Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


05 July 2014

Omzet Tambak Udang Pesisir Kulonprogo Rp100 Juta Setiap Panen

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemilik usaha tambak udang di kawasan
pesisir selatan Kulonprogo meminta warga bersabar hingga masa panen
udang.

Sumanto, pemilik tambak, mengungkapkan, jika warga menghendaki tambak
udang ditutup, ia akan melakukannya, selama warga tidak main hakim
sendiri.

Ia mengaku beberapa waktu lalu sempat mendapat teguran dari Pemkab,
namun karena sudah terlanjur menebar benih, tambak tetap beroperasi
sampai masa panen. "Saya menunggu panen di bulan ini, supaya bisa
balik modal," ujarnya.

Diuraikannya, pembuatan tambak memakan biaya hingga Rp200 juta dan
belum bisa balik modal jika hanya satu kali panen yang menghasilkan
omzet Rp100-an juta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemberian surat peringatan (SP)
menjadi mekanisme yang ditempuh Pemkab Kulonprogo untuk menutup tambak
udang ilegal yang berada di pesisir selatan Kulonprogo.

Rencananya pemberian peringatan itu akan dilakukan bertahap sepanjang
Juli, mulai dari SP 1 hingga SP 3 yang diikuti dengan penyegelan.

Asisten II Sekretaris Daerah Kulonprogo Triyono mengatakan, pemberian
SP dimaksudkan untuk memberi peringatan kepada pemilik tambak agar
bersiap-siap menutup usahanya sesuai dengan kesepakatan yang pernah
dibuat dengan pemerintah desa beberapa bulan lalu.

Penutupan tambak udang, kata dia, tidak hanya berlaku bagi tambak
udang di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, melainkan seluruh tambak
udang yang melabrak sempadan pantai mulai dari Kecamatan Temon hingga
Galur yang jumlahnya mencapai puluhan.

Editor: Nina Atmasari
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP

Archive