Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


04 September 2018

Siapa Sangka, Kulonprogo Punya Hutan Mangrove yang Asri

Hutan Mangrove di Kulonprogo, DI Yogyakarta (Eko/detikTravel)
Kulonprogo - Kulonprogo memiliki banyak destinasi wisata asyik. Keindahan alam mengundang penasaran traveler untuk datang. Salah satunya, wisata mangrove

Keberadaan lokasi wisata ini berada di pesisir pantai selatan. Lokasi wisata ini tepatnya berada di kawasan Pantai Congot, wilayah Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Tiket masuk untuk menuju lokasi wisata ini pun juga terjangkau.

Di kawasan ini ada tiga lokasi wisata mangrove yakni Hutan Mangrove Wana Tirta, Pantai Pasir Kadilangu dan Jembatan Api-api. Kemudian untuk sampai di lokasi ini, bagi traveler yang melintas dari arah Yogyakarta harus menuju arah Wates.

Traveler selanjutnya menyusuri jalan menuju arah Purworejo dan akan melintasi jembatan Sungai Bogowonto yang merupakan perbatasan Kulonprogo dengan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.

Tak jauh setelah melintas jembatan ini, nantinya akan menemukan papan petunjuk menuju lokasi wisata mangrove. Adapun lokasi wisata ini berada di sebelah kiri. Demikian halnya traveler yang melintas dari arah Purworejo, wisata ini berada di kanan jalan. Berbekal papan penunjuk arah dan rambu-rambu yang ada, pengunjung nantinya bisa menemukan lokasi wisata mangrove.





Spot selfie tersebut antara lain jembatan gantung, jembatan tol atas dan tol bawah, di perahu, kemudian gitar besar dan ada jangkar cinta. Selanjutnya, ada twin tower MJAA yang terbuat juga dari bambu. Di lokasi tower ini, bisa naik sekalipus selfie dan melihat pemandangan hamparan lautan pantai selatan. Kendati demikian, pengunjung tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Salah satu pengelola Objek Wisata Mangrove Jembatan Api-Api, Jangkaran Temon, Kulonprogo, Handoko mengatakan, wisata Mangrove Jembatan Api-api dibuka sejak Maret 2016. Di lokasi ini, untuk tiket masuk pengunjung membayar sebesar Rp 5.000 per orang. Kemudian parkir sepeda motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000, minibus dan bus Rp 10.000.





"Di kawasan sini ada tiga objek wisata mangrove yang dikelola masing-masing kelompok. Yang membedakan lokasi spot selfienya," kata Handoko ditemui di sela-sela mengatur parkir, Minggu (2/9/2018).

"Untuk objek wisata Mangrove Jembatan Api-Api cukup membayar tiket masuk Rp 5.000, kemudian lokasi spot seflie di area mangrove gratis. Terus kalau mau naik perahu keliling area mangrove bayar Rp 5.000 dan kalau sampai muara bayar Rp 10.000," ujarnya.

Pada saat hari libur nasional atau hari Minggu, katanya, pengunjung bisa mencapai 700 orang. Sedangkan saat libur Lebaran lalu, per hari pengunjung sampai 1.500 orang.

Salah satu pengunjung, Yuwanti (33), warga Sabrang Kali, Serayu, Bantul mengatakan, datang bersama rombongan Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).

"Kami ke sini baru pertama, tadi saat melewati jembatan menuju mangrove sempat takut kalau jatuh. Tapi setelah jalan ternyata safety, lokasi bagus, sejuk dan alami," katanya.





Pengunjung lainnya, Winarno (38), warga Desa Wates, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, mengaku, sudah dua kali datang ke Wisata Mangrove Jembatan Api-api. Untuk saat ini, ada penambahan wahana maupun lokasi spot selfie

"Lokasinya aman, sejuk, lokasi spot selfie gratis," kata dia.

Sekalipun aman dan sejuk, ia memberikan saran kedepannya yang perlu dilakukan perawatan jalan masuk berupa jembatan dari pohon bambu.

"Mungkin perlu perawatan jalan masuk," ujarnya. (sna/fay)
Share:

Percepatan Investasi Kulon Progo Terhambat Harga Tanah


Oleh: Newswire


Bisnis.com, KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kesulitan mempercepat pertumbuhan investasi karena "tersandera" tingginya harga tanah akibat eforia pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport.

"Harga tanah di Kawasan Industri Sentolo sangat tinggi, sehingga banyak investor yang mengurungkan niatnya menanamkan modal di Kulon Progo," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Robi Ampera di Kulon Progo, Selasa (4/9/2018).

Ia mengharapkan masyarakat atau makelar tanah tidak menjual tanah dengan harga tinggi. Investasi merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo ke depan.

Robi khawatir dengan tingginya harga tanah di kawasan industri Sentolo, investor akan lari ke Bantul, seperti menanamkan modalnya di Kawasan Industri Piyungan dan Kawasan Industri Pajangan yang juga siap menampung mereka. Hal ini akan merugikan Kulon Progo, dan menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kulon Progo.

"Kami sudah proaktif membantu investor mencari tanah untuk membangun perusahaan, namun harga tanah di masyarakat sudah sangat tinggi. Hal ini dikeluhkan oleh investor, khususnya dari Korea," katanya.

Untuk menarik investor, lanjut Robi, DPMPT memberikan insentif kepada investor, seperti kemudahan berinvestasi yang diatur dalam peraturan daerah dan peraturan bupati.

"Kami memberikan insentif dan kemudahan bagi investor sesuai dengan kewenangan daerah," katanya.

Kepala Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Penanaman Modal DPMPT Kulon Progo Saryanto mengatakan saat ini, di Kulon Progo banyak masuk investor yang bergerak pada alat kesehatan.

"Saat ini, ada tiga perusahaan alat kesehatan yang sudah membangun pabrik di Kawasan Industri Sentolo. Seiring adanya bandara, tuntutan untuk rumah sakit berskala internasional menyebabkan banyak perusahaan alat kesehatan berinvestasi di Kulon Progo," katanya.


Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum
Share:

Warga Penolak Bandara Kulonprogo Bertahan di Masjid




Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga penolak New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang hingga kini masih bertahan di Masjid Al Hidayah, Dusun Kragon II, Desa Palihan, diperbolehkan melanjutkan perjuangan di Masjid Al Hidayah yang ada di kompleks relokasi Palihan.

"Mau membangun tenda di sini juga boleh," kata Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, belum lama ini.

Menurut dia, sebelum pihak proyek melepas dan mengambil material yang masih bisa digunakan lagi, ia berharap warga sudah tidak lagi tinggal di masjid lama. Setelah material yang sekira masih bisa digunakan sudah diambil, baru masjid dirobohkan. Hasto menilai, langkah itu sebagai bentuk Pemkab menerapkan prinsip memindahkan. Sehingga berbeda dengan penggusuran atau meratatanah, yang tak lagi menggunakan material apapun yang ada di bangunan lama.

"[Waktu yang digunakan] antara menurunkan material di sana dan dipakai ke sini, jaraknya tidak terlalu lama. Harapannya saya lancar, baik. Sehingga masjid Al Hidayah di sana bisa pindah ke kompleks relokasi," paparnya.

Kendati demikian, Bupati tetap berkoordinasi dengan sejumlah pihak, untuk tetap melakukan pendekatan persuasif kepada warga penolak. Menurutnya, ada delapan orang yang kerap berada di masjid, sejumlah orang lainnya hanya menjadikan masjid sebagai posko 'perjuangan', bukan tempat tinggal.

"Prinsipnya, jangan menyakiti warga," terangnya.

Kepala Desa Palihan, Kalisa Paraharyana dikonfirmasi terpisah, menyatakan tidak mengetahui pasti jumlah warga bertahan di masjid yang ada di lahan Izin Penetapan Lokasi NYIA. Bahkan ia juga tidak yakin lagi, untuk ikut turun menemui warga melakukan pendekatan.

"Tidak tahu, sudah tidak pernah ke sana. Capek," paparnya.
Share:

Bupati Kulonprogo Minta Peneliti Muda Asah Kemampuan Otak

 Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq



Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.
Foto: Yusuf Assidiq.
Penelitian, membaca literatur, mengikuti diskusi, sampai menelurkan karya ilmiah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Kulonprogo, DIY, Hasto Wardoyo, menjadi salah satu pembicara di Stadium General Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 31 UNY. Dalam paparannya, ia mengingatkan jika kemampuan otak harus senantiasa diasah.

Ia menekankan, walau seseorang sudah cerdas atau memiliki kemampuan memahami banyak hal, kemampuan otak tidak bisa dibiarkan begitu saja. Artinya, harus selalu ada kegiatan-kegiatan yang mengasah kemampuan otak.

"Sehingga, kesempatan apapun, seperti Pimnas, sangat bagus dan diharapkan jadi wadah kita mengasah otak dan kemampuannya," kata Hasto, di Ruang Sidang Senat Utama UNY.

Terlebih, fenomena perkembangan ilmu pengetahuan saat ini berlangsung begitu cepat. Apa yang dipelajari seseorang, dapat mengalami perkembangan signifikan hanya dalam waktu beberapa tahun saja.

Fenomena kloning misalnya, jadi sesuatu yang sebenarnya belum lama ini telah mengejutkan masyarakat dunia. Tapi, belakangan, peneliti sudah mampu memberi kejut listrik kepada sel telur untuk pembuatan tanpa perlu sperma.

Di University of Bath, sel manusia yang lain dan tak lazim untuk dibuahi, malah sudah bisa dijadikan sarana untuk reproduksi. Ada lagi metode genom editing dengan mekanisme CRISPR dalam dunia kedokteran.

Dalam mekanisme ini, dokter dapat mengubah asam amino pada DNA untuk mengubah sifat keturunan yang dihasilkan saat proses reproduksi. Misalnya, menjadikan keturunan berambut kriting atau berkekuatan super.

"Ini sudah tidak lagi mustahil, jadi kita harus asah otak terus," ujar Hasto.

Hasto sendiri mengaku tetap membuka klinik walau sudah menjabat sebagai bupati Kulonprogo. Hal itu semata-mata untuk mengasah otaknya sendiri. Sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandung, ia pun masih melakukan operasi. 

Mulai operasi caesar, kista, miom, sampai operasi tumor masih dijalankan Hasto walau menjabat. Hal serupa diharap dapat dilakukan mahasiswa-mahasiswa muda. Tujuannya, tidak lain terus mengasah kemampuan otak.

Penelitian, membaca literatur, mengikuti ruang-ruang diskusi, sampai menelurkan gagasan-gagasan dalam bentuk karya ilmiah. Atau, dapat pula disalurkan melalui pengabdian kepada masyarakat.

Semua itu dirasa dapat menjadi sarana hebat untuk mengasah otak mahasiswa. Menurut Hasto, semua kegiatan itu dapat dipetik, dilakukan, dan diteladani dari gelaran-gelaran semacam Pimnas.

"Saya selalu praktik di Sleman, jika berhenti keterampilan tersebut pasti lang, saya bisa menjaga skill dan bermanfaat, nah mahasiswa juga harus menjaga skill dan kemampuan otaknya," kata Hasto.

Artikel ini di salin dari Bupati Kulonprogo Minta Peneliti Muda Asah Kemampuan Otak Republika Online  

Share:

Kebijakan Seragam Pakaian Adat Untungkan Perajin Tenun Lurik di ...





TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Manfaat positif status keistimewaan yang disandang DIY di antaranya membuat roda perekonomian masyarakat bisa bergerak lebih dinamis.

Tak percaya?

Coba simak pengakuan perajin tenun lurik di Kulonprogo ini.


Derak berirama dari sebuah rumah di sudut Pedukuhan Bantarjo, Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo pada suatu siang yang terik.

Suara itu berasal dari gerak mekanik bilah-bilah kayu pada alat tenun bukan mesin (ATBM) yang ada dalam sanggar kerja di rumah tersebut.

Sesekali, derak alat tersebut bersahutan dengan suara putaran roda pemintal benang yang terdapat di sebelahnya.

Begitulah suasana keseharian ruang kerja kelompok penenun Bangun Karyo di Bantarjo.

Beberapa orang menjalankan tugasnya masing-masing untuk menciptakan sehelai lurik, kain tradisional masyarakat Jawa berpola garis-garis aneka warna.

Bantarjo dulunya dikenal sebagai satu di antara sentra pembuatan stagen atau ikat pinggang perempuan Jawa namun beberapa tahun belakangan beralih membikin lurik untuk bahan baku pakaian.

Hal itu tak lepas dari terbitnya peraturan Gubernur DIY nomor 87/2014 yang mewajibkan pegawai instansi pemerintahaan hingga isntansi pendidikan dan pelajar di wilayahnya mengenakan pakaian adat Jawa Yogyakarta sebagai seragam pada Kamis Pahing atau hari besar tertentu.

Pakaian yang kerap digunakan antara lain surjan dan kebaya berbahan lurik.

Hal ini tentu saja menjadi sumber nafkah bagi para perajin lurik, tak terkecuali di Kulonprogo.

Sama halnya dengan banyak perempuan lainnya di Bantarjo, Tumiyem (50) dulunya juga hanya mencari penghasilan dari menenun stagen.

Selama lebih dari 20 tahun ia sudah menjalani pekerjaan tersebut dan sanggup menghasilkan hingga 65 gulungan stagen untuk dijual kepada pengepul.

Para perempuan Bantarjo secara turun-temurun memang memliki keahlian menenun.

Baca: Pameran Tenun di BBY Tampilkan Kreasi Stagen Modern

Sejak adanya peraturan seragam pegawai berupa pakaian adat, Tumiyem lantas bergabung dengan kelompok tenun Bangun Karyo itu dan mendapatkan tambahan penghasilan dari menenun kain lurik untuk pembuatan pakaian.

Tumiyem menenun di sanggar sejak pukul 07.00 hingga pukul 13.00 kemudian dilanjut membuat stagen di rumahnya.

"Setengah hari saya bisa bikin 3 meter kain tenun lurik dan per meternya dapat upah Rp7.000. "Hasilnya lumayan, bisa bantu-bantu suami," kata Tumiyem, belum lama ini.

Selain Tumiyem, Kelompok Bangun Karyo saat ini menaungi 9 penenun tradisional lainnya untuk memproduksi 4 jenis lurik, yaitu Lajuran, Pakaian Malang, Cacahan dan Hujan Gerimis.

Masing-masing motif memiliki ciri sendiri meski tetap menonjolkan pola garis yang kesemuanya dibuat dari bahan katun demi kenyamanan pemakaian.

Berita selengkapnya bisa disimak di edisi cetak Harian Tribun Jogja besok Selasa (4/9/2018).

(TRIBUNJOGJA.COM)
 
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kebijakan Seragam Pakaian Adat Untungkan Perajin Tenun Lurik di Kulonprogo, http://jogja.tribunnews.com/2018/09/03/kebijakan-seragam-pakaian-adat-untungkan-perajin-tenun-lurik-di-kulonprogo 

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Share:

03 September 2018

Kekeringan Meluas, Pintu Air Waduk Sermo di Kulonprogo Tetap ...



KULONPROGO, iNews.id - Pintu air Waduk Sermo tidak akan dibuka meski kekeringan di Kabupaten Kulonprogo akibat musim kemarau semakin meluas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Hadi Prayitno mengatakan, hasil pertemuan lintas sektoral dengan PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas Pertanian dan Pangan, serta DPUPKP Kulonprogo disepakati untuk tidak akan membuka pintu air Waduk Sermo sampai batas yang belum ditentukan. “Hasil rapat koordinasi itu memutuskan untuk sementara belum akan dibuka (pintu air Waduk Sermo),” kata Hadi, Minggu (2/9/2018).

Menurut Hadi, sepanjang saluran air dari waduk Sermo, kondisi pertaniannya memang kering. Namun sesuai hasil kesepakatan belum bisa dibuka untuk kebutuhan irigasi. Pembukaan pintu air itu baru dilakukan setelah ada permintaan dan kesepakatan dengan Komisi Air Kulonprogo. “Sementara kita fokus mengamankan suplai air untuk PDAM yang nantinya bakal digunakan untuk konsumsi warga,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, salah satu pertimbangan yang dipakai untuk tidak mengalirkan air dari waduk tersebut adalah masa tanam ketiga kali tahun ini. Saat ini, petani tidak begitu membutuhkan suplai air dalam jumlah banyak. Mereka kebanyakan menanam palawija yang tidak begitu membutuhkan air, seperti kedalai dan jagung. "Biasanya dibuka kembali Maret, tergantung mulai kapan petani membutuhkan air atau ada keperluan lainnya," katanya.

Hadi mengatakan, melihat tren musim kemarau di Kulonprogo, sepertinya pintu air ini tetap tidak akan dibuka sepanjang tahun. Sebab pada bulan-bulan masa tanam pertama biasanya hujan akan mulai turun. Sehingga cadangana ir di waduk Sermo juga akan semakin meningkat.

Direktur PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro mengatakan, persediaan air bersih untuk pelanggan masih mencukupi. Pada saat-saat puncak kemarau ini, PDAM hanya membatasi permintaan air yang diambil menggunakan truk tangki untuk pendistribusian air. “Stoknya masih cukup. Kita juga terus melayani droping air bersih bersama dengan BPBD,” katanya.



Editor : Kastolani Marzuki
Share:

01 September 2018

Target Operasional Bandara Dimajukan, Hasto Berharap Ada ...



Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengajukan permohonan penambahan penggunaan tanah Magersari usai menghadap Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam X, di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (25/6/2018)

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap kejelasan rencana pembangunan jalur kereta menuju bandara internasional baru di Temon segera ada titik terang.

Selain karena tahapannya panjang dan butuh waktu, jalur kereta itu juga menjadi bagian penting dari keinginan pemerintah pusat terkait percepatan realisasi pembangunan bandara.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sudah menyampaikan padanya bahwa target penyelesaian dan operasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) dipercepat menjadi Maret 2019.

Atas hal itu, Hasto mengaku optimistis targetnya bisa terpenuhi. Apalagi, PT Angkasa Pura I menyampaikan progres pembangunan landasan pacu sudah mencapai 500 meter dari rencana panjang 3.250 meter.

"Bisa lah kalau mau dimajukan target fungsi airport-nya. Cuma, soal kereta api ini yang sempat saya curhatkan ke Pak Luhut. Itu kan prosesnya lama," kata Hasto, Jumat (31/8/2018).

Ia berharap kelanjutan rencana pembangunan jalur kereta bandara juga perlu diperjelas lagi dan diperhitungkan dengan baik.

Apabila sudah ada kejelasan, Pemkab masih harus sosialisasi hingga pembentukan tim pembebasan lahan dan tim penilai independen atau appraisal.

Proses pembebasan lahan pun tak bisa cepat karena harus melalui beberapa tahapan. (tribunjogja)



Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Target Operasional Bandara Dimajukan, Hasto Berharap Ada Kejelasan Pembangunan Jalur Kereta Bandara, 

Share:

Selain Bandara Baru, 3 Megaproyek akan Dilaksanakan di Kulon ...



Sejumlah tiga megaproyek tengah dipersiapkan oleh pemerintah pusat untuk Kulon Progo. Tiga megaproyek ini adalah Sistem Penyediaan Air Minum Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Jogja Agro Techno Park dan Pelabuhan Tanjung Adikarto. Proyek tersebut dibangun untuk menyambut beroperasinya bandara baru di wilayah ini, New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Sistem penyediaan air minum Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dibangun sebagai pengembangan program air minum asli Kulon Progo yang kini sudah ada, AirKu. Sementara Jogja Agro Techno Park akan dibangun di seputaran Kebun Teh Nglinggo dan sebagai upaya menyambut program Bedah Menoreh. Sementara proyek Tanjung Adikarto merupakan langkah lanjutan yang kini sudah dibangun di kawasan Pantai Glagah.

Assisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Sulistyo usai menemani Gubernur DIY menerima Bappenas mengatakan, hasil studi secara resmi ketiga mogeproyek tersebut telah diserahkan pemerintah pusat kepada Gubernur DIY. Rencananya ketiga proyek tersebut akan dilaksanakan melalui sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Selain itu juga ada megaproyek revitalisasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan," ujarnya, Jumat (31/8).

Dengan sistem KPBU tersebut, dipastikan megaproyek ini tidak akan membebani anggaran. Sebab, megaproyek ini akan memiliki sumber pendanaan lain yaitu dari sektor swasta. Artinya, pihak swasta diperkenankan terlibat mengerjakan proyek tersebut dengan menginvestasikan modal mereka.

Kulon Progo menjadi fokus megaproyek tersebut karena salah satu alasannya adalah keberadaan bandara baru di wilayah tersebut yang rencananya beroperasi April 2019. Bandara baru ini diyakini akan mendongkrak perekonomian warga sekitar Kulon Progo.

"Harus disambut dengan fasilitas yang menunjang peningkatan ekonomi tersebut," tambahnya.
Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta Rancang Bangun Kementrian PPB/Bappenas Sri Bagus Guritno menambahkan, skema KPBU memang menjadi solusi agar proyek-proyek pemerintah bisa terlaksana. Sehingga anggaran yang rencananya dialokasikan ke proyek tersebut maka peruntukkannya bisa untuk hal yang lain.

"Hasil studi sudah selesai dan kami serahkan ke Gubernur DIY. Selanjutnya akan ada studi kelayakan awal,"ujarnya. (erl/adn)

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Selain Bandara Baru, 3 Megaproyek akan Dilaksanakan di Kulon ... kumparan.com
Share:

UGM dan GSM Sinergikan Pendidikan Modern di Kulonprogo




Workshop 'Sekolah Menyenangkan' yang digelar Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) bekerja sama dengan Sekolah Vokasi UGM dan Dinas Pendidikan Kulonprogo di Sleman, Kamis (30/8).
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Ini kolaborasi pertama GSM yang melibatkan dinas pendidikan dan institusi pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kulonprogo dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) mengadakan workshop ‘Sekolah Menyenangkan’ pada Selasa (28/8) hingga Kamis (30/8) lalu.

Acara yang digelar selama dua hari di Kulonprogo dan sehari di Sleman itu dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari gabungan 80 SD dan SMP di Kabupaten Kulonprogo. Berawal dari perubahan mindset, acara dilanjutkan dengan sharing guru-guru GSM, lalu ditutup dengan diskusi serta refleksi

Ini merupakan kolaborasi pertama GSM yang melibatkan dinas pendidikan dan institusi pendidikan tinggi. Muhammad Nur Rizal, pendiri GSM, turut memuji sinergi antara tiga lapisan pendidikan ini.

Menurutnya, kerja sama ini bisa menjadi model untuk memaksimalkan pengembangan pendidikan di daerah-daerah lain. Perubahan radikal dan masif tidak bisa dimulai oleh satu pihak, melainkan butuh kolaborasi dengan berbagai lapisan masyarakat

“Tidak hanya melibatkan sekolah-sekolah, pemegang kebijakan dalam Dinas Pendidikan Kulon Progo dan instansi pendidikan tinggi seperti Sekolah Vokasi UGM turut terlibat dalam workshop ini. Nantinya kerja sama ini tidak akan berhenti pada acara monumental, tetapi disusul dengan pendampingan sekolah-sekolah,” kata pria yang juga menjadi dosen Fakultas Teknik UGM itu, Jumat (31/8).

Menurut Rizal, model sinergi seperti ini bisa diterapkan sebagai model di daerah-daerah lain untuk menghasilkan pendidikan berkualitas di Indonesia. Tidak sekadar berpusat pada konten, namun berkelanjutan dan mengutamakan perubahan-perubahan sistemik di sekolah. "Tidak hanya GSM, tetapi juga melibatkan dinas dan institusi pendidikan tinggi," katanya.

Perwakilan dari SV UGM, mengatakan awal mulanya pengabdian masyarakat Sekolah Vokasi UGM dengan Kulonprogo lebih mengarah pada pariwisata. "Namun sejak tahun lalu, GSM membuat Fakultas tertarik untuk merambah ke bidang pendidikan. Sosialisasi yang sempat digelar tahun lalu pun kini berlanjut pada acara workshop hari ini,” ujar Rini, perwakilan dari SV UGM.

Ia mengungkapkan, ketika pihaknya mengajak kerja sama Dinas Pendidikan Kulonprogo, mereka langsung setuju karena sejalan dengan visi-misi pendidikan karakter. "Setelah acara ini, kami berharap paling tidak ada model pendampingan untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di:
Share:

Bupati Kulonprogo Harap PIMNAS Jadi Wadah Asah Otak


Foto: Dok Humas UNY


SLEMAN, KRjogja.com - Walaupun seseorang sudah cerdas atau memahami banyak hal, kemampuan otak harus selalu diasah. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) diharapkan bisa menjadi wadah untuk melakukan hal tersebut. Hal ini disampaikan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dalam Studium General yang digelar di UNY, Kamis (30/08/2018) sore.

"Sehingga kesempatan apapun, termasuk PIMNAS ini, adalah sangat bagus dan saya harapkan jadi wadah kita mengasah otak dan kemampuan," ungkap Hasto

Hasto mendasarkan harapannya tersebut karena fenomena perkembangan ilmu pengetahuan saat ini yang berlangsung begitu cepat. Apa yang dipelajari seseorang , dapat mengalami perkembangan signifikan hanya dalam waktu beberapa tahun saja.

Di bidang kedokteran misalnya, Hasto menuturkan bahwa manusia bisa mengembangkan rekayasa reproduksi dengan begitu pesat hanya dalam waktu yang singkat. Masih belum lama ungkapnya, masyarakat dikejutkan dengan fenomena kloning.

Namun saat ini, peneliti sudah mampu memberi kejut listrik pada sel telur untuk melakukan pembuahan tanpa perlu sperma. Di University of Bath, sel manusia yang lain dan tak lazim untuk dibuahi, bahkan kini bisa dijadikan sarana untuk reproduksi.

Sedangkan dunia kedokteran secara umum, kini telah mengenal metode genom editing dengan mekanisme CRISPR. Dalam mekanisme ini, dokter dapat mengubah asam amino dalam DNA, untuk merubah sifat keturunan yang dihasilkan dalam proses reproduksi. Misalnya, menjadikan keturunan tersebut berambut kriting atau bahkan berkekuatan super.

"Ini sudah tidak lagi mustahil, jadi kita harusa asah otak terus," tutur Hasto.

Untuk mengasah otaknya pribadi, Hasto mengaku tetap membuka klinik walaupun sudah menjabat sebagai Bupati Kulonprogo. Sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, ia tetap melakukan operasi pada pagi hari. Misalnya, operasi caesar, kista, miom, hingga tumor.

Hal serupa, diharapkannya dapat dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian, membaca literatur, mengikuti ruang-ruang diskusi, hingga menelurkannya dalam bentuk karya ilmiah maupun pengabdian pada masyarakat, dapat menjadi sarana hebat untuk mengasah otak para mahasiswa. Semua hal tersebut menurutnya, dapat dipetik, dilakukan, dan diteladani dari gelaran PIMNAS

"Saya selalu praktek di Sleman, Jika berhenti praktek, keterampilan tersebut pasti hilang. Saya bisa menjaga skill dan bermanfaat. Mahasiswa, juga harus jaga skill dan asah otknya," pungkas Hasto. (MG-21)

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Bupati Kulonprogo Harap PIMNAS Jadi Wadah Asah Otak Kedaulatan Rakyat Editor : Agus Sigit
 
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP