak Disneyland masuk, bakal diarahkan sesuai tata ruang yang telah ada," katanya.

Kepala Bidang Penanam Modal Dinas Penanaman Modal serta Perizinan Terpadu Kulon Progo Roby Ampera berbicara perbukitan menoreh mempunyai potensi dijadikan lokasi pembangunan Disneyland itu dikarenakan ada kemungkinan investor justru bakal mencari lahan di kawasan dataran tinggi.

Menurut dia, andai pengembangannya bagai Jatim Park cuma memperlukan kurang lebih 100 hektare. Andai dibuat di DIY, amatlah potensial berkembang pesat itu dikarenakan ada wisata pendidikan, adat serta sejarah.

Ia berharap Disneyland dikembangkan di Kulon Progo untuk akselerasi pengembangan wisata di kawasan ini, apalagi bakal ada bandara di kawasan ini. DIY bakal berubah pintu masuk wisatawan bila bandara telah beroperasi.

"Program robek menoreh juga bisa berubah fasilitas pendukung jika perbukitan menoreh sebagai lokasi pembangunan," katanya. 
Share:

Jembatan Ambrol Digilas Truk Tambang



Harianjogja.com, KULONPROGO — Jembatan di kawasan Dusun Gegunung, Sendangsari, Pengasih ambrol akibat kerap dilalui truk pengangkut tambang. Truk memuat batu andesit yang melebihi kapasitas tonase jalan.
Kerusakan tersebut berupa lubang dengan diameter 2 meter dan kedalaman 2 meter. Lubang tersebut berada di salah satu sisi jembatan selebar 8 meter tersebut. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan konstruksi jembatan tersebut memang sudah tua.

Menurutnya, muatan truk harus diperhatikan karena kapasitas jalan kabupaten tersebut hanya berkisar 6 ton. Sedangkan dari pantauan di lapangan diketahui jika truk mengangkut hingga lebih dari 14 ton setiap kali lewat.

“Otomatis bebannya berlebihan padahal ini gorong-gorong lama,” jelasnya ditemui di lokasi pada Rabu (11/1/2017).

Jembatan tersebut merupakan akses utama dari kecamatan dan desa menuju pusat kabupaten.

Disinggung mengenai kerapnya jalan rusak karena tonase berlebih truk tambang, ia mengakui jika pengawasan akan kapasitan truk tambang agak sulit dilakukan. Menurutnya, paling tidak rute yang dilalui truk tambang harus dibatasi. Sedangkan jalan yang dilalui harus disesuaikan kapasitasnya.


Share:

26 December 2016

Pengunjung Padati Kawasan Wisata Mangrove Kulon Progo

 hijau dan romantis wisata hutan mangrove kulon progo mangrove kulon progo  image results more mangrove kulon progo images mengenal mangrove di desa jangkaran  sururudins weblog

Kulon Progo - Pengunjung objek wisata Mangrove Pasir Mendit, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencapai 7.000 orang selama tiga hari dari Sabtu (24/12) hingga Senin (26/12) ini.

Pengelola wisata mangrove Wana Tirta Warso, Warsa, mengatakan, Sabtu dan hari ini masing-masing 2.000 pengunjung, pada Minggu (25/12) jumlah pengunjung lebih dari 3.000 orang.

"Jumlah pengunung wisata mangrove pada libur Natal 2016 ini mengalami lonjakan dibanding pada hari-hari biasa. Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 1.000 orang hingga 1.500 orang per hari, sekarang melonjak antara 2.000 hingga 3.000 orang. Pengunjung memadati wisata mangrove," kata Warsa, di Kulon Progo, Senin (26/12).

Ia mengatakan, pengunjung wisata mangrove dikenai retribusi atau biaya masuk sebesar Rp 4.000 per orang. Pengunjung mayoritas berasal dari luar DIY, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan ada yang dari Papua.

"Kami mempromosikan objek wisata mangrove melalui media sosial, sehingga pengunjung luar DIY mulai berdatangan untuk membuktikan keindahan wisata mangrove Pasir Mendit," katanya.

Warso mengatakan, pengunjung menyukai spot foto seperti lorong mangrove, jembatan panjang dan jembatan cinta. Pengelola mangrove tidak menyediakan kegiatan khusus bagi wisatawan.

"Kami tidak ada kegiatan apa-apa, kami hanya menyediakan spot-spot yang bagus untuk selfie dan mengabdikan kunjungan ke wisata mangrove," kata dia.

Kepala Seksi Usaha Pemberdayaan Kepariwisataan Disparpora Kulon Progo, Endah Supeni, mengatakan, jumlah kunjungan wisata non-retribusi selama 2016 mencapai 628.284 orang yang tersebar di desa-desa wisata di Kulon Progo. Desa wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan yakni Nglinggo, Sidoarjo, Jatimulyo, Purwosari, Banjarasri, Banjaroya, Kalibiru, Sermo, Purwoharjo, dan Pasir Mendit.

"Dari desa wisata non-retribusi yang ada di Kulon Progo belum semuanya melaporkan jumlah pengunjungnya karena mereka tidak ada kewajiban melaporkan kunjungan wisata. Namun demikian, kami berharap pengelola wisata melaporkan setiap bulan," kata Endah. ( http://www.beritasatu.com/nasional/406476-pengunjung-padati-kawasan-wisata-mangrove-kulon-progo.html)
Share:

Kulonprogo Raih Penghargaan APE 2016

TERIMA PENGHARGAAN: Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono, dan Kepala BPMPDPKB Kulonprogo, Sri Utami, menunjukkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2016 Tingkat Madya usai diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, di Jakarta. (suaramerdeka.com/Panauju Triangga)

KULONPROGO,suaramerdeka.com – Prestasi tingkat nasional kembali diraih Kabupaten Kulonprogo, yakni mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2016 Tingkat Madya.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise kepada Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono, di Gedung Auditorium Manggala Wana Bhakti, Jakarta, pekan kemarin.
Penghargaan APE Tahun 2016 Tingkat Madya diberikan kepada Kabupaten Kulonprogo sebagai Kabupaten yang memiliki komitmen dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
APE dianugerahkan sebagai apresiasi dan penghargaan atas semangat dan antusiasme kementerian/ lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam bekerjasama, berkolaborasi, dan saling bahu membahu menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat, dan berkualitas.
Penghargaan APE juga menunjukkan bahwa strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kulonprogo, Sri Utami mengatakan, pemberian penghargaan tersebut diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dan diberikan pada momen peringatan Hari Ibu. Penghargaan terdiri atas empat kategori, yakni Pratama, Madya, Utama, dan Mentor.
“Pada tahun 2016 ini Kulonprogo mendapat APE tingkat Madya, tapi pada 2 tahun mendatang diharapkan dapat meraih APE tingkat Utama,” katanya.
Menurut Sri Utami, peran perempuan dalam bidang ekonomi cukup besar, dengan basis pendidikan yang baik dan didukung tekologi yang maju telah mengantar peranan perempuan menjadi lebih baik secara sosial politik.
Upaya pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan perlindungan anak terus dilakukan di Kulonprogo agar tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dicontohkan, di pedasaan dari 12 Kecamatan di Kulonprogo saat ini sudah terbentuk konselor hukum, psikologi, dan forum perlindungan korban kekerasan sebagai pendamping perempuan dan anak. Dengan demikian mereka akan merasa terlindungi, aman, dan nyaman hidup di tengah masyarakat.
“Kami berharap Kulonprogo dapat terbebas dari tiga hal, yaitu kekerasan perempuan dan anak, trafficking, dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan,” harapnya.
Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono, sangat mengapresiasi atas prestasi yang diraih tersebut. Dia berharap pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, perlindungan anak di Kulonprogo dapat terus dibangun dengan baik sehingga betul-betul dapat memberikan rasa aman, nyaman, bagi kaum perempuan dan anak-anak.
“Serta dapat meningkatakan akses ekonomi perempuan khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” imbuh Budi.
(Panuju Triangga/CN39/SM Network)


Share:

Buaya Muara Resahkan Warga di Pantai Selatan Kulonprogo



KULONPROGO – Seekor buaya muara sepanjang tiga meter meresahkan masyarakat di Pantai Selatan Kulonprogo, Yogyakarta.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Untung Suripto mengungkapkan, informasi yang didapat, posisi buaya berada di dekat pintu muara Sungai Bogowonto.

Buaya Muara Berkeliaran di Pantai Selatan Kulonprogo, Wisatawan Diminta Waspada
Berbekal informasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisan, dan warga sekitar untuk segera melakukan pencarian. Berdasarkan informasin, buaya sempat terlihat namun kembali ke tengah karena banyak orang di tepi pantai.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogya kemudian memancing buaya dengan itik di muara Sungai Bogowonto, Pantai Congot, Jangkaran, Temon.

Untung menjelaskan, pihaknya mengerahkan lima personel sejak pagi hari dengan peralatan evakuasi buaya. Secara teori, buaya muara akan berjemur sekira pukul 09.00 WIB-13.00 WIB.

“Makanya itik digunakan untuk memancing naik ke daratan ketika masa-masa berjemur ini,” jelasnya, seperti dikutip dari Harianjogja.com, Senin (26/12/2016).

Menurut dia, buaya biasa bereaksi dengan hewan yang bergerak sehingga dipilih itik yang masih dalam kondisi hidup. Nantinya, jika tertangkap buaya akan dititipkan sementara di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) ataupun Wildlife Rescue Center (WRC) di Kulonprogo.

Dari hasil pemantauan, buaya tersebut memang jenis buaya muara yang dilindungi. Untung menambahkan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah untuk mengetahui apakah ada buaya yang lepas dari penangkaran.

“Kami tidak mengakomodir isu apapun, yang penting penangkapan dulu,” tegasnya.

Sementara, petugas Pos Sea Rider TNI AL Pantai Congot, Kopka Rokimanto menambahkan, buaya sempat melintas pintu muara dengan berenang ke arah Timur. Menurutnya, sudah dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini Polairud, Polsek Temon, dan BKSDA Jogjakarta. “Paling tidak saat ini sudah jelas tindakannya seperti apa,” ujarnya.



(http://news.okezone.com/read/2016/12/26/510/1575728/buaya-muara-resahkan-warga-di-pantai-selatan-kulonprogo)
Share:

23 December 2016

Investor India akan Garap Bandara Kulon Progo di Yogyakarta



Perusahaan asal India, GVK Power & Infrastructure Limited, tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. GVK berminat investasi di proyek pembangunan Bandara Kulon Progo,di Yogyakarta.

Saat ini, GVK menjadi operator di bandara internasional Mumbai.

"Dia berminat untuk investasi di bandara baru Yogyakarta, Kulon Progo. Jadi kami akan tindak lanjut dengan pak Menko dan BUMN. Kelanjutan minat GVK itu," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Dari informasi yang diterima Thomas, pihak GVK sudah pernah menandatangani perjanjian awal dengan PT Angkasa Pura (AP) I.

"Setahu saya pernah ada MoU GVK dengan AP I. GVK mau ambil 49% di bandara itu," ujarnya.

Thomas menilai GVK adalah salah satu operator bandara terbaik di dunia. Terlihat pada bandara Mumbai, meskipun hanya dengan satu landasan pacu, namun bisa menampung banyak penerbangan.

"Saya kaget setengah mati waktu dia cerita kalau bandara itu cuma 1 runway. Tapi 50 juta penumpang per tahun. Kan Jago sekali. Dia diakui sebagai single runway paling efisien di dunia. Sama dengan London," terang mantan Menteri Perdagangan tersebut. (mkl/hns)
Share:

22 December 2016

Dalam Semalam, Dua Kantor Notaris di Kulonprogo Digasak Maling




KULONPROGO - Dalam semalam, dua kantor notaris di wilayah hukum Polres Kulonprogo digasak kawanan pencuri. Pertama, kantor Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) RA Candra Dewi Kusumawati di pinggir Jalan Nasional, Toyan, Triharjo, Wates. Kedua, kantor Notaris Retnowati di Jalan Nasional Desa Sukoreno Kecamatan Sentolo.

Kantor Notaris dan PPAt RA Candra Dewi Kusumawati hampir setiap malam memang tidak ada penjaga malamnya. Akibat kejadian itu, korban kehilangan tiga unit monitor LCD, satu televisi, mesin printer copy, handphone dan sebuah tabung gas melon. Sedangkan Notaris Retnowati, kehilangan monitor dan sebuah mesin ketik manual.

BERITA REKOMENDASI
Ditolak Warga, Jalur KA ke Bandara Baru Yogya Akan Disurvei Ulang
Awal Kemunculannya, Klakson Telolet Justru Diprotes Penumpang
Ini Orang yang Pertama Bawa "Telolet" ke Indonesia
Kasus pencurian di Toyan pertama kali diketahui karyawan notaris setempat, Widarti. Begitu tiba di halaman kantor, saksi kaget melihat jendela kantor telah terbuka. Saat dilakukan pengecekan ternyata mesin printer copy sudah tidak ada.

“Saya sampai kantor sekira pukul 08.00 WIB dan melihat jendela sudah terbuka. Kemarin kami tutup sore dan kondisi masih terkunci,” kata dia, seperti dikutip dari KRjogja, Kamis (22/12/2016).

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan langsung melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil olah TKP, ternyata ada beberapa barang elektronik lain ikut hilang. Bahkan, rumah kosong yang ada di samping kantor notaris tersebut tidak luput dari sasaran pencurian. Sebuah televisi raib digondol maling.

Modus pencurian hampir sama dengan kasus di Toyan, pelaku di kantor Notaries Retnowati masuk dengan merusak pintu dan jendela. Salah satu pegawai datang pagi hari dan mendapati pintu samping sudah terbuka.

Begitu dilihat dari kaca jendela, pintu belakang juga sudah terbuka. Setelah dilaporkan dan dilakukan oleh TKP sebuah mesin ketik dan monitor computer sudah tidak ada di tempatnya

“Printer dan CPU-nya tidak diikut dicuri,” tutur karyawan yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Petugas Inafis Polres Kulonprogo yang melakukan olah TKP menemukan adanya beberapa sidik jari yang diduga milik para pelaku. Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dari salah satu kamera CCTV milik warga, diketahui kejadiannya dini hari sekira pukul 00.21 WIB.

Saat itu, terekam sebuah mobil dating arah Selatan. Mobil tersebut langsung berhenti kemudian mundur masuk ke halaman kantor notaris.

Kanit 3 SPKT polres setempat, Ipda Aditya Dwi mengaku, belum bisa memastikan keterlibatan mobil dalam rekaman CCTV terhadap aksi pencurian. Kasusnya sedang ditangani petugas satreskrim. “Kasus sedang dalam penyelidikan petugas," ujarnya.

(fds)



Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP