Mohon perhatiannya, semua isi berita diblog ini adalah disalin dari berbagai sumber. Dan hanya sebagai arsip pribadi dan Group Komunitas Warga Kulon Progo.

Seluruh informasi termasuk iklan diblog ini bukan tanggung jawab kami selaku pemilik blog. Kami hanya Memberikan tempat kepada para pengiklan dan sebagai ,media sharing


 tarif jasa kami
KEMBALI KE HALAMAN AWAL – LC FOTOKOPI  *  TARIF JASA FOTOKOPI, PRINT, SCAN, KETIK, PRINT , DLL.   *   MELAYANI PRINT, PRINT COPY SECARA ONLINE


14 May 2015

Perbaiki Irigasi, Kulon Progo Anggarkan Rp11,8 Miliar

Metrotvnews.com, Kulon Progo:Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah
Istimewa Yogyakarta menganggarkan Rp11,8 miliar untuk memperbaiki
jaringan irigasi dan drainase guna mendukung sektor pertanian.
Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulon Progo Hadi Priyanto
mengatakan, pada 2015 Pemkab Kulon Progo meningkatkan anggaran
infrastruktur jaringan irigasi tersier dan perbaikan drainase karena
banyak keluhan dari petani.
"Setiap tahun, lahan pertanian digenangi air, khususnya di tujuh
kecamatan. Untuk itu, kami secara bertahap meningkatkan anggaran
perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi, serta perbaikan drainase,"
kata Hadi Priyanto di Kulon Progo, Kamis (14/5/2015).
Dia mengatakan, ada 25 daerah irigasi (DI) yang akan dilakukan
rehabilitasi dengan anggaran Rp9,7 miliar. Sebanyak 25 daerah irigasi
di antaranya Jangkang, Kembangmalang, Singogoweng, Wiyu, Singo, Soka,
Grembul,
Dasnganten, Kedung Kobong, hingga Ngobarat. Setiap daerah irigas di 12
kecamatan mendapat alokasi anggaran untuk perbaikan dan pembangunan
jaringan irigasi.
"Kami berharap seiring meningkatkan kualitas jaringan irigasi di Kulon
Progo, mampu meningkatkan produksi pertanian di 12 kecamatan. Jaringan
irigasi merupakan nadi dari sektor pertanian," ujarnya.
Selain saluran irigasi, kata Hadi, Pemkab Kulon Progo juga
menganggarkan dana perbaikan saluran drainese sebesar Rp2,1 milair.
Perbaikan drainase akan dipusatkan di Drainase Sorowiti sepanjang 125
meter, pemeliharaan bangunan Drainase Rowo Jembangan sepanjang 100
meter, penguatan Tanggul Bantaran Kali Nagung sepanjang 100 meter,
normalisasi tanggul Bantaran Kali Papah, dan rehabilitasi Jembatan
Josutan.
Dia mengatakan pihaknya mendapat keluhan dari petani di wilayah
tersebut seperti di kawasan drainase Rowo Jambangan yang ada di Bulak
Srikayangan, Sentolo. Setiap tahun area persawahan selalu digenangi
air karena saluran drainase tidak mampu menampung air dari jaringan
irigasi yang ada.
"Perbaikan saluran drianase terus kami tingkatkan. Hanya saja, pagu
anggaran untuk perbaikan dan pembanguan irigasi masih kecil, begitu
juga anggaran untuk anggaran perbaikan drainase," cetusnya.
Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Hamam Cahyadi mengatakan, anggaran
irigasi dan drainase harus ditingkatkan, apalagi program pemerintah
meningkatkan produksi pertanian, khususnya beras. Menurut dia, perlu
ada percepatan pembangunan jaringan irigasi dan infrastruktur
pertanian laiannya.
"Hal ini membutuhkan keberanian pemkab dalam penganggaran. Program
swasembada beras harus diimbangi infrastruktur yang memadai,"
pungkasnya.
(WID )
Share:

13 May 2015

Lelang Proyek Fly Over Sentolo Dimulai Pekan Ini

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Rencana pembangunanFly OverSentolo
sepanjang 30 meter di Kabupaten Kulonprogo, yang melintasi rel kereta
api di wilayah Kalibondol, memasuki tahap lelang. Proyek senilai Rp 10
miliar untuk tahap pertama itu akan dimulai dengan pembangunan pondasi
lebih dahulu.
Kabid Bina Marga DPU Kulonprogo, Gusdi Hartono, Senin (4/5/2015),
mengatakan, pekan ini proyek tersebut memasuki tahap lelang. Meski
demikian, pembangunan tersebut belum akan diselesaikan pada 2015.
Tahap lanjutannya, menurut dia, akan membutuhkan anggaran yang lebih
kurang nilainya sama.
"Untuk menyelesaikannya kira-kira ya Rp 10 miliar lagi," ujar Gusdi.
Menurutnya, jembatan atau fly over itu akan menjadi penghubung ruas
jalan pasar lama Sentolo dan perempatan Ngelo Jl Wates. Rencana
pembangunan fly over tersebut tak lepas pula dari upaya mengantisipasi
penutupan perlintasan kereta api Sentolo.
Share:

Belasan Pedagang Buah di Pinggir Jalan Resah

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Sekitar lima belasan pedagang buah semangka
dan melon di pinggir ruas jalan negara - Jakarta Surabaya tepatnya di
Desa Demen dan Kalidengen Kecamatan Temon Kulonprogo resah. Lapak
tempat mereka menjajakan dagangan akan dibongkar petugas Satuan Polisi
Pamong Praja (Sat Pol PP). Dari belasan lapak jualan yang ada, kini
hanya tinggal satu pedagang saja yang berani tetap berjualan di lokasi
tersebut.
"Setelah didatangi petugas Sat Pol PP, hanya saya yang buka sedangkan
pedagang lainnya memilih tutup. Padahal stok barang dagangan mereka
masih cukup banyak," kata Suprapti, satu-satunya pedagang yang masih
buka lapak kepada KRjogja.com, Selasa (12/05/2015).
Dijelaskan, para pedagang sesungguhnya tidak keberatan ditertibkan.
Namun jika digusur dengan membongkar lapak tanpa ada solusi hal
tersebut sangat merugikan pedagang, apalagi berjualan semangka dan
melon di pinggir jalan merupakan satu-satunya sumber pendapatan
ekonomi keluarga mereka.
Pedagang lain Suyoto menganggap langkah Sat Pol PP yang memberikan
surat teguran sekaligus meminta para pedagang membongkar tempat usaha
mereka tanpa ada calon lokasi baru sebagai tempat jualan bukan
merupakan solusi. "Kalau kami memang dianggap mengganggu ketertiban
umum mestinya pemerintah tidak serta merta mengusir kami, tapi memberi
solusi," ujarnya.
Menanggapi keresahan para pedagang, anggota Fraksi Partai Gerindra
DPRD setempat asal Kecamatan Temon Suprapto mengimbau Satpol PP tidak
bertindak gegabah menertibkan para pedagang kaki lima. "Prinsipnya
jangan sampai ada penggusuran terhadap pedagang kaki lima. Tapi
dilakukan penertiban misalnya lapak mereka dimundurkan sehingga tidak
terlalu dekat dengan jalan raya atau kalau memang mau dipindah
disiapkan dulu tempat relokasinya sehingga sumber pendapatan ekonomi
keluarga mereka tetap ada," ujarnya.(Rul)
Share:

Petinju Kulonprogo Uji Tanding Bersama Atlet Jateng

Harianjogja.com, KULONPROGO– Bersiap hadapi kejuaraan nasional tinju
junior di Maluku Utara, atlet tinju Kulonprogo berlatih bersama
sejumlah atlet dari Jawa Tengah.
"Ini merupakan uji tanding, tidak hanya dengan para atlet profesional,
tetapi juga dengan para atlet amatir," ujar Ketua Pertina Kulonprogo
Ferry Kuahaty di Sasana Satria Menoreh Boxing Camp Kulonprogo, Minggu
(10/5/2015).
Ferry mengatakan, kejurnas tinju junior akan digelar di Ternate pada
23-30 Mei mendatang bersama tim DIY. Pada latihan itu, atlet yang
turut serta yakni dari Cilacap, Banjarnegara dan Magelang. Selain
menyiapkan mental dan kemampuan para atlet, kegiatan itu juga
menyiapkan kesiapan Heri Andrianto untuk kejuaraan sabuk emas Bupati
Kulonprogo yang akan digelar Juni mendatang.
"Kesiapan Heri, secara fisik sudah sampai 70 persen. Usai uji tanding
ini akan kami pantau lagi kemampuan fisiknya. Masih ada beberapa
latihan lagi yang akan kami lakukan," jelas Ferry.
Heri menambahkan, pada kejuaraan Sabuk Emas Bupati Kulonprogo nanti
dirinya akan menghadapi Williem Rey. Dia mengaku, optimis persiapan
yang dilakukan sudah sampai 100%.
"Setiap minggu sudah diadakan latih tanding. Apalagi berlatih dengan
atlet dari Magelang dan Cilacal, persiapan dan kesiapan 100 persen
yakin bisa menang," jelas Heri.«
Share:

Gelar Tinju Profesional Akan Meramaikan Alun-alun Wates

Harianjogja.com, KULONPROGO-Gelar tinju profesional memperebutkan
sabuk emas Bupati Kulonprogo akan diadakan di Alun-alun Wates pada 13
Juni 2015 mendatang. Hery Ardiyanto, petinju dari Sasana Satria
Menoreh BC.Wates akan bertarung dengan Wiliem Rey dari Sasana Arena
BC.Jakarta di partai utama kelas 63,4 kilogram.
Suprapto, promotor dari DV Promotion mengungkapkan, Kulonprogo
memiliki banyak petinju amatir maupun profesional yang cukup
berpotensi.
"Ini akan jadi awal karir menggarap tinju profesional di DIY,
khususnya Kulonprogo," katanya kepada wartawan, Selasa (7/4/2015).
Menurut Suprapto, perkembangan olah raga tinju di Indonesia secara
umum memang belum seperti yang diharapkan. Event pertandingan tinju
pun jarang digelar.
"Jadi kami berusaha mengagendakan pertandingan di wilayah yang
tinjunya kurang memadai," ujarnya.
Selain pertandingan antara Hery Ardiyanto dengan Wiliem Rey, akan ada
tiga partai tambahan profesional lainnya. Lima pertandingan partai
amatir pun akan digelar. Pesertanya tidak hanya berasal dari
Kulonprogo, melainkan juga daerah lain di DIY.
"Kami juga akan menampilkan kesenian daerah, bukan dancer seperti
biasanya," imbuh Suprapto kemudian.
Sementara itu, Hery Ardiyanto mengaku sudah menjalani beberapa sesi
latihan. Pada pertandingan yang terdiri dari delapan ronde nanti, dia
akan memaksimalkan kekuatan sejak ronde pertama.
"Targetnya mengalahkan Wiliem pada ronde lima," kata Herry optimis.
Hery pernah bertanding tinju dengan Wiliem pada 2012 lalu dan berhasil
menang. Meski demikian, dia tidak akan meremehkan lawannya itu. "Dia
cukup tangguh. Kami sama-sama punya pukulan KO," ucapnya menambahkan.
Manajer Hery Ardiyanto, Ferry Kuahatiy pun optimis Hery bisa
memenangkan pertandingan. "Ini tantangan tersendiri untuk Hery. Kami
sudah latihan tanding dengan sasana tinju di Jogja. Kami juga sudah
latihan fisik di pantai maupun gunung," ungkapnya.
Ferry berharap, gelar tinju profesional tersebut bisa jadi batu
loncatan untuk mengangkat potensi olah raga daerah. "Ini juga akan
membangun semangat jelang Porda 2015," imbuhnya
Share:

Relokasi Warga Mesti Segera Dipastikan

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan bandara di Kecamatan Temon
yang akan mengusung konsep airport city membutuhkan peran serta para
pejabat di Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.
Agar, penetapan relokasi warga terdampak bandara dapat segera
dipastikan sehingga tidak menjadi ganjalan saat pembangunan dimulai.
Tim Community Development Pembangunan Bandara Baru Ariyadi Subagyo
mengatakan selama ini sosialisasi terus dilakukan menyasar warga yang
terdampak maupun yang tidak terdampak pembangunan.
"Sebagai pembuat kebijakan, pejabat juga diundang sosialisasi
pembangunan. Selama ini, mereka [pejabat] pun juga masih belum
memahami apa dan seperti apa konsep airport city itu," ujar Ariyadi
seusai mengisi workshop Menuju Kulonprogo Masa Depan kepada ratusan
pejabat eselon IV Pemkab Kulonprogo di Gedung Kaca, Selasa
(12/5/2015).
Airport city merupakan pembangunan yang terintegrasi dengan sebuah
kota mandiri. "Ada hubungan simbiosis mutualisme antara kota dan
bandara. Perencanaan airport city ini berbeda dengan bandara
konvensional. Kota mandiri di dalamnya memiliki peluang lapangan kerja
yang lebih luas," ucap Ariyadi.
Peserta yang mengikuti workshop ada 394 pejabat eselon IV yang
merupakan pimpinan satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab
Kulonprogo. Workshop tersebut juga turut dihadiri General Manager PT.
Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandara Adisutjipto, Andi Gunawan Wirson
dan Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo.
"Workshop ini benar-benar bersinergi dan sesuai dengan program
pembangunan yang akan dilaksanakan di Kulonprogo. Karena itu, para
pejabat ini diharapkan dapat membangun daerah sesuai dengan ketugasan
SKPD masing-masing secara profesional, efektif dan efisien," ungkap
Sutedjo.
Share:

JPU Tolak Pledoi Saridjo CS

Harianjogja.com, KULONPROGO -Jaksa penuntut umum menolak seluruh nota
pledoi yang disampaikan tim penasihat hukum para terdakwa kasus
perusakan Balai Desa Glagah Kecamatan Temon pada 2014 silam.
Sebelumnya, dalam pembelaan yang disampaikan penasihat hukum, para
terdakwa dapat dibebaskan dari segala dakwaan.
JPU Hesti Tri Rejeki dan Dian Nathalia menyampaikan replik atau
jawaban atas pembelaan yang disampaikan penasihat hukum para tokoh
Wahana Tri Tunggal (WTT). JPU menyatakan, pembelaan atas terdakwa
Saridjo, Wasiyo, Tri Marsudi dan Wakidi tidak ditopang dengan
dasar-dasar hukum.
"Terhadap hal-hal yang tidak kami tanggapi dalam replik, kami
menyatakan tetap pada surat tuntutan yang telah kami bacakan pada
Kamis [30/4/2015]. Menolak seluruh pledoi dari tim penasehat hukum
terdakwa," jelas Hesti.
Menanggapi isi replik itu, tim penasehat hukum terdakwa langsung
menyampaikan duplik lisan. Anggota Tim Penasehat Terdakwa dari LBH
Jogja Yogi Zulfadli mengungkapkan, jaksa hanya menegaskan isi tuntutan
yang telah disampaikan. Demikian juga tim penasehat terdakwa yang akan
kembali pada pembelaan.
"Kami berharap, hakim dapat melihat fakta di persidangan secara utuh.
Dari latar belakang peristiwa yang terjadi, sehingga harapannya
terdakwa dapat dibebaskan dari segala tuntutan hukum," papar Yogi.
Sementara itu, Hakim Ketua Esther Megaria Sitorus memutuskan akan
menggelar sidang putusan pada Senin (18/5/2015) mendatang. Dalam kasus
tersebut, terdakwa Wasiyo, Tri Marsudi dan Wakidi dituntut dengan
pasal 170 KUHP tentang perusakan.
Sedangkan, Saridjo didakwa dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan
yang menyebabkan terjadinya penyegelan Balaidesa Glagah terkait
penolakan warga WTT terhadap rencana pembangunan bandara
Share:

11 May 2015

Merti Desa Digelar Dua Hari Dua Malam

KULONPROGO ( KRjogja.com) -Merti desa di Pedukuhan Taruban Tuksono
Sentolo agak berbeda dengan yang lain. Karena kegiatan tersebut
digelarkan dua hari dua malam. Dimulai dengan doa bersama dan acara
'luaran' disertai tarian tayub Sabtu (09/05/2015), serta kirab budaya
dan 'memule' sendang Joko Tarub serta makam petilasan, Minggu
(10/05/2015) dan malamnya digelar wayang kulit semalam suntuk.
Ribuan warga Taruban Tuksana dan sekitarnya berkumpul di sekitar
sendang, menyaksikan ritual pengambilan air sendang. Prosesi
pengambilan air sendang ini diawali kirab budaya dari rumah Dukuh
Taruban Wetan Paridi, yang dilepas Kabid Kebudayaan Disbudparpora
Kulonprogo Joko Mursito SSn MA didampingi Camat Sentolo Ir Aspiah MSi.
Pemangku adat di Taruban, Zainuri menyatakan merti desa dilakukan
setahun sekali. "Kita lakukan setelah panen padi musim rendeng.
Bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur dari para petani, pedagang,
serta masyarakat lainnya, yang sudah diberi kenikmatan berupa rezeki.
Kita juga mohon kepada Allah supaya sehat sejahtera," ujarnya sambil
menambahkan bahwa terkait acara 'luaran' yang disertai seni tayub,
adalah acara yang sudah ada sejak dulu.
Salah satu pengunjung dari Sleman, Amsa, menyatakan merti desa
merupakan hal yang bagus. "Nguri-uri kabudayan Jawa, mengenalkan
kepada anak-anak kebudayaan Jawa. Karena sekarang banyak anak muda
yang tak kenal budaya sendiri,"katanya.(Wid)
Share:

10 May 2015

Tempat Wisata di Kulon Progo Yogyakarta

1. Objek Wisata Pantai Glagah Kulon Progo
Pantai Glagah menjadi salah satu objek wisata pantai favorit di
Kabupaten Kulon Progo karena keindahannya. Lokasi Pantai Glagah
sendiri sekitar 40 km dari pusat kota Jogja dan 15 km dari Wates.
Pantai Glagah ini menjadi kawasan pantai yang mempunyai potensi wisata
besar. Setiap akhir pekan objek wisata pantai di Kulon Progo ini
selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal ataupun mancanegara.

2. Tempat Wisata Pantai Trisik Kulon Progo
Objek wisata pantai di Kabupaten Kulon Progo selanjutnya adalah Pantai
Trisik. Lokasi pantai Trisik bisa ditempuh sekitar 1.5 jam dari pusat
kota Yogyakarta. Pesona keindahan Pantai Trisik menjadi daya tarik
tersendiri karena memiliki pesona alam yang alami dan indah.
Tempat wisata pantai di Kulon Progo ini sangat baik dijadikan pilihan
tempat liburan untuk menghilangkan penat setelah disibukkan dengan
pekerjaan dan keramaian kota. Di dekat Pantai Trisik juga menjadi
salah satu tempat pelelangan ikan di Kulon Progo.

3. Objek Wisata Alam Hutan Wisata Kalibiru Kulon Progo
Salah satu objek wisata alam favorit di Kabupaten Kulon Progo adalah
hutan wisata Kalibiru. Letak hutan wisata Kalibiru berada di
perbukitan Menore Kulonprogo sekitar 40 km dari Jogja. Para pengunjung
dapat melkukan banyak kegiatan selain bersantai menikmati pemandangan
alam kulon progo.

4. Tempat Wisata Gua Kiskendo Kulon Progo
Lokasi Gua Kiskendo kulonprogo di Desa Jatimulyo sekitar 35 km dari
pusat kota Yogya dan 21 km dari Wates Ibukota Kulonprogo. Objek wisata
gua Kiskendo merupakan komplek wisata yang terdiri dari beberapa
tempat yang menjadi cikal bakal gua Kriskendo tersebut.
Di sekitar tempat wisata Gua Kriskendo terdapat beberapa objek wisata
kulonprogo lainnya yang lokasinya berdekatan diantaranya Gua Sumitro,
Grojogan Sewu, Watu Blencong, Gunung Krengseng, Watu Gajah, Gunung
Kelir.

5. Tempat Wisata Waduk Sermo Kulon Progo
Objek wisata Waduk Sermo merupakan waduk satu-satunya di Jogja.
Memiliki luas kurang lebih 157 Ha, terletak di Hargowilis Kecamatn
Kokap (5 Km dari wates, 36 Km dari Jogja) berlatar belakang hutan dan
pegunungan Menoreh pengunjung dapat berkeliling menikmati panorama
waduk dengan perahu wisata.

6. Tempat Wisata Puncak Suroloyo Kulon Progo
Objek wisata Pegunungan Suroloyo Kulonprogo terletak di puncak
tertinggi di pegunungan menoreh di 1017 Mdpi dengan pemandangan indah
di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Puncak Suroloyo menjadi
salah satu tempat wisata terkenal di Kulon Progo karena keindahannya.
Para pengunjung objek wisata puncak Suroloyo bisa menikmati Candi
Borobudur, Gunung Merapi, Gunung Merbabu. Gunung Sindoro, Gunung
Sumbing di sisi utara dan Kota Jogjkarta serta Samudera Hindia di sisi
selatan.

7. Objek Wisata Air Terjun Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo
Tempat wisata curug / air terjun Sidoharjo juga menjadi tempat wisata
menarik yang berada di kulonprogo karena suasana yang alami. Lokasi
curug Sidoharjo berada di Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Air
Terjun Sidoharjo memiliki panorama alam yang siap memanjakan mata
pengunjungnya. Sebelum mengunjungi tempat ini baca dulu tips liburan
ke air terjun.

8. Objek Wisata Sejarah Makam Astana Girigondo Kulon Progo
Tempat wisata Makam Astana Girigondo berada di Desa Girigondo,
Kaligintung, Kecamatan Temon, Kulon Progo. Tempat wisata ini merupakan
makam keluarga Paku Alam yang letaknya berada di pegunungan Menoreh
memiliki pemandangan pegunungan dan perbukitan yang indah.

9. Tempat Wisata Keluarga Pemandian Clereng Kulon Progo
Tempat rekreasi liburan favorit di Kulon Progo adalah pemandian
Clereng yang letaknya tidak jauh dari Wates yaitu di desa Sendangsari,
Pengasih, Kulon Progo. Tempat wisata ini merupakan pemandian yang
berbentuk kolam seperti kolam renang yang airnya berasal dari mata air
yang bersih. Menurut kepercayaan dari penduduk sekitar bahwa kalau
mandi di pemandian Clereng akan memberikan keselamatan, dan terdapat
kebaikan-kebaikan yang lain.

10. Tembok Pagar Pengasih Kulon Progo
Tembok Pagar Pengasi menjadi tempat wisata sejarah di Kulon Progo yang
terletak di Jalan Purbo Winoto 06, Pengasih, Kantor Kecamatan
Pengasih. Tembok Pagar Pengasi merupakan bangunan peninggalan
kolonial, dengan ketebalan 40 cm, dan gapura berbentuk Semar Tinandu.
Share:

02 May 2015

Bakpia Isi Labu Kuning Kreasi Mantan TKI

Labu kuning cukup populer setiap bulan ramadan karena kerap jadi bahan
campuran kolak. Tidak hanya manis, sayuran yang sering disebut waluh
itu juga kaya antioksidan sehingga berkasiat mencegah penuaan dini.
Bagaimana jika dijadikan bahan isi bakpia?
Beberapa waktu lalu, telah dikisahkan inovasi pembuatan telur asin
rasa soto dari para anggota Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB)
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Purna Maju Lestari di Jangkaran, Temon,
Kulonprogo. Namun, ide kreatif mereka tidak hanya satu. Pada waktu
yang berdekatan, mereka juga coba membuat bakpia isi labu kuning.
"Sebenarnya sama saja dengan bakpia biasa tapi isinya adonan waluh,"
ungkap Sulastri, Ketua KAKB TKI Purna Maju Lestari kepada Harian
Jogja, awal April lalu.
Sulastri mengatakan, sebelumnya mereka sudah pernah memproduksi bakpia
isi kacang hijau sejak tahun 2013. Namun, angka penjualannya terus
menurun. "Mungkin karena sudah banyak yang jual. Jadi ya kami coba
cari ide lain," ucapnya.
Kebetulan, banyak petani labu kuning di sekitar Jangkaran. Rata-rata
adalah lansia yang ingin tetap bekerja untuk mengisi hari tua.
"Biayanya memang murah. Merawatnya juga lebih mudah dibanding tanaman
lain. Jadi banyak orang-orang tua yang menanam," ujar perempuan yang
pernah bekerja sebagai pengasuh anak di Singapura pada tahun 1996-1998
itu.
Sayangnya, harga labu kuning saat panen sangat rendah, sekitar Rp2.000
per buah. Keinginan mengangkat potensi lokal pun muncul. "Kami bikin
bakpianya lancar, itu juga membantu petani waluh," katanya.
Sementara itu, pendamping KAKB TKI Purna Maju Lestari, Dwi Purnami
mengungkapkan, ayahnya juga salah satu lansia yang jadi petani labu
kuning.
"Sudah pensiun tapi masih ingin kerja. Sekali panen bisa sampai
menghasilkan lima ton," kata pekerja sosial yang akrap disapa Nami
itu.
Nami menceritakan, saat ayahnya mulai memanen labu kuning sekitar
tahun 2009 lalu, satu buah labu kuning yang beratnya mencapai empat
sampai lima kilogram (kg) bahkan hanya dihargai Rp1.000. Tiga tahun
kemudian, ada tengkulak yang membeli seharga Rp1.000 per kg. "Itu udah
agak lumayan. Mereka beli buat campuran pembuatan saos," ujarnya.
Sebelum resep bakpia isi labu kuning lahir, kelompok TKI purna yang
dia dampingi sempat berniat mengembangkan usaha cake labu kuning.
"Tapi waktu itu tidak dilanjutkan karena hasilnya tidak maksimal,"
lanjutnya.
Saat ini pemasaran dan promosi produk bakpia isi labu kuning masih
terbatas melalui pameran yang diselenggarakan pemerintah. Namun,
menurut Sulastri, respon konsumen cukup bagus. Meski baru sebulan,
sudah banyak pesanan datang.
"Satu kemasan ini 14 bakpia harganya Rp15.000," ucap warga Dusun
Ngentak, Jangkaran tersebut.
Share:

BERITA KULON PROGO TERBARU

SITEMAP