Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


24 December 2025

Menginspirasi Lewat "Ngumpul Bermanfaat", Padukuhan Graulan Raih Penghargaan Proklim Utama 2025

Menginspirasi Lewat "Ngumpul Bermanfaat", Padukuhan Graulan Raih Penghargaan Proklim Utama 2025


"Padukuhan Graulan, Giripeni, sukses meraih Penghargaan Proklim Utama 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Simak inspirasi warga dalam mengelola bank sampah dan ketahanan pangan demi mitigasi perubahan iklim di Kulon Progo."

KULON PROGO – Komitmen warga Padukuhan Graulan, Kalurahan Giripeni, dalam menjaga kelestarian lingkungan berbuah manis. Tepat pada Senin (22/12/2025), Padukuhan Graulan resmi dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Kampung Proklim Kategori Utama oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Prosesi penyerahan penghargaan yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Sermo, Kompleks Setda Kulon Progo ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kesadaran ekologis di tingkat pedesaan. Sertifikat penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dukuh Graulan, Tri Handoko, sebagai perwakilan dari seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras.

Sinergi Adaptasi dan Mitigasi Mandiri

Keberhasilan Graulan meraih predikat "Utama" bukan tanpa alasan. Masyarakat di sana dinilai berhasil menjalankan langkah-langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim melalui dua jalur utama:

  • Adaptasi Lingkungan: Warga secara swadaya membangun kolam ikan dan sumur resapan yang berfungsi ganda sebagai pengendali banjir saat musim hujan sekaligus cadangan air saat kemarau. Selain itu, aspek ketahanan pangan diperkuat melalui peran aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memanfaatkan lahan pekarangan.

  • Mitigasi Perubahan Iklim: Dalam upaya menekan emisi dan limbah, Padukuhan Graulan mengandalkan Bank Sampah Seruni. Sistem pengelolaan sampah yang terpadu ini berhasil mengubah pola pikir warga dari sekadar membuang sampah menjadi memilah dan mengolahnya menjadi nilai ekonomis.

Semangat "Ngumpul Tapi Bermanfaat"

Dukuh Graulan, Tri Handoko, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar pajangan, melainkan pemantik semangat bagi warga untuk terus konsisten menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Proklim Graulan, Sugiasmini, menekankan bahwa kunci keberhasilan mereka terletak pada kekompakan warga.

"Semua kegiatan ini bisa berjalan karena kerja sama yang solid. Kami punya prinsip 'ngumpul tapi bermanfaat', di mana setiap perkumpulan warga selalu menghasilkan aksi nyata bagi lingkungan," ujar Sugiasmini.

Menuju Proklim Lestari

Pencapaian Kategori Utama ini menempatkan Padukuhan Graulan sebagai salah satu pelopor gerakan pro-iklim di Kabupaten Kulon Progo. Harapannya, keberhasilan ini dapat menularkan inspirasi bagi padukuhan-padukuhan lain untuk melakukan gerakan serupa.

Dengan fondasi komunitas yang kuat, Padukuhan Graulan kini mulai menatap target yang lebih tinggi, yakni meraih predikat Proklim Lestari, kasta tertinggi dalam program kampung iklim nasional.

Share:

23 December 2025

Realita di Balik Kemegahan: Perjuangan Warga Terdampak Bandara Kulon Progo

Realita di Balik Kemegahan: Perjuangan Warga Terdampak Bandara Kulon Progo



Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan pariwisata sejak beroperasinya Bandara YIA, muncul laporan mengenai kondisi warga terdampak pembangunan yang kini mengalami kesulitan ekonomi. Berita ini memberikan perspektif kritis mengenai keberlanjutan hidup pasca-relokasi atau pembebasan lahan.

Poin-Poin Utama Isu Tersebut:

  • Hilangnya Mata Pencaharian Utama: Sebagian besar warga terdampak dulunya adalah petani lahan pasir atau petambak. Kehilangan akses terhadap tanah garapan membuat mereka sulit beradaptasi dengan jenis pekerjaan baru di sektor industri atau jasa.

  • Habisnya Uang Ganti Rugi: Muncul fenomena di mana uang kompensasi yang diterima di awal pembangunan telah habis digunakan untuk kebutuhan konsumtif atau membangun rumah baru, tanpa menyisakan modal usaha yang berkelanjutan.

  • Sulitnya Akses Lapangan Kerja: Meski ada harapan bahwa bandara akan menyerap tenaga kerja lokal, kendala kualifikasi pendidikan dan usia seringkali menjadi penghalang bagi warga senior untuk bekerja di lingkungan bandara.

  • Fokus pada Bertahan Hidup: Pernyataan "hanya bisa berjuang untuk makan" menggambarkan kondisi di mana penghasilan harian warga saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, tanpa kemampuan untuk menabung atau meningkatkan taraf hidup.


Pentingnya Solusi Berkelanjutan

Berdasarkan situasi yang dilaporkan, diperlukan sinergi lebih lanjut antara pemerintah daerah dan pihak pengelola bandara, seperti:

  1. Pelatihan Reskilling: Memberikan keterampilan baru yang sesuai dengan ekosistem bandara (seperti pengolahan makanan, jasa logistik, atau kerajinan tangan).

  2. Pemberdayaan UMKM: Memberikan ruang khusus bagi warga lokal untuk memasarkan produk mereka di area bandara dengan sistem yang memudahkan.

  3. Pendampingan Ekonomi: Memastikan warga memiliki literasi keuangan agar aset yang tersisa dapat dikelola dengan lebih produktif.


Refleksi: Berita ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur besar harus dibarengi dengan pembangunan manusia yang inklusif, agar kemajuan tidak meninggalkan warga lokal di belakang.

Share:

10 Destinasi Wisata Favorit Kulon Progo untuk Libur Nataru 2025

10 Destinasi Wisata Favorit Kulon Progo untuk Libur Nataru 2025



1. Waduk Sermo

Pilihan utama untuk pencinta ketenangan. Di sini Anda bisa berkemah (camping), memancing, atau menyewa perahu keliling waduk. Suasananya yang syahdu sangat cocok untuk menikmati senja.

2. Air Terjun Kedung Pedut

Terkenal dengan airnya yang memiliki dua warna (biru toska dan putih jernih). Meskipun lokasinya cukup menantang di Pegunungan Menoreh, kesegaran kolam alaminya sepadan dengan perjalanannya.

3. Pantai Glagah Indah

Ikon wisata Kulon Progo yang tak lekang oleh waktu. Keunikan dermaga dengan ribuan pemecah ombak (tetrapod) dan kebun buah naga di sekitarnya tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan.

4. Ekowisata Sungai Mudal

Sebuah "Waterpark Alami" dengan air yang sangat jernih. Dilengkapi dengan fasilitas gazebo dan area berenang yang aman, tempat ini sangat ramah untuk liburan keluarga.

5. Bukit Wisata Pulepayung

Bagi Anda pemburu foto aesthetic, Pulepayung menawarkan spot foto ekstrem seperti ayunan raksasa dan sepeda udara dengan latar belakang Waduk Sermo dari ketinggian.

6. Kebun Teh Nglinggo

Menawarkan hamparan hijau kebun teh yang menyejukkan mata. Selain healing, Anda bisa menjajal paket wisata Jeep untuk menyusuri medan perbukitan yang menantang.

7. Puncak Suroloyo

Titik tertinggi di Pegunungan Menoreh. Jika cuaca cerah, Anda bisa melihat panorama lima gunung sekaligus (Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Ungaran).

8. Pantai Congot

Berdekatan dengan Pantai Glagah, pantai ini menawarkan suasana yang lebih santai dengan deretan pohon kelapa dan kuliner laut yang lezat di sepanjang pinggir pantai.

9. Mahaloka Paradise

Destinasi kekinian yang memadukan keindahan persawahan dengan fasilitas kafe dan restoran modern. Sangat populer di kalangan anak muda karena suasananya yang sangat Instagramable.

10. Kalibiru

Pelopor wisata gardu pandang yang tetap hits hingga kini. Inovasi wahana seperti jembatan gantung dan flying fox tetap menjadi alasan wisatawan untuk kembali ke sini.


Tips Liburan di Kulon Progo:

  • Cek Kendaraan: Beberapa lokasi (seperti Kedung Pedut dan Suroloyo) memiliki medan yang menanjak dan berliku.

  • Harga Wajar: Saat musim liburan Nataru, pemerintah setempat mengimbau pelaku wisata untuk memasang tarif parkir dan retribusi yang wajar.

  • Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (sekitar pukul 08:00) untuk menikmati udara segar dan menghindari kerumunan di siang hari

Share:

Langkah Sigap Mitigasi: Bantaran Sungai Serang Karangwuni Diperkuat untuk Cegah Longsor



Langkah Sigap Mitigasi: Bantaran Sungai Serang Karangwuni Diperkuat untuk Cegah Longsor

KULON PROGO – Menghadapi potensi ancaman bencana alam, upaya antisipasi dini mulai dilakukan di wilayah Karangwuni, Kulon Progo. Fokus utama saat ini adalah penguatan bantaran Sungai Serang, yang selama ini menjadi titik perhatian akibat ancaman longsor yang dapat membahayakan pemukiman dan infrastruktur warga.

Mengapa Penguatan Ini Dilakukan?

Sungai Serang memiliki debit air yang cukup tinggi saat musim hujan. Penguatan ini bertujuan untuk:

  • Mencegah Erosi: Melindungi tanah bantaran agar tidak terkikis aliran sungai yang deras (abrasi sungai).

  • Keamanan Warga: Mengurangi risiko longsor yang dapat merusak rumah atau akses jalan di sekitar tepi sungai.

  • Stabilitas Infrastruktur: Memastikan bangunan di sekitar sungai tetap kokoh dalam jangka panjang.

Upaya Bersama Masyarakat dan Pemerintah

Langkah antisipatif ini merupakan bentuk sinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Dengan memperkuat struktur bantaran, diharapkan masyarakat yang tinggal di wilayah Karangwuni dapat merasa lebih tenang saat debit air sungai meningkat.


Tips Waspada Bagi Warga di Bantaran Sungai:

  1. Pantau Debit Air: Selalu waspada jika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu lama.

  2. Lapor Segera: Jika melihat adanya retakan tanah atau penurunan permukaan tanah di sekitar bantaran, segera laporkan kepada perangkat desa atau BPBD setempat.

  3. Jaga Kebersihan: Hindari membuang sampah ke sungai yang dapat menyumbat aliran dan memperparah tekanan pada dinding sungai.


Informasi Lebih Lanjut: Berita lengkap mengenai teknis penguatan ini dapat dibaca di laman TribunJogja.com dengan judul "Antisipasi Longsor, Bantaran Sungai Serang di Wilayah Karangwuni Kulon Progo Diperkuat".

Share:

Bentengi Generasi Emas: Kulon Progo Deklarasikan Perang Lawan Judi Online dan Radikalisme

Densus 88 Rangkul Guru & Pelajar Kulon Progo: Perangi Judi Online dan Radikalisme


Bentengi Generasi Emas: Kulon Progo Deklarasikan Perang Lawan Judi Online dan Radikalisme

KULON PROGO – Menanggapi ancaman serius yang mengintai generasi muda di ruang digital, Satgaswil Densus 88 AT Polri bersama Kesbangpol Kulon Progo menggelar aksi nyata. Melalui sebuah talkshow dan deklarasi, sebanyak 330 peserta yang terdiri dari 140 Ketua OSIS dan 140 guru pendamping se-Kabupaten Kulon Progo berikrar untuk melawan tren judi online (judol) dan paham radikalisme.

Guru Sebagai Garda Terdepan Pengawasan Digital

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan bahwa peran guru kini tidak hanya terbatas di dalam kelas. Di era digital, guru memiliki tanggung jawab moral untuk mengawasi aktivitas siber siswa.

"Pengawasan terhadap aktivitas digital siswa adalah kunci agar mereka tidak terjebak dalam pusaran judi online maupun paparan radikalisme yang sering kali masuk secara halus melalui media sosial," tegasnya.

Memutus Rantai Radikalisme Sejak Dini

Pihak Satgaswil Densus 88 mengungkapkan fakta mengkhawatirkan bahwa tren radikalisme kini mulai menyasar anak-anak. Pencegahan sejak dini menjadi harga mati, mengingat terorisme tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar dari sikap intoleransi.

Kabar baiknya, data menunjukkan efektivitas sosialisasi selama periode 2021–2025 telah berhasil menurunkan angka penangkapan teroris. Hal ini membuktikan bahwa edukasi dan dialog jauh lebih ampuh dalam memutus rantai perekrutan dibandingkan sekadar penindakan.

Literasi Digital: Perisai Utama Pelajar

Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Kulon Progo turut menyoroti aspek ekonomi dan teknologi. Menurutnya, kerentanan pelajar terhadap judi online dan radikalisme sangat dipengaruhi oleh dua hal:

  1. Rendahnya Literasi Digital: Ketidakmampuan memfilter informasi hoax dan tawaran menggiurkan namun palsu.

  2. Kontrol Diri yang Lemah: Tekanan gaya hidup yang memicu keinginan instan mendapatkan uang melalui judi online.


Sinergi Lintas Sektoral

Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata sinergi antara Forkopimda, DPRD, Polres, Kejari, dan lembaga keuangan. Kerja sama ini bertujuan untuk:

  • Menghapus praktik judi online di lingkungan pendidikan.

  • Membangun sistem deteksi dini terhadap paham intoleran.

  • Meningkatkan literasi keuangan dan digital bagi siswa.


Kesimpulan Kegiatan deklarasi ini menegaskan bahwa masa depan Kulon Progo bergantung pada ketangguhan pelajar dalam menghadapi godaan siber. Dengan literasi yang kuat dan pengawasan yang hangat dari guru serta orang tua, bibit radikalisme dan jeratan judi online tidak akan memiliki ruang untuk tumbuh.

Satgaswil DIY Densus 88 Ajak Guru dan Pelajar di Kulon Progo Deklarasi Anti Judol dan Radikalisme

Share:

Kantor Pertanahan Kulon Progo laksanakan pelepasan hak dan pembayaran UGK proyek pengendali banjir YIA


Kantor Pertanahan Kulon Progo telah melaksanakan pelepasan hak dan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) untuk proyek pengendali banjir di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), dengan fokus pada tanah sisa di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon.

Berikut adalah ringkasan kegiatan tersebut:

 Detail Kegiatan

  • Penyelenggara: Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo
  • Tujuan: Pengadaan tanah untuk pembangunan prasarana pengendali banjir dan pengaman pantai di kawasan YIA
  • Jenis kegiatan: Pelepasan hak dan pembayaran UGK
  • Lokasi tanah: Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon
  • Luas tanah: 186 meter persegi
  • Jumlah pihak yang berhak (PYB): 1 orang Berita DIY

 Konteks Proyek

Proyek pengendali banjir ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kawasan strategis YIA dari potensi bencana banjir dan abrasi pantai. Proses pengadaan tanah dilakukan sesuai prosedur hukum dan administratif, termasuk musyawarah dengan pemilik lahan dan pembayaran kompensasi yang layak.

Catatan Tambahan

  • Proyek ini berbeda dari proyek jalan tol Jogja-YIA, meskipun keduanya sama-sama melibatkan pengadaan tanah di wilayah Kulon Progo.
  • Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung bandara dan mitigasi bencana di kawasan pesisir.

 

Share:

21 December 2025

PP Pengupahan 2026 Terbit, Serikat Pekerja Kulon Progo Upayakan UMK 2026 Naik Minimal 6 Persen




Ringkasannya: Pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan sebagai dasar penetapan UMP dan UMK 2026. Serikat Pekerja Kulon Progo menilai ada peluang kenaikan UMK 2026 sebesar 6–8 persen dibanding UMK 2025, dan mereka akan mengusulkan kenaikan minimal 6 persen Tribunjogja.com.


📌 Detail Penting

  • Dasar hukum: PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
  • Formula penghitungan: Mengacu pada indikator pertumbuhan ekonomi, inflasi, kebutuhan hidup layak (KHL), dan nilai alfa Tribunjogja.com.
  • Target pembahasan: UMK 2026 akan dibahas bersama Dewan Pengupahan Kabupaten Kulon Progo dan ditargetkan selesai dalam satu kali rapat sebelum akhir tahun Tribunjogja.com.
  • Usulan serikat pekerja: Kenaikan UMK minimal 6 persen, dengan peluang mencapai 8 persen Tribunjogja.com.
  • Konteks nasional: Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani PP ini pada 16 Desember 2025, sehingga formula berlaku untuk seluruh provinsi dan kabupaten/kota mulai 1 Januari 2026 Bisnis Finansial KONTAN.

⚖️ Implikasi Kebijakan

  • Bagi pekerja: Kenaikan UMK diharapkan meningkatkan daya beli dan kesejahteraan, terutama menghadapi inflasi dan biaya hidup yang terus naik.
  • Bagi pengusaha: Kenaikan UMK bisa menambah beban biaya produksi, sehingga perlu strategi efisiensi atau penyesuaian harga.
  • Bagi pemerintah daerah: Harus menyeimbangkan kepentingan pekerja dan pengusaha agar tidak menimbulkan konflik industrial.

📊 Perbandingan Singkat

AspekPP Pengupahan 2026 (PP 49/2025)Usulan Serikat Pekerja Kulon Progo
Formula dasarPertumbuhan ekonomi, inflasi, KHL, nilai alfa Tribunjogja.com KONTANMengacu pada PP, dorong kenaikan minimal 6% Tribunjogja.com
Target kenaikanSesuai formula nasional Bisnis Finansial KONTAN6–8% dibanding UMK 2025 Tribunjogja.com
Proses penetapanGubernur wajib tetapkan UMP/UMK sebelum 24 Des 2025 KONTANDibahas Dewan Pengupahan Kabupaten, sekali rapat Tribunjogja.com

🚨 Catatan Risiko

  • Jika kenaikan terlalu rendah, pekerja bisa melakukan aksi protes.
  • Jika kenaikan terlalu tinggi, pengusaha berpotensi menekan jumlah tenaga kerja atau mengurangi fasilitas.
  • Perlu pengawasan agar formula PP benar-benar diterapkan secara adil, bukan sekadar formalitas.

Apakah Anda ingin saya buat timeline singkat perkembangan UMK Kulon Progo dari 2020–2026 supaya terlihat tren kenaikan dan konteks usulan 6 persen ini? Itu bisa membantu melihat apakah usulan serikat pekerja realistis atau lebih tinggi dari tren sebelumnya.

Sources: Tribunjogja.com Bisnis Finansial KONTAN


 
Share:

Pemotor Tewas Usai Tertimpa Dahan Pohon Patah Tersenggol Truk di Kulon Progo




Ringkas poin utama pada halaman ini

Berikut ringkasan poin utama dari halaman berita yang sedang Anda buka:

  • 📍 Lokasi kejadian: Jalan KH Ahmad Dahlan, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Senin 15 Desember 2025.

  • 🚚 Penyebab: Muatan truk berupa batang kayu terlalu tinggi mengenai dahan pohon di pinggir jalan, sehingga dahan patah dan jatuh.

  • 🏍️ Korban:

    • S (perempuan, 46 tahun, asal Kebumen) meninggal dunia di tempat kejadian.

    • CM (perempuan, 18 tahun, yang dibonceng) mengalami luka lecet di dahi dan cedera kepala, dirawat di rumah sakit.

  • 👮 Keterangan polisi: Sopir truk BWR (29 tahun, asal Purbalingga) sedang dimintai keterangan oleh Polres Kulon Progo.

  • ⚖️ Status kasus: Masih dalam penanganan pihak kepolisian.


Sumber Berita :https://kumparan.com/kumparannews/pemotor-tewas-usai-tertimpa-dahan-pohon-patah-tersenggol-truk-di-kulon-progo-26RKIAi88uP
Share:

Gadis Pengendara Jupiter Tabrak Kakek di Kulon Progo hingga Tewas



Berikut timeline singkat perkembangan kebijakan gaji PPPK Paruh Waktu di Kulon Progo berdasarkan informasi dari halaman yang Anda buka:

📅 Timeline Kebijakan Gaji PPPK Kulon Progo

  • Sebelum 2025

    • PPPK paruh waktu menerima honor, namun sebagian masih di bawah UMK/UMP.

    • Tidak semua pegawai mendapat standar kesejahteraan yang sama.

  • 15 Desember 2025

    • Pemkab Kulon Progo resmi mengumumkan rencana kenaikan gaji PPPK paruh waktu.

    • Data menunjukkan 1.009 dari 2.018 pegawai masih menerima gaji di bawah Rp 2,2 juta (UMK/UMP).

    • Anggaran gaji saat itu sekitar Rp 45 miliar.

  • 2026 (Rencana)

    • Anggaran gaji diproyeksikan naik menjadi Rp 47 miliar.

    • Tambahan sekitar Rp 2 miliar dialokasikan khusus untuk pegawai yang masih di bawah UMK/UMP.

    • Pegawai dengan gaji sudah di atas UMK/UMP tidak akan mendapat kenaikan.

    • Skema pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD 2026, menunjukkan adanya strategi alternatif.

🎯 Inti Kebijakan

  • Fokus pada pemerataan kesejahteraan: hanya pegawai dengan gaji di bawah UMK/UMP yang mendapat kenaikan.

  • Pemerintah daerah berusaha menutup kesenjangan tanpa membebani APBD secara penuh.

Sumber Berita :
Share:


Berikut ringkasan poin utama dari halaman yang sedang Anda buka:

📰 Fakta Utama

  • Peristiwa: Kecelakaan lalu lintas di Jalan Demen–Glagah, Temon, Kulon Progo pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 16.15 WIB.

  • Korban:

    • MS (76 tahun), pengendara Honda Astrea Grand, meninggal dunia di lokasi akibat luka berat (pendarahan telinga, hematum di kepala, luka lecet).

    • ADS (17 tahun), gadis pengendara Yamaha Jupiter Z, mengalami luka robek di dagu, lecet di pelipis, dan bengkak di bibir. Saat ini dirawat di RS Rizky Amalia Temon.

  • Kronologi: MS berbelok ke kiri untuk berbalik arah, namun dari belakang ADS melaju di sisi kiri. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak terhindarkan.

  • Imbauan Polisi: Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berbelok atau berpindah jalur, untuk mencegah kecelakaan serupa.

📌 Konteks Tambahan

  • Kecelakaan ini menambah daftar insiden maut di Kulon Progo.

  • Lokasi kejadian langsung dievakuasi ke RSUD Wates untuk korban meninggal.

Sumber Berita :
Share:

Gerakan Sekolah Menyenangkan Dorong Perubahan Cara Belajar di Kulon Progo

Berikut ringkasan poin utama dari halaman yang sedang Anda buka:

  • Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sedang diperkuat di Kabupaten Kulon Progo untuk menciptakan ruang belajar yang aman, setara, dan memanusiakan siswa.

  • GSM menekankan kesadaran, kreativitas, dan penggalian potensi anak, bukan sekadar capaian akademik.

  • Mahfud (GSM Pusat) menegaskan pendidikan seharusnya memberi ruang anak tumbuh secara utuh, bukan hanya berorientasi pada materi dan angka.

  • SDN Kalisongo menjadi contoh sukses, mendapat kunjungan Gubernur Victoria, Australia, Margaret Gardner, pada November 2025 karena penerapan GSM.

  • Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mendukung penuh, menekankan pendidikan harus berangkat dari prinsip “memanusiakan manusia” bukan sekadar kurikulum atau angka.

  • Dukungan pemerintah daerah dianggap penting agar GSM berkembang dari gerakan komunitas menjadi budaya sekolah.

  • Fokus GSM: guru sebagai pendamping belajar, membangun ekosistem sekolah positif, dan membantu anak mengenali potensi serta minat sejak dini Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, GSM diharapkan semakin meluas di Kulon Progo, menciptakan sekolah yang menyenangkan sekaligus mendidik secara utuh


Sumber Berita : 
https://koran-jakarta.com/2025-12-18/gerakan-sekolah-menyenangkan-dorong-perubahan-cara-belajar-di-kulon-progo

Share:

30 August 2024

Peringatan 31 Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2024 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah ditutup




Peringatan 31 Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2024 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah ditutup di Kulon Progo. Perayaan Harganas di DIY tahun ini berlangsung di Kabupaten Kulon Progo, mulai Jumat, 19 Juli 2024. Setelah berbagai acara dan kegiatan selama tiga hari, grand final perayaan dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Juli 2024, di kompleks Waduk Sermo, Kulon Progo. Acara ini memamerkan pentingnya nilai-nilai keluarga, persatuan, dan kebersamaan, dengan kegiatan dan program yang bertujuan untuk memperkuat ikatan keluarga dan mempromosikan masyarakat yang harmonis.

Komunitas lokal, pejabat pemerintah, dan berbagai organisasi berkumpul untuk mengatur dan berpartisipasi dalam perayaan, yang meliputi pertunjukan budaya, permainan, lokakarya, dan pameran yang menyoroti kekayaan warisan dan tradisi wilayah tersebut. Keluarga dari semua lapisan masyarakat berkumpul untuk menikmati perayaan dan merayakan pentingnya keluarga dalam membentuk masyarakat.

Pengaturan Waduk Sermo yang indah memberikan latar belakang yang tenang untuk perayaan, memungkinkan peserta untuk menghargai keindahan alam sekitar sambil terlibat dalam diskusi dan kegiatan bermakna yang berfokus pada kesejahteraan keluarga. Acara ini berfungsi sebagai pengingat akan peran penting yang dimainkan keluarga dalam tatanan masyarakat dan kebutuhan untuk menghargai dan memelihara hubungan ini untuk masa depan yang lebih baik.

Saat matahari terbenam pada hari terakhir perayaan Harganas di Kulon Progo, para peserta pergi dengan rasa penghargaan baru untuk orang yang mereka cintai dan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, cinta, dan rasa hormat dalam keluarga dan komunitas mereka. Keberhasilan acara tersebut merupakan bukti semangat kebersamaan dan solidaritas abadi yang terus mengikat keluarga bersama di DIY dan seterusnya.

Pembukaan acara akbar Harganas 2024 ditandai dengan penampilan seni Bendrongan yang memukau. Acara dilanjutkan dengan penyanyian lagu kebangsaan 'Indonesia Raya', Family Planning March, dan Family Welfare Movement March, yang dibawakan oleh paduan suara Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kokap, Kulon Progo, beserta seluruh tamu undangan yang hadir. Doa bersama juga dibacakan untuk kelancaran acara.

Suasana yang semarak dan harmonis bergema di seluruh tempat saat suara-suara merdu paduan suara memenuhi udara, menanamkan rasa bangga dan persatuan di antara para peserta. Semangat kebersamaan dan solidaritas terlihat jelas ketika semua orang bergabung menyanyikan lagu-lagu patriotik, yang mencerminkan cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap bangsa dan nilai-nilainya.

Momen khidmat doa bersama semakin memperkuat ikatan di antara para peserta, menumbuhkan rasa kebersamaan dan kerja sama dalam memastikan keberhasilan acara. Pengalaman yang membangkitkan semangat dan membangkitkan semangat spiritual mengatur nada untuk hari yang dipenuhi dengan persahabatan, perayaan, dan komitmen bersama untuk mempromosikan kesejahteraan keluarga dan pembangunan nasional.

Secara keseluruhan, pembukaan acara Harganas 2024 merupakan acara yang menggetarkan dan mengharukan yang menyatukan orang-orang dalam semangat harmoni dan tujuan kolektif. Itu adalah bukti kekuatan seni, musik, dan doa dalam membina persatuan dan menumbuhkan rasa memiliki dan identitas bersama.
Sambutan pertama diberikan oleh Ketua Umum Harganas ke-31 DIY, diwakili oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam, yang melaporkan tentang kegiatan tersebut. "Kami berharap peringatan ini dapat menciptakan keluarga yang berkualitas," kata Gusti Putri.

Kemudian, Penjabat Bupati Kulon Progo, Srie Nurkyatsiwi, menyampaikan sambutan selamat datang kepada tamu undangan. Dr. Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, juga berbicara, memberikan informasi tentang angka stunting dan upaya pengurangannya.

Dr. Hasto Wardoyo juga berbagi fakta tentang Indeks Pembangunan Keluarga di DIY. "DIY menempati posisi kelima nasional dalam Indeks Pembangunan Keluarga. Di DIY, Kota Yogyakarta adalah yang pertama, disusul Sleman dan Bantul. Kulon Progo di posisi keempat dan Gunung Kidul di posisi terakhir," jelasnya dalam sambutan.

Acara tersebut ditutup dengan sambutan dan arahan dari Gubernur DIY, yang diwakilkan kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X.

Pada kegiatan yang berlangsung di tepi Waduk Sermo, penyelenggara memberikan piagam penghargaan untuk Program Percepatan Penurunan Stunting dan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting kepada mitra kerja seperti Dinas Koperasi dan UKM DIY, PT. Bank Mandiri Tbk, Kodim 072/Sleman, dan Baznas DIY. Penghargaan program Bangga Kencana Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta juga diberikan kepada mereka yang telah mendukung program BKKBN, termasuk bidan, klinik mandiri, kader, dan pihak lainnya.

Acara ini tidak hanya meliputi upacara seremonial, tetapi juga pertunjukan seni seperti Bendrongan dan Jaranan Progresif. Paduan suara Kader TPK Kokap Kulon Progo menyanyikan lagu "Damai Keluargaku" karya dr. Hasto Wardoyo, dengan intermezzo candaan ringan dari duo MC yang memandu acara.
Share:

Proyek Tol Jogja-YIA, 267 Bidang Tanah di Kulonprogo Sudah Dinilai Tim Appraisal



Proyek Tol Jogja-YIA di wilayah Kulonprogo kini telah memasuki tahap penilaian harga tanah oleh Tim Penilai. Data yang diterima menunjukkan bahwa terdapat 267 bidang tanah yang terdampak proyek strategis nasional ini. Lahan ini tersebar di lima dusun, antara lain Tunjungan dan Derwolo di Desa Pengasih, Kalipenten di Desa Kaliagung, Banaran Lor di Desa Banguncipto, dan Cekelan di Desa Karangsari.

Meski hasil penilaian belum terungkap, proses pembebasan lahan berjalan lancar dan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Warga berharap nilai kompensasi untuk tanah akan setara dengan kondisi ekonomi saat ini, memungkinkan mereka untuk membeli tanah dengan kualitas yang sama.

Masyarakat setempat memantau dengan cermat kemajuan proyek dan secara aktif terlibat dalam diskusi dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa kepentingan mereka dipertimbangkan. Penduduk sangat ingin melihat kompensasi yang adil dan adil untuk tanah mereka, yang akan memungkinkan mereka untuk melanjutkan mata pencaharian dan investasi mereka di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, masyarakat optimis dengan pembangunan masa depan yang akan dibawa oleh proyek Tol Jogja-YIA ke daerah tersebut, tetapi mereka juga bertekad untuk melindungi hak-hak mereka dan memastikan bahwa mereka mendapat kompensasi yang adil untuk tanah mereka. Upaya kolaboratif antara pemerintah, tim penilai, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan proses pembebasan lahan yang sukses dan harmonis.

Untuk ulasan detailnya silakan baca di bawah ini yang telah kami sertakan sebagai sumber dari artikel ini

Sumber:

(1) Proyek Tol Jogja-YIA, 267 Bidang Tanah di Kulonprogo Sudah Dinilai Tim .... https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2024/08/27/514/1186198/proyek-tol-jogja-yia-267-bidang-tanah-di-kulonprogo-sudah-dinilai-tim-appraisal.

(2) Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA Kulonprogo: Tanah di 2 Pedukuhan .... https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2024/06/06/510/1176974/pembebasan-lahan-tol-jogja-yia-kulonprogo-tanah-di-2-pedukuhan-tirtoadi-sleman-dihargai-rp3-juta-hingga-rp4-juta-per-meter.

(3) Tol Jogja-YIA: Pembebasan Lahan 3 Desa di Sleman Memasuki Tahap Appraisal. https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2024/02/05/510/1163919/tol-jogja-yia-pembebasan-lahan-3-desa-di-sleman-memasuki-tahap-appraisal.

(4) Tol Jogja-YIA Bakal Punya 3 Pintu Keluar di Kulonprogo, Ini Detailnya. https://m.harianjogja.com/jogjapolitan/read/2024/01/12/514/1161303/jangan-diupload-masih-konfirmasi-ulang-progres-pembangunan-tol-kulonprogo-pemkab-rencanakan-ada-3-exit-tol.
Share:

26 July 2024

Dinas Kebudayaan Kulon Progo menggelar ritual jamasan pusaka leluhur





Dinas Kebudayaan, atau Kundha Kabudayan, Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan ritual jamasan pusaka dengan nama Siraman Agung. Tujuannya adalah untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan daerah yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur, yang dilaksanakan di kawasan Alun-alun Wates.

Eka Pranyata dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo menyatakan pada hari Kamis bahwa ritual jamasan pusaka memiliki tujuan untuk mengenalkan tradisi dan menampilkan dua pusaka yang diberikan oleh Kesultanan. Pusaka tersebut adalah Kanjeng Kyai Bantar Angin, hadiah dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Kanjeng Kyai Amiluhur, hadiah dari Kadipaten Pakualaman.

''Selama ini pusaka-pusaka itu ada yang dilakukan pembersihan secara rutin siraman atau jamasan, ada yang belum bahkan ada yang tidak dilakukan. Kita laksanakan sambil kita kenalkan seperti ini. Untuk tradisi siraman atau jamasan itu untuk membersihkan pusaka-pusaka tersebut," kata Eka.

Eka memaknai tradisi jamasan sebagai cara untuk meningkatkan keyakinan atau kekuatan."Dalam budaya Jawa, ini bertujuan untuk meningkatkan keyakinan atau kekuatan," Eka menyatakan, ritual dimulai dengan Kirab Pusaka dari Museum Bale Agung di Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo. Kirab bergerak mengelilingi Alun-alun Wates dan berakhir di depan rumah dinas bupati, tempat dilaksanakannya jamasan.

Ritual Jamasan secara rutin diadakan selama Bulan Muharram. Hal ini didasarkan pada kepercayaan dan tradisi Jawa bahwa bulan tersebut adalah waktu untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, termasuk melalui proses jamasan pusaka.

Eko menyatakan bahwa ini adalah kali pertama semua pusaka dari berbagai kabupaten dan kapanewon menjalani jamasan bersama-sama. Oleh karena itu, ritual ini menjadi sebuah momen penting untuk pelestarian tradisi.

"Lewat kegiatan ini kami ingin masyarakat juga mengenal berbagai pusaka yang ada," katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kulon Progo Triyanto Raharjo mengatakan ada nilai-nilai kehidupan yang bisa diamalkan dari tradisi tersebut.

Nilai-nilainya seperti gotong-royong, kebersamaan, hingga religius. Ritual jamasan juga menjadi bentuk refleksi diri bagi masyarakat, terutama yang melaksanakannya.

"Ritual Jamasan Pusaka ini sekaligus menjadi ritual untuk membersihkan diri," katanya.
Share:

11 July 2024

Glagah Tropicolorun 2024 Berlangsung Meriah, Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Kulonprogo


Glagah Tropicolorun 2024 Berlangsung Meriah, Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Kulonprogo

Glagah Tropicolorun 2024: Acara Penuh Warna untuk Meningkatkan Pariwisata di KulonprogoGlagah Tropicolorun 2024 telah menjadi acara besar di Kulonprogo, Yogyakarta, di mana peserta dari seluruh daerah berkumpul untuk merayakan keindahan daerah melalui fun run yang penuh warna dan bersemangat. Acara ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif tetapi juga menampilkan kekayaan budaya dan keindahan alam Kulonprogo, menarik wisatawan dan pengunjung ke daerah tersebut.

Acara Glagah Tropicolorun 2024 diadakan dalam suasana yang meriah dan meriah, dengan peserta mengenakan kostum warna-warni dan disiram dengan warna-warna cerah saat mereka melewati rute yang ditentukan. Pengalaman unik ini tidak hanya meninggalkan kesan abadi pada para peserta tetapi juga menciptakan buzz di media sosial, menarik lebih banyak perhatian ke acara dan wilayah.

Keberhasilan Glagah Tropicolorun 2024 dapat dikaitkan dengan perencanaan dan koordinasi yang cermat dari penyelenggara acara, serta dukungan dari bisnis lokal dan lembaga pemerintah. Dengan bekerja sama untuk mempromosikan acara dan menyoroti keindahan Kulonprogo, mereka mampu menarik sejumlah besar peserta dan penonton, meningkatkan pariwisata di daerah tersebut dan membawa pendapatan bagi bisnis lokal.

Selain mempromosikan pariwisata, acara seperti Glagah Tropicolorun 2024 juga membantu menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan di antara peserta dan warga Kulonprogo. Melalui pengalaman bersama dan tujuan bersama, orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul untuk merayakan keindahan wilayah mereka dan menciptakan kenangan abadi yang akan tetap bersama mereka selama bertahun-tahun yang akan datang.

Karena popularitas Glagah Tropicolorun 2024 terus berkembang, kemungkinan lebih banyak orang akan tertarik ke Kulonprogo untuk berpartisipasi dalam acara mendatang dan menjelajahi daerah tersebut lebih jauh. Ini tidak hanya akan menguntungkan ekonomi lokal tetapi juga membantu melestarikan dan mempromosikan budaya dan warisan daerah untuk dinikmati generasi mendatang.

Secara keseluruhan, acara seperti Glagah Tropicolorun 2024 memainkan peran penting dalam mempromosikan pariwisata, menumbuhkan semangat masyarakat, dan merayakan keindahan Kulonprogo. Dengan berkumpul untuk berpartisipasi dalam acara semacam itu, orang dapat menciptakan kenangan abadi, mendukung bisnis lokal, dan menampilkan pesona unik wilayah mereka kepada dunia.

Referensi:- "Glagah Tropicolorun 2024: Berlangsung Meriah, Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Kulonprogo" oleh Harian Jogja (https://jogjapolitan.Harianjogja.

com/read/2024/06/29/514/1179631/glagah-tropicolorun-2024-berlangsung-meriah-tingkatkan-kunjungan-wisata-ke-kulonprogo)- "Colour Fun Run in the Shades of Kulon Progo Beach" oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta (https://en.Jogjapost.net/2023/07/01/colour-fun-run-in-the-shades-of-kulon-progo-beach).
Share:

Kulon Progo Tingkatkan Daya Tarik Wisata Desa dengan Konsep Premium


Wisata Desa Kulon Progo, Yogyakarta
Wisata 

Kabupaten Kulon Progo, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah membuat langkah dalam mengembangkan desa-desa wisata premium di wilayah Barat Daya untuk meningkatkan daya tarik sektor pariwisata dan meningkatkan ekonomi lokal. Desa-desa wisata ini telah berfokus pada menawarkan pilihan homestay dan kegiatan live-in dengan masyarakat setempat, memberikan pengunjung pengalaman otentik dan mendalam. Perkembangan ini tidak luput dari perhatian, karena Kulon Progo telah dianugerahi Penghargaan Desa Wisata Indonesia yang bergengsi selama empat tahun berturut-turut.

Dukungan dari Bandara Internasional Yogyakarta, pembangunan rumah sakit internasional, dan kolaborasi dengan pengembang hotel semuanya berkontribusi pada peningkatan akomodasi homestay di Kulon Progo. Pelatihan berkelanjutan oleh Dinas Pariwisata dan hotel-hotel lokal telah dilakukan untuk meningkatkan standar layanan yang diberikan kepada wisatawan.

Kulon Progo menawarkan berbagai paket wisata, termasuk wisata alam, wisata kesehatan, dan tema budaya, dengan total 26 desa wisata menawarkan kegiatan seperti konservasi burung, pendidikan, eksplorasi alam, dan petualangan outbound. Desa-desa wisata ini harus menetapkan tema unik untuk menarik beragam wisatawan dengan minat yang berbeda. Tujuan utamanya adalah untuk memposisikan Kulon Progo sebagai tujuan wisata premium di wilayah Barat Daya DIY.

Pengembangan desa-desa wisata ini tidak hanya menguntungkan ekonomi lokal tetapi juga mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat dalam industri pariwisata. Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pariwisata dibagi di antara penduduk, sementara juga melestarikan warisan budaya dan alam daerah.

Selain itu, peningkatan akomodasi homestay berkualitas dan berbagai paket wisata yang ditawarkan di Kulon Progo telah membantu menarik wisatawan domestik dan internasional, meningkatkan industri pariwisata secara keseluruhan di wilayah tersebut. Promosi praktik pariwisata yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab juga telah menjadi fokus utama dalam upaya Kulon Progo untuk memantapkan dirinya sebagai tujuan wisata utama.

Sebagai kesimpulan, pengembangan desa wisata premium di Kulon Progo merupakan langkah positif untuk meningkatkan pengalaman wisata secara keseluruhan di wilayah ini dan mengangkat masyarakat setempat. Dengan penawaran unik, komitmen terhadap keberlanjutan, dan dedikasi untuk menyediakan layanan terbaik, Kulon Progo sedang dalam perjalanan untuk menjadi tujuan wisata terkemuka di wilayah Barat Daya DIY.

Referensi:1. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. (2021). Pemenang Penghargaan Desa Wisata Indonesia. Diakses dari https://www.Indonesia.

perjalanan/gb/id/news/detail/2/indonesian-tourism-village-awards-and-celebration-in-covid-19-pandemic2. Dinas Pariwisata DIY. (2021). Program Peningkatan Homestay. Diakses dari https://pariwisata.Yogyakota.pergi.

id/program/peningkatan-homestay3. Bandara Internasional Yogyakarta. (2021). Informasi Bandara. Diakses dari https://adisucipto-airport.co.id/.

Share:

29 April 2024

Kankemenag Kulon Progo Gelar Syawalan Akbar Pelajar, Bentuk Generasi Rukun dan Toleran



Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar acara syawalan akbar bagi para pelajar di daerah tersebut. Acara ini merupakan bentuk dari upaya pemerintah daerah untuk membentuk generasi muda yang rukun dan toleran.

Syawalan akbar ini diadakan sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah islamiyah antar para pelajar. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di kalangan generasi muda. Dengan adanya acara syawalan akbar ini, diharapkan para pelajar dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama, tanpa memandang perbedaan agama atau suku.

Acara ini juga menjadi salah satu wadah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan kepada generasi muda. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para pelajar dapat memahami pentingnya nilai-nilai seperti membantu membantu, menghormati sesama, serta saling menghargai perbedaan.

Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Kulon Progo, acara syawalan akbar ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi muda. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta generasi yang memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Oleh karena itu, acara syawalan akbar yang diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Kulon Progo merupakan langkah yang tepat dalam membentuk generasi muda yang rukun dan toleran. Diharapkan melalui kegiatan ini, para pelajar dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah perbedaan.

Referensi:
1. https://jogja.tribunnews.com/
2. https://www.kemenag.go.id/
Share:

29 July 2020

Pemkab Kulon Progo Optimalkan Bendung Kamijoro jadi Pemasok Air Bersih - Pikiran Rakyat


PORTAL JOGJA - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo  akan mengoptimalkan Bendung Kamijoro di Kapanewon Lendah. Skenarionya, bendungan ini akan diproyeksikan mencukupi kebutuhan air bersih bagi penduduk.

Tercatat sebanyak enam kapanewon wilayah Selatan dan Utara yang akan mendapatkan pasokan air.  Mereka adalah rumah tangga non rumah tangga.

Bendung Kamijoro saat ini mampu mensuplai air bersih hingga 912 liter per detik. Adalah PT Tangguh Indo Kimia (TIK) dan PT Varsa, pihak swasta yang digandeng Pemkab Kulon Progo untuk menggarap air bersumber dari Bendung Kamijoro.

Rencana tersebut semakin matang setelah Pemkab Kulon Progo melakukan pertemuan dengan PT Tangguh Indo Kimia (PT TIK) dan PT Varsha di Wates,  27 Juli lalu.

Pertemuan menindaklanjuti kerjasama  PT Tirta Binangun dengan PT TIK dan PT Varsa. Kerjasama ini berupa pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lendah.

Pertemuan dihadiri Bupati Drs H Sutedjo, Wakil Bupati Fajar Gegana, Direktur Utama PDAM, H Jumantoro SE.

Juga hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPK), Ir Gusdi Gartono M T; Asisten Daerah II, Bambang Tri Budi Harsono;  dan perwakilan dari PT Tangguh Indo Kimia dan PT Varsha Zamindo Lestari.



Sumber Berita : 
Pemkab Kulon Progo Optimalkan Bendung Kamijoro jadi Pemasok Air Bersih - Pikiran Rakyat
Share:

Tak Perlu Repot ke Kantor Polisi, Urus SIM Bisa di Balai Desa - Kompas.com - KOMPAS.com

 

KULON PROGO, KOMPAS.com - Satlantas Polres Kulon Progo meluncurkan program SIMMADE untuk mempermudah pelayanan warga dalam pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Balai Desa Bugel Panjatan Kulon Progo.

Kapolres Kulon Progo AKBP Tartono mengatakan, pembuatan SIM baru dan perpanjangan dimaksudkan untuk mengurangi kerumunan yang memicu penyebaran Covid-19 di Gedung Satuan Pelayanan Administrasi SIM (Satpas) di Mapolres Kulon Progo.

"Kita menamainya sebagai program SIMMADE atau SIM Masuk Desa, ini menjadi inovasi layanan kami ke masyarakat," kata Kapolres Kulon Progo AKBP Tartono kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Program yang digelar di Balai Desa Bugel dan Stadion Cangkring ini baru sebatas pembuatan SIM C baru dan perpanjangan SIM C dan A.

Ke depan, lanjutnya, akan menyusul di Balai Desa Sentolo dan terjauh di Embung Banjaroya, Kapanewon Kalibawang.

Dia menambahkan, pihaknya hanya melayani pemohon yang menggunakan masker.

“Kita betul-betul tes baik tentang pemahaman berlalu lintas maupun prakteknya,” kata Tartono

.Sumber Berita :
Share:

27 July 2020

Toilet Alun-alun Wates Mampet, Petugas Temukan Masker dan Popok Dalam Septic Tank - Kompas.com - KOMPAS.com

KULON PROGO, KOMPAS.com – Toilet umum di Alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sempat mampet. Warga mengeluhkan kondisi tersebut di media sosial.

UPT Persampahan, Air Limbah, dan Pertamanan (PALP) sigap menanggapi keluhan itu. Mereka menurunkan petugas untuk menyedot septic tank dari toilet tersebut.

Tapi, petugas sedot WC justru menemukan hal yang tak lazim di dalam septic tank itu.

Ada banyak sampah seperti masker, popok, celana dalam, kapas, dan sapu tangan.

"Ya seperti itu isinya, kapas, sapu tangan, popok sampai cawet (celana dalam), bahkan masker sangat banyak," kata Kepala UPT PALP Toni saat dihubungi Minggu (26/7/2020).

 

Toni heran dengan temuan petugas sedot WC tersebut. Menurutnya, UPT PALP rutin menyedot septic tank toilet Alun-alun Wates, sekali dalam tiga atau empat bulan.

Septic tank di toilet Alun-alun Wates itu juga baru disedot dua pekan lalu.

“Padahal baru (dikuras) dua minggu lalu. Itu pun kami menemukan banyak ikan wader dan gurame. Sekarang kembali harus disedot dan ditemukan sampah seperti itu,” kata Toni.

Toni mengatakan, pengunjung Alun-alun Wates seharusnya bisa membuang sampah tersebut di tempat yang telah disediakan.

"Seharusnya warga bisa membuang sampah begitu di tempat sampah yang sudah tersedia," kata Toni.

Pengunjung diminta menjaga seluruh fasilitas umum yang tersedia di alun-alun. Ia mencontohkan oknum warga yang menyumpal air mancur di tengah alun-alun. 

Bahkan, ruang toilet di panggung hiburan yang dikelola Dinas Pariwisata dijebol orang tak bertanggung jawab.

“Jadi mari kita jaga fasilitas ini karena kebersihan itu tanggung jawab kita bersama,” kata Toni.

Alun-alun Wates memiliki luas sekitar empat hektar. Lingkar luarnya hampir satu kilometer. Terdapat berbagai fasilitas olahraga di lokasi itu, seperti jogging track, lapangan basket, lapangan tenis, dua lapangan bola, arena bermain anak, panggung hiburan, dan taman.

Fasilitas itu membuat alun-alun menjadi ruang publik favorit di Kulon Progo. Lokasi itu selalu ramai dikunjungi pada siang dan sore hari. Pedagang pun memadati lokasi itu.

 

Alun-alun Wates sempat sepi di awal pandemi Covid-19. Belakangan ruang publik itu kembali ramai setelah Kulon Progo memasuki zona kuning Covid-19.

Warga yang mengenakan masker memadati alun-alun dari siang hingga sore.

UPT PALP rutin menyedot septic tank toilet Alun-alun Wates, sekali dalam tiga atau empat bulan.

Sampah pembalut dan popok kerap ditemukan dalam septic tank. Kini, malah bertambah dengan masker bekas pakai.

Sumber Berita :
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive